Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Rodri Kembali Main, Tapi Manchester City Justru Sulit Menang

Arenabetting – Manchester City lagi ada di fase yang bikin dahi berkerut. Biasanya, kehadiran Rodri di lini tengah identik dengan stabilitas dan kemenangan. Tapi musim ini, ceritanya agak beda. Setelah sang gelandang bertahan comeback dari cedera, performa City justru belum balik ke versi paling menakutkan.

Comeback yang Belum Berujung Manis

Rodri sempat menepi lama akibat cedera ACL musim lalu. Saat baru mulai bangkit, dia kembali kena masalah hamstring di awal musim ini dan harus absen lagi cukup lama. Ketika akhirnya bisa turun ke lapangan, ekspektasi jelas tinggi karena perannya krusial dalam skema Pep Guardiola.

Namun, hasil di lapangan belum sejalan dengan harapan. Di ajang Liga Champions, Rodri bahkan harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima dua kartu kuning saat City kalah 1-3 dari Bodo/Glimt. Kekalahan itu makin menambah daftar hasil kurang oke City saat Rodri ikut bermain.

Statistik yang Bikin Kaget

Kalau lihat angka, situasinya cukup mengejutkan. Di Liga Inggris, Rodri sudah tampil sekitar 10 kali musim ini. Dari laga-laga itu, City hanya meraih tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan ini jelas tidak mencerminkan dominasi City seperti musim-musim sebelumnya.

Di Liga Champions pun polanya mirip. Dari tiga pertandingan yang diikuti Rodri, City hanya menang sekali, sekali imbang, dan sekali kalah. Bandingkan dengan periode ketika Rodri absen, justru City bisa mengoleksi lebih banyak kemenangan di liga domestik.

Fakta ini bukan berarti Rodri jadi penyebab utama hasil buruk, tapi lebih ke menunjukkan bahwa City belum sepenuhnya menemukan ritme terbaik saat dia kembali ke starting XI.

Dampak Cedera dan Masalah Rotasi

Cedera panjang jelas berpengaruh ke performa siapa pun, termasuk pemain sekelas Rodri. Pemain berusia 29 tahun itu mungkin masih butuh waktu untuk kembali ke level fisik dan mental seperti sebelum cedera ACL. Padahal, sebelumnya ia dikenal hampir selalu konsisten, jarang bikin kesalahan, dan jadi penyeimbang utama di tengah.

Situasi makin rumit karena opsi lain juga terbatas. Pep Guardiola sempat memberi kepercayaan ke Nico Gonzalez untuk mengisi peran serupa, tapi gelandang muda itu kemudian mengalami cedera otot paha. Alhasil, rotasi di posisi pivot jadi tidak ideal.

Padahal, sejak bergabung pada 2019, Rodri adalah salah satu pilar utama City. Ia sudah membantu klub meraih hampir semua gelar penting, termasuk Liga Champions, dan bahkan sempat meraih Ballon d’Or. Standarnya memang tinggi, jadi wajar kalau publik berharap banyak.

Sekarang, tantangan City adalah menemukan keseimbangan antara memberi Rodri menit bermain untuk mengembalikan sentuhannya, sambil tetap menjaga hasil di papan skor. Kalau ritme sudah ketemu, bukan tidak mungkin City bakal kembali ke mode “susah dikalahkan” seperti dulu.