Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Spurs Terpuruk di Liga Inggris, Carrick Gagal, Alonso Ogah Datang

Arenabetting – Tottenham Hotspur lagi-lagi bikin fans geleng-geleng kepala. Performa mereka di Liga Inggris musim ini jauh dari kata memuaskan. Meski sempat ganti nahkoda, hasil di lapangan belum juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Situasi ini bikin manajemen Spurs disebut-sebut mulai melirik opsi lain untuk kursi pelatih.

Posisi Klasemen Bikin Waswas

Sampai pekan ke-22, Tottenham masih tertahan di papan tengah bawah. Mereka nangkring di peringkat ke-14 dengan koleksi 27 poin dari tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Jarak dengan zona degradasi juga tidak bisa dibilang aman karena hanya terpaut sekitar 10 poin dari tim di peringkat ke-18.

Di sisi lain, peluang untuk bersaing di papan atas juga makin berat. Spurs sudah tertinggal cukup jauh dari tim-tim yang bercokol di empat besar. Kondisi ini jelas jauh dari ekspektasi, apalagi setelah klub memutuskan menunjuk Thomas Frank sebagai manajer anyar menggantikan Ange Postecoglou, yang sebelumnya sukses mempersembahkan gelar Liga Europa.

Nama Carrick Sempat Masuk Radar

Situasi sulit ini membuat Tottenham dikabarkan sempat melirik Michael Carrick sebagai alternatif. Mantan gelandang yang pernah berseragam Spurs pada era 2004–2006 itu dianggap punya pemahaman soal klub dan atmosfer Premier League.

Namun, rencana itu tak berjalan mulus. Carrick lebih dulu mendapat peran penting di Manchester United sebagai manajer interim hingga akhir musim. Karena itu, Tottenham gagal mengamankan jasanya dalam waktu cepat dan harus mengubur niat untuk membawa pulang mantan pemainnya tersebut ke London Utara.

Alonso Pilih Menunggu Kesempatan Lain

Selain Carrick, nama Xabi Alonso juga ikut dikaitkan dengan Spurs. Meski pengalaman melatihnya masih tergolong singkat, Tottenham disebut yakin Alonso punya potensi besar untuk membawa tim kembali ke jalur persaingan papan atas.

Sayangnya, pendekatan itu juga tidak membuahkan hasil. Alonso dikabarkan belum tertarik melatih Tottenham dan lebih memilih menunggu peluang yang dianggap lebih sesuai dengan rencana kariernya. Jika nantinya kembali ke Premier League, ia disebut lebih membuka peluang untuk klub tertentu yang sudah lama masuk dalam daftar tunggunya.

Masa Depan Spurs Masih Penuh Tanda Tanya

Dengan kondisi seperti ini, masa depan Tottenham masih terasa abu-abu. Thomas Frank memang punya reputasi bagus saat menangani Brentford, tapi tekanan di Spurs jelas beda level. Jika hasil tak segera membaik, wajar kalau isu pergantian pelatih bakal terus berhembus.

Bagi fans, yang paling diharapkan tentu bukan sekadar rumor nama besar, tapi perubahan nyata di lapangan. Tanpa konsistensi dan arah yang jelas, Tottenham berisiko terus berkutat di papan tengah, jauh dari ambisi mereka untuk kembali jadi penantang serius di Liga Inggris.