Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

VAR Terlalu Ikut Campur, Montolivo Nilai Wasit Serie A Kehilangan Wibawa

Arenabetting – Serie A kembali jadi bahan perbincangan, bukan karena gol spektakuler atau persaingan klasemen, tapi gara-gara keputusan wasit dan VAR yang menuai kontroversi. Dalam beberapa laga terakhir, intervensi Video Assistant Referee dinilai terlalu berlebihan dan justru memicu kebingungan. Mantan gelandang AC Milan dan Fiorentina, Riccardo Montolivo, ikut angkat suara soal situasi ini.

Kontroversi VAR Muncul Bertubi-tubi

Sorotan tajam mengarah ke kinerja wasit dan VAR setelah sejumlah keputusan kontroversial terjadi dalam satu pekan. Salah satu yang paling ramai dibahas datang dari laga Napoli kontra Verona. Gol Rasmus Hojlund dianulir setelah VAR menilai ada handball dalam prosesnya.

Keputusan tersebut memicu kemarahan Antonio Conte. Pelatih Napoli itu menilai sentuhan tangan Hojlund terjadi secara refleks dan sulit dihindari. Situasi ini kembali memunculkan perdebatan soal batasan handball yang dianggap makin abu-abu.

Drama Penalti di Laga Lazio vs Fiorentina

Kontroversi lain terjadi di pertandingan Lazio melawan Fiorentina. Pada satu momen, Lazio merasa dirugikan karena tidak mendapatkan penalti saat Mario Gila terlihat ditarik oleh Marin Pongracic. Namun ironisnya, di sisi lain Fiorentina justru mendapat hadiah penalti.

Keputusan itu diambil setelah VAR menilai Albert Gudmundsson dilanggar, meski banyak yang menilai sang pemain justru sengaja mencari kontak dengan membenturkan kakinya ke Gila. Situasi ini semakin memperkuat anggapan bahwa VAR terlalu jauh mencampuri penilaian wasit di lapangan.

Montolivo Soroti Peran VAR yang Kebablasan

Riccardo Montolivo menilai masalah utama bukan pada teknologi VAR, melainkan cara penggunaannya. Menurutnya, wasit di lapangan seharusnya tetap menjadi pemegang kendali utama dalam mengambil keputusan. VAR idealnya hanya berperan sebagai alat bantu, bukan penentu segalanya.

Montolivo melihat adanya pergeseran kekuasaan. Wasit utama dianggap makin kehilangan otoritas, sementara wasit VAR justru punya pengaruh lebih besar. Kondisi ini dinilai tidak sehat dan berpotensi menimbulkan lebih banyak kontroversi.

Perbedaan Persepsi Jadi Biang Masalah

Salah satu hal yang disorot Montolivo adalah seringnya terjadi perbedaan sudut pandang antara wasit lapangan dan VAR. Situasi yang bagi wasit utama terlihat wajar, justru dianggap pelanggaran setelah ditinjau ulang. Hal inilah yang membuat keputusan akhir terasa inkonsisten.

Menurut Montolivo, VAR seharusnya hanya turun tangan ketika ada kesalahan besar dan jelas. Jika masih dalam ranah interpretasi, keputusan sebaiknya tetap dihormati.

Serie A Butuh Pembenahan Serius

Rentetan kontroversi ini jadi alarm bagi Serie A. Jika penggunaan VAR tidak segera dievaluasi, kepercayaan terhadap wasit bisa terus menurun. Sepak bola yang seharusnya mengalir justru terjebak dalam perdebatan panjang.

VAR memang penting, tapi harus digunakan dengan bijak. Seperti yang disorot Montolivo, teknologi seharusnya menyelamatkan wasit, bukan mengambil alih perannya. Tanpa keseimbangan itu, kontroversi di Serie A tampaknya masih akan terus berlanjut.