Arenabetting – Timnas Italia kembali harus menerima kenyataan pahit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Bosnia & Herzegovina lewat adu penalti jadi penutup menyakitkan yang memperpanjang catatan buruk mereka.
Hasil ini membuat Gli Azzurri absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebuah situasi yang terasa janggal untuk negara dengan sejarah besar di sepak bola dunia.
Banyak pihak mulai mempertanyakan status Italia sebagai raksasa. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mereka kini tidak lagi berada di level tertinggi seperti dulu.
Tiga Kegagalan yang Sulit Diterima
Kegagalan kali ini bukan yang pertama, bahkan sudah jadi pola dalam beberapa tahun terakhir. Italia sebelumnya juga gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.
Padahal, mereka sempat tampil di edisi 2014, meski harus tersingkir di fase grup. Setelah itu, performa tim terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Tiga kegagalan beruntun ini jadi pukulan telak bagi reputasi sepak bola Italia. Tim yang pernah berjaya kini justru kesulitan menembus panggung utama.
Situasi ini menunjukkan bahwa ada masalah mendasar yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Terjebak dalam Masa Lalu
Menurut Francesco Calzona, salah satu masalah terbesar Italia adalah mentalitas yang masih terjebak dalam kejayaan masa lalu.
Ia menilai banyak orang masih menganggap Italia sebagai salah satu tim terbaik dunia, padahal kenyataannya sudah jauh berbeda.
Sikap seperti ini justru menghambat perkembangan. Tanpa kesadaran akan kondisi saat ini, sulit bagi tim untuk melakukan perubahan.
Calzona menegaskan bahwa Italia harus mulai bersikap realistis dan tidak lagi bergantung pada nama besar semata.
Negara Lain Sudah Melampaui
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara yang mengalami perkembangan pesat. Tim-tim seperti Norwegia, Austria, hingga Swedia kini dinilai sudah berada di level yang lebih baik.
Italia yang dulu selalu jadi acuan, kini justru tertinggal. Perubahan ini menunjukkan betapa cepatnya perkembangan sepak bola modern.
Tanpa adaptasi yang tepat, tim sebesar apa pun bisa tertinggal. Hal ini jadi pelajaran penting bagi Italia untuk segera berbenah.
Persaingan yang semakin ketat membuat tidak ada lagi jaminan bagi tim besar untuk selalu lolos ke turnamen utama.
Saatnya Berbenah Total
Kondisi ini harus jadi titik awal bagi Italia untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Mulai dari sistem pembinaan pemain hingga infrastruktur, semua perlu diperhatikan.
Salah satu sorotan adalah stadion yang masih tertinggal dari segi fasilitas. Banyak venue yang sudah tua dan tidak mendukung perkembangan sepak bola modern.
Selain itu, pendekatan taktik dan pengembangan pemain muda juga harus diperbaiki. Italia perlu beradaptasi dengan tren sepak bola saat ini.
Jika tidak segera berubah, bukan tidak mungkin Italia akan semakin tertinggal. Ini saatnya bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih punya tempat di level tertinggi.


