Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Milan Tumbang, Loftus-Cheek Cedera Parah: Mimpi Scudetto Makin Berat?

Arenabetting – Malam yang seharusnya jadi momen penting justru berubah jadi mimpi buruk buat AC Milan. Bermain di kandang sendiri, mereka harus mengakui keunggulan Parma Calcio 1913 dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB (23/2/2026). Gol tunggal yang dicetak Mariano Troilo di menit ke-80 membuat publik San Siro terdiam.

Hasil ini bikin Milan gagal memangkas jarak dari Inter Milan yang masih nyaman di puncak klasemen dengan 64 poin dari 26 pertandingan. Selisih 10 angka jelas bukan jarak yang mudah dikejar, apalagi musim tinggal menyisakan 12 pekan. Kekalahan tersebut juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Milan yang sebelumnya bertahan selama 25 laga. Terakhir kali mereka kalah adalah pada pekan pembuka saat tumbang dari Cremonese.

Cedera Loftus-Cheek Jadi Pukulan Ganda

Bukan cuma soal hasil akhir, Milan juga harus menerima kabar buruk dari sisi skuad. Gelandang andalan mereka, Ruben Loftus-Cheek, mengalami cedera serius dalam laga tersebut. Insiden terjadi saat ia mencoba menyambut umpan silang dari Alexis Saelemaekers dan berbenturan keras dengan kiper Parma, Edoardo Corvi.

Pertandingan sempat terhenti cukup lama karena tim medis harus memberikan pertolongan pertama di lapangan. Loftus-Cheek terlihat sadar, namun ia harus ditandu keluar dengan penyangga leher. Dari tayangan ulang, terlihat darah mengalir dari wajahnya, yang memunculkan dugaan adanya cedera di bagian tulang atau gigi.

Laporan dari media Italia menyebutkan bahwa sang pemain diduga mengalami patah tulang alveolar, yaitu bagian tulang rahang yang menopang gigi. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait durasi pemulihan, cedera tersebut diperkirakan membuatnya absen cukup lama.

Dampak Besar untuk Perburuan Gelar

Absennya Loftus-Cheek jelas jadi kerugian besar bagi Milan. Sepanjang musim ini, ia tampil dalam 27 pertandingan dengan kontribusi tiga gol dan satu assist. Kehadirannya di lini tengah memberi keseimbangan antara kekuatan fisik dan kreativitas.

Di tengah persaingan ketat menuju Scudetto, kehilangan satu pemain penting bisa sangat berpengaruh. Milan kini bukan hanya harus mengejar ketertinggalan poin dari Inter, tetapi juga beradaptasi tanpa salah satu gelandang kuncinya. Jika tidak segera bangkit, peluang mereka untuk terus bersaing di papan atas bisa semakin menipis.

Situasi ini membuat sisa musim terasa makin berat bagi Rossoneri. Bukan cuma soal taktik dan strategi, tapi juga soal mental dan kedalaman skuad untuk menghadapi tekanan hingga akhir kompetisi.