Arenabetting – Liverpool kembali mendapat alarm serius pada pramusim setelah kalah 2-4 dari Leeds United. Kekalahan tersebut bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga memperlihatkan masalah lama yang masih menghantui lini belakang The Reds, terutama ketika menghadapi situasi bola mati.
Liverpool berhadapan dengan Leeds di Soldier Field Stadium, Chicago, Senin (3/8/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol melalui Luke Chambers dan Florian Wirtz, Liverpool justru kehilangan kendali setelah jeda dan kebobolan empat gol.
Dua gol Leeds lahir melalui situasi lemparan ke dalam jarak jauh yang dilakukan Ethan Ampadu. Dominik Szoboszlai menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan karena Liverpool masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki pertahanan sebelum musim resmi dimulai.
Masalah Bola Mati Belum Teratasi
Liverpool sebenarnya sudah memiliki catatan buruk dalam mengantisipasi bola mati sejak musim lalu. Situasi tersebut menjadi salah satu kelemahan yang cukup sering dimanfaatkan lawan untuk menciptakan peluang berbahaya di depan gawang.
Pada Premier League 2025/2026, Liverpool menjadi tim yang paling banyak kebobolan melalui bola mati dengan total 20 gol. Jumlah tersebut mencapai 37,7 persen dari seluruh gol yang bersarang ke gawang mereka sepanjang kompetisi.
Catatan itu tentu menjadi perhatian karena pertahanan bola mati bisa sangat menentukan dalam pertandingan dengan margin tipis. Kesalahan kecil dalam menjaga pemain atau membaca arah bola dapat langsung berujung pada gol.
Leeds Kembali Membuka Luka Lama
Pertandingan melawan Leeds memperlihatkan bahwa masalah tersebut belum sepenuhnya selesai. Liverpool dua kali gagal mengantisipasi lemparan jauh Ampadu hingga menghasilkan gol untuk lawan.
Situasi tersebut semakin mengecewakan karena Liverpool sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan baik. Keunggulan dua gol membuat mereka berada dalam posisi nyaman, tetapi pertahanan yang rapuh setelah jeda membuat keadaan berubah drastis.
Szoboszlai menilai setiap pemain harus lebih disiplin ketika menghadapi bola mati. Menurutnya, seluruh anggota tim memiliki tanggung jawab untuk memastikan lawan tidak mendapatkan ruang yang bisa dimanfaatkan.
Jika masalah ini terus berulang, Liverpool berisiko kembali kehilangan poin dari situasi sederhana. Karena itu, pembenahan harus dilakukan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Szoboszlai Minta Liverpool Segera Berbenah
Szoboszlai memahami bahwa kesalahan masih mungkin terjadi dalam pertandingan. Namun, ia menilai respons setelah melakukan kesalahan menjadi hal yang jauh lebih penting bagi Liverpool.
Gelandang asal Hungaria itu meminta rekan-rekannya meningkatkan perhatian terhadap berbagai situasi bola mati. Selain sepak pojok, lemparan ke dalam jarak jauh juga perlu mendapat pengawalan khusus.
Liverpool masih memiliki dua pertandingan pramusim sebelum musim baru dimulai. Waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbaiki koordinasi lini belakang dan menguji kembali sistem pertahanan.
The Reds tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai masalah kecil. Pengalaman musim lalu sudah menunjukkan bahwa kelemahan bola mati dapat memberikan dampak besar terhadap perjalanan mereka.
Liverpool Tak Boleh Ulangi Kesalahan
Kegagalan mempertahankan gelar Premier League musim lalu menjadi pelajaran penting bagi Liverpool. Mereka akhirnya hanya finis di posisi kelima setelah kehilangan banyak poin dalam sejumlah pertandingan.
Masalah pertahanan menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki jika Liverpool ingin kembali bersaing di papan atas. Konsistensi dalam mengantisipasi bola mati harus menjadi bagian penting dari persiapan tim.
Pramusim memang menjadi tempat untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kesalahan. Namun, Liverpool harus memastikan kelemahan yang sama tidak kembali terlihat ketika kompetisi resmi dimulai.


