Arenabetting – Derby Madrid di semifinal Piala Super Spanyol 2026 bukan cuma soal adu taktik di lapangan, tapi juga panas di pinggir lapangan. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf kepada winger Real Madrid, Vinicius Junior, setelah keduanya terlibat adu mulut di tengah pertandingan.
Atletico harus mengakui keunggulan rival sekota dengan skor 1-2. Namun, yang paling disorot justru momen ketika Simeone melontarkan komentar yang menyentil masa depan Vinicius di Madrid, yang langsung bikin suasana makin panas.
Sindiran yang Bikin Situasi Meledak
Dalam satu momen di tepi lapangan, Simeone sempat mengeluarkan kalimat bernada provokatif ke arah Vinicius. Ucapannya menyinggung soal kemungkinan presiden klub, Florentino Perez, bakal melepas sang winger di masa depan. Sindiran itu jelas menyasar situasi kontrak Vinicius yang memang sedang jadi bahan spekulasi.
Seperti diketahui, kontrak Vinicius Junior di Real Madrid akan habis tahun depan. Proses negosiasi perpanjangan kontrak kabarnya belum menemui titik temu, sehingga masa depannya masih abu-abu. Komentar Simeone pun dianggap menekan mental pemain yang sedang berada dalam situasi sensitif.
Akibatnya, Vinicius terlihat terpancing emosi dan hampir mendatangi Simeone saat dirinya ditarik keluar. Ketegangan pun merembet ke bangku cadangan dan melibatkan staf dari kedua tim, membuat derby makin panas dari biasanya.
Simeone Menyesal, Akui Sikapnya Keliru
Menjelang laga Atletico Madrid melawan Deportivo La Coruna di Copa del Rey, Simeone akhirnya buka suara. Ia mengakui bahwa dirinya menyesal telah melontarkan komentar tersebut. Menurutnya, ia tidak seharusnya menempatkan diri dalam situasi yang bisa memperkeruh suasana, apalagi dalam pertandingan sebesar derby.
Pelatih yang akrab disapa El Cholo itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada Florentino Perez dan Vinicius atas insiden yang mereka alami. Ia menilai apa yang terjadi adalah kesalahannya sendiri dan mengakui bahwa tindakannya tidak pantas untuk dilakukan di tengah pertandingan.
Meski begitu, Simeone menegaskan bahwa ia tidak meminta pengampunan. Baginya, yang terpenting adalah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas ucapannya, tanpa perlu memperpanjang drama di luar lapangan.
Sportivitas Tetap di Atas Segalanya
Dalam pernyataannya, Simeone juga menegaskan bahwa Real Madrid memang pantas melaju ke final Piala Super Spanyol. Ia menilai tim yang menang memang layak lolos, terlepas dari insiden panas yang terjadi di tengah laga.
Sikap ini menunjukkan bahwa meski emosinya sempat terpancing, Simeone tetap mengakui keunggulan lawan secara sportif. Derby boleh panas, tapi respek antarprofesional tetap harus dijaga.
Insiden ini jadi pengingat bahwa tensi tinggi di laga besar bisa membuat siapa pun terpancing, termasuk pelatih berpengalaman sekaliber Simeone. Untungnya, klarifikasi dan permintaan maaf cepat diberikan, sehingga fokus kini bisa kembali ke sepak bola, bukan ke drama di pinggir lapangan.


