Arenabetting – Viktor Gyokeres datang ke Arsenal dengan label solusi masalah ketajaman. Harapannya sederhana: menghadirkan gol dan memberi dimensi baru di lini serang. Namun sejauh ini, performa penyerang asal Swedia tersebut justru jauh dari kata memuaskan. Alih-alih jadi pembeda, Gyokeres masih kesulitan menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Minim Kontribusi Saat Lawan Manchester United
Masalah Gyokeres kembali terlihat saat Arsenal menjamu Manchester United di Emirates Stadium pada Minggu, 25 Januari 2026. Ia masuk pada menit ke-58 untuk menggantikan Gabriel Jesus, dengan ekspektasi bisa mengubah jalannya laga. Sayangnya, kehadirannya tak banyak berarti.
Selama berada di lapangan, Viktor Gyokeres hanya mencatatkan satu percobaan tembakan. Ia nyaris tak terlibat dalam skema serangan dan gagal memberi tekanan berarti ke lini belakang lawan. Arsenal pun akhirnya harus menelan kekalahan 2-3, meski sempat unggul lebih dulu di babak pertama.
Hasil tersebut membuat posisi Arsenal di puncak klasemen jadi kurang aman. Jarak mereka dengan Manchester City di posisi kedua kini terpangkas dari tujuh poin menjadi empat.
Statistik yang Makin Mengkhawatirkan
Penampilan melempem di laga besar bukan kejadian satu kali. Sejak September, Gyokeres baru mampu mencetak dua gol di Premier League. Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam 11 pertandingan liga terakhir, ia belum sekalipun mencetak gol dari permainan terbuka.
Ironisnya, di ajang lain Gyokeres justru sempat mencicipi gol open play. Ia mencetak satu gol di Liga Champions saat menghadapi Inter dan satu gol lagi di Carabao Cup melawan Chelsea. Namun konsistensi yang diharapkan di kompetisi domestik tak kunjung hadir.
Secara keseluruhan, Gyokeres baru mengoleksi sembilan gol dari 27 pertandingan di semua ajang. Jumlah tersebut membuatnya sejajar dengan Gabriel Martinelli sebagai top skor tim, namun angka itu belum mencerminkan peran seorang striker utama.
Arsenal Terlalu Bergantung Bola Mati
Masalah Gyokeres makin terasa karena Arsenal saat ini sangat bergantung pada situasi bola mati. Dari total 74 gol yang dicetak musim ini, hampir setengahnya lahir dari skema set piece. Ketika permainan terbuka buntu, Arsenal kerap kehabisan ide.
Di sinilah peran Gyokeres seharusnya krusial. Ia diharapkan bisa menjadi pemecah kebuntuan, menarik perhatian bek lawan, dan membuka ruang bagi pemain lain. Namun sejauh ini, kontribusi tersebut belum terlihat konsisten.
Waktu Terus Berjalan
Tekanan terhadap Gyokeres jelas semakin besar. Arsenal membutuhkan ketajaman yang stabil, bukan hanya kerja keras tanpa hasil. Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin sorotan akan makin tajam, baik dari publik maupun internal klub.
Pertanyaannya kini sederhana: kapan Gyokeres benar-benar menemukan sentuhannya dan menjawab kepercayaan yang sudah diberikan Arsenal? Tanpa peningkatan signifikan, The Gunners bisa terus dirugikan oleh tumpulnya lini depan di momen-momen krusial.


