Arenabetting – Thibaut Courtois masih jadi sosok krusial di bawah mistar Real Madrid. Meski kontraknya baru akan berakhir pada musim panas 2027, manajemen Los Blancos kabarnya sudah mulai memikirkan masa depan sang penjaga gawang. Bukan untuk mencari pengganti, tapi justru berharap ia tetap bertahan lebih lama.
Sejak bergabung pada 2018, Courtois menjelma menjadi tembok kokoh di Santiago Bernabéu. Dalam kurun waktu tersebut, ia telah membantu Madrid mengoleksi 12 trofi, termasuk tiga gelar LaLiga dan dua trofi Liga Champions. Kontribusinya bukan sekadar angka, melainkan juga momen-momen krusial di laga besar.
Pilar Utama yang Sulit Digantikan
Di usia 33 tahun, Courtois dinilai masih berada di level tertinggi. Para petinggi klub disebut meyakini bahwa pengalaman dan kualitasnya tetap layak diandalkan untuk beberapa musim ke depan. Dengan total 323 penampilan bersama Madrid, jam terbangnya jelas bukan kaleng-kaleng.
Real Madrid dikenal jarang panik dalam urusan regenerasi. Namun untuk posisi kiper utama, mereka tampaknya belum benar-benar siap berpisah dengan Courtois. Stabilitas yang ia berikan dianggap terlalu penting untuk dilepas begitu saja.
Performa konsisten di laga domestik maupun Eropa membuat namanya tetap berada di daftar tak tergantikan. Dalam pertandingan besar, refleks dan ketenangannya sering menjadi pembeda.
Lunin Belum Sepenuhnya Diyakini
Sebenarnya Madrid memiliki opsi lain dalam diri Andriy Lunin. Kiper asal Ukraina itu beberapa kali mendapat kesempatan tampil, terutama saat Courtois absen. Namun, internal klub disebut masih meragukan apakah Lunin sudah siap menjadi nomor satu secara permanen.
Situasi tersebut terlihat dari kebijakan transfer Madrid dalam beberapa musim terakhir. Mereka tidak agresif memburu kiper top di bursa transfer, seolah memberi sinyal bahwa kepercayaan penuh masih tertuju pada Courtois.
Artinya, jika Courtois memutuskan bertahan lebih lama, Madrid kemungkinan besar akan menyambutnya dengan tangan terbuka.
Regenerasi Masih Jauh
Di level akademi, ada nama Fran Gonzalez, kiper muda berusia 20 tahun lulusan Castilla. Ia disebut-sebut sebagai calon penerus di masa depan. Namun, ekspektasi terhadapnya masih bersifat jangka panjang.
Madrid tampaknya tak ingin terburu-buru dalam proses transisi. Posisi penjaga gawang memang berbeda dibanding posisi lain; pengalaman sering kali lebih berharga daripada sekadar potensi.
Dengan situasi ini, masa depan Courtois jadi topik menarik. Jika ia merasa masih mampu bersaing di level tertinggi, peluang perpanjangan kontrak sangat terbuka. Bagi Madrid, mempertahankan kiper berpengalaman jelas lebih aman ketimbang mengambil risiko besar.
Satu hal yang pasti, Los Blancos belum benar-benar siap kehilangan tembok terakhir mereka. Selama Courtois masih berdiri tegak di bawah mistar, rasa aman itu tetap ada.


