Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Roy Keane Masih Ragu dengan Carrick, MU Dinilai Butuh Sosok Lebih Matang

Arenabetting – Manchester United sedang berada dalam momentum positif, tapi tidak semua pihak ikut larut dalam euforia. Di tengah pujian yang mengalir deras untuk Michael Carrick, legenda Setan Merah Roy Keane justru memilih bersikap skeptis. Ia menilai MU masih membutuhkan pelatih dengan jam terbang tinggi, bukan sekadar solusi jangka pendek.

Awal Menjanjikan Carrick di Old Trafford

Michael Carrick resmi ditunjuk sebagai caretaker Manchester United pada Januari 2026. Ia menggantikan Ruben Amorim yang harus angkat kaki lebih cepat dari Old Trafford. Penunjukan ini sempat menimbulkan tanda tanya, mengingat Carrick relatif minim pengalaman melatih di level tertinggi.

Namun, debut Carrick berjalan di luar dugaan. Dalam dua laga pertamanya, MU langsung meraih hasil sempurna. Setan Merah sukses menaklukkan Manchester City dengan skor 2-0 di Old Trafford, lalu melanjutkannya dengan kemenangan dramatis 3-2 di kandang Arsenal yang saat itu memuncaki klasemen Liga Inggris.

Dampak Langsung ke Klasemen

Dua kemenangan besar tersebut langsung mendongkrak posisi MU di papan klasemen. Manchester United kini menempati peringkat keempat dengan 38 poin, unggul tipis dari Chelsea dan Liverpool. Situasi ini membuat atmosfer di ruang ganti berubah, dengan kepercayaan diri para pemain perlahan kembali.

Tak sedikit pihak yang mulai menyuarakan agar Carrick dipertahankan sebagai manajer permanen. Meski statusnya masih interim hingga akhir musim, performa impresif ini membuat manajemen diyakini bakal mempertimbangkan opsi tersebut.

Roy Keane Tetap Tidak Terpikat

Meski demikian, pandangan berbeda datang dari Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai hasil positif Carrick belum cukup untuk membuktikan kapasitasnya sebagai manajer jangka panjang.

Keane menegaskan bahwa sekalipun MU mampu terus menang hingga akhir musim, ia tetap merasa Carrick bukan pilihan ideal. Menurutnya, klub sebesar Manchester United membutuhkan pelatih dengan pengalaman dan reputasi yang lebih besar untuk menghadapi tekanan di level tertinggi.

Pengalaman Jadi Sorotan Utama

Keraguan Keane bukan tanpa dasar. Manchester United memang menjadi klub besar pertama yang ditangani Michael Carrick sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Carrick lebih banyak menimba pengalaman bersama Middlesbrough di Championship pada periode 2022 hingga 2025.

Meski pengalaman tersebut memberi bekal penting, Keane menilai itu belum cukup untuk langsung memimpin klub sekelas MU dalam jangka panjang. Baginya, konsistensi dan rekam jejak di level elite tetap menjadi faktor utama.

Masa Depan Carrick Masih Terbuka

Situasi ini menempatkan Carrick dalam posisi unik. Di satu sisi, ia mendapat dukungan dari hasil dan sebagian publik. Di sisi lain, kritik dari figur sekelas Roy Keane menunjukkan bahwa jalan menuju kursi manajer permanen masih panjang.

Bagi Carrick, satu-satunya cara menjawab keraguan adalah lewat performa di lapangan. Jika Manchester United mampu terus tampil stabil dan kompetitif, perdebatan soal siapa yang paling pantas memimpin Setan Merah akan semakin menarik untuk diikuti.