Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Posisi Frank di Spurs Disorot, Nama Xabi Alonso Mulai Muncul

Arenabetting – Tottenham Hotspur lagi-lagi jadi bahan perbincangan setelah performa mereka terus menurun di Liga Inggris. Kali ini, sorotan tertuju ke kursi pelatih yang ditempati Thomas Frank. Banyak pihak menilai, proyek yang dibangun bersama pelatih asal Denmark itu belum berjalan sesuai harapan, bahkan mulai dianggap salah arah.

Didatangkan dari Brentford di awal musim, Frank awalnya diharapkan bisa membawa angin segar ke London Utara. Reputasinya sebagai pelatih yang jago meramu tim dengan sumber daya terbatas jadi alasan utama Spurs merekrutnya. Namun setelah puluhan laga berjalan, hasil di lapangan justru belum bikin fans tenang.

Hasil Tak Stabil, Tekanan Makin Kencang

Dari lebih dari 30 pertandingan yang sudah dijalani, Spurs hanya mampu mencatatkan kemenangan di sebagian kecil laga. Sisanya diisi dengan hasil imbang dan kekalahan, yang membuat posisi mereka terpuruk di papan bawah klasemen. Kekalahan dari West Ham di laga terakhir jadi pemicu utama gelombang kritik yang makin keras.

Sejumlah mantan pemain Tottenham ikut menyuarakan kekecewaan. Mereka menilai permainan Spurs terlihat datar dan sulit berkembang. Tim dianggap gagal menunjukkan identitas permainan yang jelas, sementara para pemain dinilai belum tampil maksimal di bawah arahan Frank.

Kritik juga mengarah pada kurangnya kemampuan Frank dalam memaksimalkan potensi skuad yang sebenarnya cukup kompetitif. Dalam beberapa laga besar, Spurs justru terlihat kalah mental dan mudah kehilangan kontrol permainan. Situasi ini membuat sebagian fans mulai kehilangan kesabaran.

Xabi Alonso Masuk Radar Alternatif

Di tengah derasnya kritik, muncul nama Xabi Alonso sebagai sosok yang dianggap cocok untuk membangkitkan Spurs. Mantan gelandang top itu baru saja berpisah dengan Real Madrid setelah mengalami kesulitan mengendalikan ruang ganti. Meski masa jabatannya di Madrid tak berjalan mulus, banyak yang masih percaya Alonso punya potensi besar sebagai pelatih.

Beberapa pengamat menilai gaya bermain Alonso yang mengedepankan penguasaan bola dan pressing rapi bisa lebih sesuai dengan karakter pemain Spurs. Selain itu, karismanya sebagai mantan pemain kelas dunia diyakini bisa memberi dampak positif di ruang ganti.

Meski begitu, peluang mendatangkan Alonso juga dianggap tidak mudah. Persaingan dari klub-klub lain dan proyek jangka panjang yang ia inginkan bisa jadi penghalang besar bagi Tottenham.

Masa Depan Spurs Masih Abu-Abu

Saat ini, Tottenham masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen dan belum sepenuhnya aman dari ancaman papan bawah. Jarak poin dengan zona degradasi memang belum terlalu mepet, tapi jika tren buruk berlanjut, situasi bisa cepat berubah.

Manajemen klub kini berada di posisi sulit: bertahan dengan Frank sambil berharap ada perubahan, atau mengambil risiko dengan mengganti pelatih di tengah musim. Apa pun keputusannya, satu hal yang jelas, Spurs butuh perubahan besar kalau ingin kembali bersaing di papan atas.