Arenabetting – Virgil van Dijk menilai kritik dalam sepakbola memang wajar, tetapi cara penyampaiannya kini dinilai makin mengkhawatirkan. Bek sekaligus kapten Liverpool itu disebut merasa para komentator dan pundit perlu lebih berhati-hati karena ucapan mereka bisa berdampak besar, terutama bagi pemain muda.
Dalam sebuah perbincangan dengan Gary Neville, Van Dijk dikabarkan menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi masih mampu menghadapi kritik keras. Namun ia disebut mulai memikirkan generasi pemain berikutnya yang tumbuh di era media sosial, di mana komentar negatif bisa menyebar sangat cepat dan sulit dikendalikan.
Kritik Dianggap Berubah Jadi Sensasi
Van Dijk disebut memahami bahwa kritik adalah bagian tak terpisahkan dari sepakbola profesional. Pemain tampil di panggung besar dan penilaian publik tidak bisa dihindari. Meski begitu, ia menilai sebagian kritik kini sudah melewati batas dan lebih terasa seperti upaya mencari perhatian.
Menurutnya, ada kecenderungan sebagian komentar dibuat agar terdengar provokatif dan menarik klik, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi mental pemain. Apalagi, pemain muda saat ini hidup di lingkungan digital yang membuat mereka terus-menerus terpapar opini publik.
Ia juga menilai bahwa saran agar pemain menjauhi media sosial tidak selalu realistis. Dalam pandangannya, pemain muda cenderung melihat pujian saat tampil bagus, tetapi saat performa menurun dan kritik berdatangan, dampaknya bisa jauh lebih berat secara psikologis.
Tanggung Jawab Mantan Pemain
Bek asal Belanda itu disebut merasa para pundit yang merupakan mantan pemain top seharusnya punya tanggung jawab moral lebih besar. Mereka dianggap sudah pernah merasakan tekanan sebagai pemain, sehingga dinilai seharusnya lebih paham bagaimana komentar tajam bisa memengaruhi mental seseorang.
Van Dijk juga menilai situasi ini berpotensi makin buruk ke depannya. Perkembangan media sosial dan budaya judul sensasional disebut membuat para pemain semakin sulit menghindari sorotan, baik saat tampil gemilang maupun ketika melakukan kesalahan.
Isu yang Makin Relevan di Era Digital
Pernyataan Van Dijk muncul di tengah maraknya perdebatan soal kesehatan mental atlet profesional. Ia disebut berharap ada kesadaran lebih besar dari para pengamat sepakbola untuk menyeimbangkan kritik dengan empati.
Baginya, menjaga kualitas analisis tetap penting, tetapi cara penyampaian juga perlu diperhatikan. Dengan begitu, perkembangan pemain muda bisa tetap terjaga tanpa harus dibayangi tekanan berlebihan dari luar lapangan.


