Arenabetting – Arsenal punya catatan yang kurang menyenangkan saat bertemu Bournemouth musim lalu. Dua pertemuan, dua kekalahan. Fakta ini tentu masih membekas di benak Mikel Arteta dan pasukannya jelang pertemuan terbaru di Liga Inggris. Kali ini, laga Bournemouth vs Arsenal bakal digelar di Vitality Stadium pada Minggu (4/1/2026) dini hari WIB, dan The Gunners wajib datang dengan persiapan ekstra matang.
Musim lalu, Arsenal tumbang dua kali dengan cara yang berbeda, tapi sama-sama menyakitkan. Kekalahan tersebut menjadi pengingat bahwa meremehkan lawan bisa berujung petaka, tak peduli siapa pun status di klasemen.
Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Kekalahan paling pahit terjadi saat Arsenal bertandang ke markas Bournemouth. Dalam laga tersebut, Meriam London sebenarnya mencoba mengontrol permainan. Namun situasi berubah drastis ketika William Saliba harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah diganjar kartu merah langsung di menit ke-30.
Bermain dengan 10 orang membuat Arsenal kehilangan keseimbangan. Setelah turun minum, Bournemouth memanfaatkan situasi dengan sangat efektif dan mencetak dua gol tanpa balas. Kekalahan 2-0 itu jadi tamparan keras, terutama karena Arsenal sejatinya sempat menciptakan beberapa peluang sebelum insiden kartu merah terjadi.
Sempat Unggul, Tapi Kehilangan Fokus
Cerita berbeda terjadi saat Arsenal menjamu Bournemouth di Emirates Stadium. Pada laga tersebut, Arsenal tampil dominan di babak pertama dan berhasil unggul 1-0. Banyak yang mengira laga akan berjalan mulus, namun kenyataan berkata lain.
Memasuki babak kedua, Bournemouth tampil lebih agresif dan memanfaatkan celah di lini belakang Arsenal. Dua gol balasan tercipta, dan Arsenal harus menelan kekalahan 1-2 di kandang sendiri. Hasil ini menegaskan satu hal penting: keunggulan skor tak berarti apa-apa tanpa fokus penuh hingga peluit akhir.
Arteta Tekankan Rasa Hormat ke Lawan
Menjelang pertemuan kali ini, Arteta menilai dua laga musim lalu memberi pelajaran berharga. Ia melihat kekalahan tersebut datang dari situasi yang sangat berbeda, mulai dari kartu merah hingga hilangnya kontrol permainan di babak kedua.
Arteta juga menekankan pentingnya menghormati Bournemouth. Meski performa mereka musim ini belum sepenuhnya stabil, gaya bermain yang diterapkan Andoni Iraola dinilai menyulitkan banyak tim besar. Menurutnya, Bournemouth kerap tampil kompetitif meski hasil akhir belum selalu berpihak.
Ujian Kedewasaan Arsenal
Laga ini bukan cuma soal tiga poin, tapi juga ujian kedewasaan Arsenal. Jika ingin benar-benar bersaing di papan atas, The Gunners harus belajar dari masa lalu. Disiplin, fokus, dan rasa hormat pada lawan jadi kunci agar mimpi buruk musim lalu tak terulang.
Pertanyaannya sekarang, apakah Arsenal sudah cukup dewasa untuk membalikkan cerita? Jawabannya akan terlihat di Vitality Stadium.


