Arenabetting – Kekalahan Newcastle United dari Manchester City di leg kedua semifinal Piala Liga Inggris bikin banyak orang garuk kepala. Bukan cuma karena skor 1-3 yang cukup telak, tapi juga karena gaya bermain The Magpies dinilai makin tidak jelas arah dan identitasnya.
Bermain di Etihad Stadium, Newcastle sudah tertinggal tiga gol di babak pertama. Omar Marmoush tampil ganas dengan dua gol, sementara satu gol lain disumbang Tijjani Reijnders. Newcastle hanya mampu membalas lewat Anthony Elanga, itu pun belum cukup buat menyelamatkan muka tim tamu.
Babak Pertama Jadi Mimpi Buruk
Sejak peluit awal dibunyikan, Man City langsung mengontrol permainan. Newcastle terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Lini tengah kalah duel, lini belakang panik, dan transisi dari bertahan ke menyerang sering berantakan.
Secara statistik, Newcastle memang mencatatkan 12 tembakan, dengan tujuh di antaranya berasal dari situasi open play. Tapi angka itu tidak sepenuhnya mencerminkan ancaman nyata. Banyak peluang datang dalam posisi yang kurang ideal, minim ketenangan, dan gampang dibaca lini belakang City.
Alih alih tampil berani, Newcastle justru terlihat ragu. Build up berjalan lambat, pergerakan tanpa bola minim, dan serangan balik yang biasanya jadi senjata andalan malah jarang terlihat tajam.
Pemilihan Pemain Ikut Dipertanyakan
Mantan pemain Man City, Micah Richards, ikut menyoroti performa Newcastle. Ia menilai tim tersebut sebenarnya punya peluang, tapi gagal memaksimalkannya. Menurutnya, ada masalah dalam kecocokan pemain dengan sistem yang dipakai.
Richards menyampaikan bahwa Nick Woltemade adalah pemain bagus, namun gaya mainnya dianggap kurang pas dengan pendekatan taktik Newcastle. Ia melihat saat tim mencoba melakukan transisi cepat ke depan, peran Woltemade justru tidak terlalu terlihat.
Ia juga menambahkan bahwa permainan Newcastle mulai terasa lebih hidup ketika Wissa masuk. Dari situ terlihat bahwa tim butuh sosok yang lebih aktif bergerak dan agresif menekan pertahanan lawan.
Newcastle Harus Temukan Identitas
Richards menekankan bahwa Newcastle perlu segera menentukan identitas permainan mereka. Ia menilai kalau tim ingin tetap menjadikan Woltemade sebagai ujung tombak, maka harus ada penyesuaian taktik agar sang pemain bisa lebih terlibat dalam alur serangan.
Masalahnya bukan cuma soal kalah dari Man City, karena itu hal yang masih bisa dimaklumi. Yang bikin khawatir justru arah permainan yang terlihat belum matang. Jika ingin bersaing di papan atas dan kompetisi piala, Newcastle wajib menemukan kembali ciri khas mereka yang agresif, cepat, dan tajam dalam serangan balik.


