Arenabetting – Laga panas antara Inter Milan dan Juventus dalam lanjutan Serie A bukan cuma menghadirkan drama gol, tetapi juga kontroversi besar. Kekalahan 2-3 yang dialami Juventus semakin terasa pahit setelah kartu merah untuk Pierre Kalulu memicu protes keras dari kubu Bianconeri.
Pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza Stadium itu berlangsung intens sejak awal. Namun, keputusan wasit menjelang turun minum menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Momen Kartu Merah yang Memicu Perdebatan
Kalulu disebut menerima kartu kuning kedua pada menit ke-42 setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni. Keputusan tersebut otomatis membuat Juventus harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan.
Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari para pemain Juventus. Kalulu terlihat memberi isyarat kepada wasit agar melakukan pengecekan VAR, tetapi peninjauan video tidak dapat dilakukan karena insiden tersebut berkaitan dengan kartu kuning kedua.
Kondisi bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit membuat Juventus kesulitan menjaga stabilitas permainan. Meski tetap memberikan perlawanan, mereka akhirnya harus mengakui kemenangan Inter.
Reaksi Emosional di Lorong Stadion
Kontroversi tidak berhenti di lapangan. Video yang beredar memperlihatkan Direktur Juventus, Damien Comolli, serta legenda klub Giorgio Chiellini meluapkan emosi kepada wasit di lorong menuju ruang ganti saat jeda pertandingan.
Sementara itu, pelatih Juventus Luciano Spalletti memilih tidak memberikan komentar kepada media setelah laga usai. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap keputusan wasit.
Kubu Juventus menilai bahwa keputusan tersebut sangat merugikan tim dan memengaruhi hasil akhir pertandingan. Mereka merasa perlakuan yang diterima tidak adil, terutama dalam laga besar yang disaksikan jutaan penonton.
Juventus Sebut Keputusan Wasit Memalukan
Damien Comolli dilaporkan menyampaikan bahwa klub merasa sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Ia menilai situasi yang terjadi dalam pertandingan itu sebagai sesuatu yang tidak seharusnya terulang.
Menurutnya, seluruh elemen klub mulai dari manajemen, pemain, hingga suporter merasakan hal yang sama. Ia juga menyinggung bahwa kontroversi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi sepanjang musim, sehingga memunculkan frustrasi di internal tim.
Pihak Juventus menilai bahwa pertandingan besar dengan sorotan global seharusnya dipimpin dengan keputusan yang lebih akurat dan transparan.
Dampak Kontroversi terhadap Juventus
Selain memengaruhi jalannya pertandingan, kartu merah Kalulu dinilai berdampak pada strategi Juventus di sisa laga. Bermain dengan 10 pemain membuat mereka harus mengubah pendekatan permainan dan lebih fokus bertahan.
Kontroversi ini juga diprediksi bakal memicu diskusi lebih luas terkait penggunaan teknologi VAR serta konsistensi keputusan wasit di kompetisi Serie A.
Pada akhirnya, kekalahan dari Inter bukan hanya soal hasil di papan skor, tetapi juga meninggalkan polemik yang berpotensi berlanjut. Juventus kini dihadapkan pada tantangan untuk bangkit sekaligus berharap kontroversi serupa tidak kembali terjadi di pertandingan mendatang.


