Arenabetting – Persaingan gelar Liga Inggris makin panas, tapi waktu buat Manchester City mengejar Arsenal disebut mulai menipis. Saat ini, City tertinggal enam poin dari The Gunners di puncak klasemen. Hasil imbang melawan Tottenham pekan lalu membuat jarak kembali melebar, apalagi Arsenal sukses mengamankan kemenangan atas Leeds United.
Meski begitu, Pep Guardiola disebut masih menyimpan optimisme. Ia percaya sisa 14 pertandingan musim ini cukup untuk membalikkan keadaan.
Performa City Dinilai Belum Stabil
Dalam beberapa pekan terakhir, performa Manchester City memang belum konsisten. Dari enam pertandingan terakhir di liga, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan. Hasil tersebut tentu bukan standar yang biasa terlihat dari tim asuhan Guardiola.
Sang manajer disebut mengakui bahwa timnya belum berada di level terbaik. Ia menilai City masih berkembang dalam momen-momen tertentu, tetapi belum mampu menjaga intensitas dan kualitas permainan selama 90 menit penuh.
Guardiola juga membandingkan situasi saat ini dengan musim lalu. Kala itu, City finis di posisi ketiga dan tertinggal cukup jauh dari sang juara. Pengalaman tersebut disebut menjadi pengingat bahwa perjalanan satu musim penuh selalu menghadirkan banyak kemungkinan.
Konsistensi Jadi Kunci
Menurut pandangan Guardiola, masalah utama timnya terletak pada konsistensi. Ia menilai performa kelas atas sudah terlihat dalam beberapa fase pertandingan, namun belum berkelanjutan dari awal hingga akhir laga.
Ia percaya jika konsistensi bisa dijaga, City akan kembali ke level terbaiknya. Keyakinan tersebut didasarkan pada pengalaman panjangnya di Premier League, di mana situasi klasemen bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
Guardiola disebut menegaskan bahwa 14 pertandingan di Liga Inggris merupakan periode yang masih sangat panjang. Dalam kompetisi seketat ini, ia menilai apa pun masih bisa terjadi.
Peluang Masih Terbuka
Meski tertinggal enam poin, City masih berada dalam jarak yang realistis untuk mengejar Arsenal. Dengan kualitas skuad yang dimiliki, mereka diyakini tetap menjadi pesaing serius hingga pekan terakhir.
Tentu saja, Arsenal juga sedang dalam performa meyakinkan. Namun tekanan sebagai pemuncak klasemen bisa menjadi faktor tersendiri. Jika City mampu menemukan ritme terbaiknya, persaingan gelar diprediksi akan berlangsung ketat sampai akhir musim.
Kini, fokus utama Manchester City adalah memperbaiki stabilitas permainan dan memaksimalkan setiap laga tersisa. Dengan 14 pertandingan di depan, peluang belum tertutup, dan Guardiola tampaknya belum siap menyerah dalam perburuan trofi Liga Inggris musim ini.


