Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Lewandowski Ungkap Alasan Lamine Yamal Tak Bersinar di Piala Dunia 2026

Arenabetting – Lamine Yamal memang berhasil membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, penampilan bintang muda Barcelona itu dinilai belum mencapai level terbaiknya sepanjang turnamen berlangsung. Penilaian tersebut datang dari Robert Lewandowski yang pernah bermain bersama Yamal di Barcelona. Menurut striker asal Polandia itu, performa sang pemain belum maksimal karena datang ke Piala Dunia dalam kondisi baru pulih dari cedera. Meski begitu, Yamal tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan La Furia Roja menuju gelar juara dunia. Pemain berusia 19 tahun itu selalu mendapat kepercayaan tampil sejak fase grup hingga laga final. Cedera Jadi Kendala Besar Yamal datang ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani masa pemulihan akibat cedera hamstring. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengembalikan performa terbaik sebelum turnamen dimulai. Lewandowski menilai situasi itu sangat memengaruhi permainan Yamal. Menurutnya, pemain muda tersebut harus langsung menghadapi pertandingan berintensitas tinggi tanpa lebih dulu mendapatkan ritme bermain yang ideal. Ia menjelaskan bahwa pemain yang lama menepi tentu membutuhkan waktu untuk kembali menemukan performa terbaiknya. Apalagi, Piala Dunia tidak memberikan banyak kesempatan untuk beradaptasi. Performa Tak Sebaik Musim Sebelumnya Sepanjang Piala Dunia 2026, Yamal hanya mampu mencetak satu gol untuk Timnas Spanyol. Catatan tersebut jauh berbeda dibanding penampilannya bersama Barcelona pada musim sebelumnya. Bersama Blaugrana, Yamal tampil sangat produktif dengan mencatatkan 24 gol dan 18 assist di semua kompetisi. Kontribusi itu membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling berbahaya di Eropa. Perbedaan performa tersebut membuat banyak pihak menilai Yamal belum menunjukkan kemampuan terbaiknya selama membela Spanyol di ajang dunia. Meski statistiknya menurun, kontribusi Yamal tetap penting dalam membantu tim menjaga keseimbangan permainan hingga akhirnya meraih gelar juara. Lewandowski Yakin Yamal Akan Bangkit Lewandowski mengaku belum melihat versi terbaik dari Yamal di Piala Dunia 2026. Menurutnya, kemampuan pemain muda itu jauh lebih baik dibanding yang diperlihatkan selama turnamen berlangsung. Striker Barcelona tersebut bahkan menilai penampilan terbaik Yamal terlihat beberapa musim sebelumnya ketika kondisinya benar-benar bugar dan tampil tanpa gangguan cedera. Ia juga menjelaskan bahwa delapan pekan tanpa bermain menjadi hambatan besar bagi seorang pemain. Setelah kembali, Yamal langsung dihadapkan pada pertandingan demi pertandingan tanpa memiliki cukup waktu untuk meningkatkan kondisi fisiknya melalui latihan. Pendapat itu sekaligus menjadi alasan mengapa Lewandowski tetap optimistis Yamal akan kembali tampil lebih tajam ketika sudah benar-benar pulih. Masa Depan Yamal Masih Sangat Cerah Meski belum tampil maksimal, Yamal tetap berhasil membantu Spanyol meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah. Pengalaman tersebut diperkirakan akan menjadi modal berharga bagi perkembangan kariernya. Di usianya yang masih sangat muda, Yamal masih memiliki banyak kesempatan untuk terus berkembang dan memperbaiki kualitas permainannya di level tertinggi. Jika mampu terbebas dari cedera dan kembali menemukan performa terbaiknya bersama Barcelona maupun Timnas Spanyol, pemain muda itu diprediksi akan tetap menjadi salah satu bintang terbesar sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Lewandowski Ungkap Alasan Lamine Yamal Tak Bersinar di Piala Dunia 2026 Read More »

Deretan Rekor Penalti Lionel Messi, Dari Piala Dunia hingga LaLiga

Arenabetting – Lionel Messi dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Selain piawai mencetak gol dari permainan terbuka, kapten Timnas Argentina itu juga memiliki catatan luar biasa saat mengeksekusi tendangan penalti di berbagai kompetisi. Sepanjang kariernya, Messi berkali-kali dipercaya menjadi algojo utama baik saat membela klub maupun tim nasional. Berkat ketenangan dan akurasi yang dimilikinya, banyak rekor penalti berhasil ia ciptakan di level domestik maupun internasional. Mulai dari Piala Dunia, Liga Champions, Copa America hingga LaLiga, Messi terus menunjukkan kualitasnya sebagai eksekutor penalti yang sulit dihentikan. Catatan tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling produktif dalam sejarah sepak bola. Bersinar di Piala Dunia Piala Dunia menjadi salah satu panggung terbesar yang menghadirkan banyak momen bersejarah bagi Messi. Sejumlah gol penting yang ia cetak berasal dari titik putih ketika Argentina membutuhkan kemenangan. Keberhasilannya mengeksekusi penalti membuat Messi masuk dalam daftar pemain dengan gol penalti terbanyak di sejarah Piala Dunia. Ketenangannya di bawah tekanan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Argentina meraih gelar juara dunia. Selain itu, Messi juga tercatat mampu mencetak gol penalti di beberapa edisi Piala Dunia. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa ia selalu tampil sebagai sosok penting bagi La Albiceleste di turnamen terbesar sepak bola. Catatan Mentereng di LaLiga Selama membela Barcelona, Messi menjadi salah satu penendang penalti paling berbahaya di kompetisi LaLiga. Ia sukses mencetak puluhan gol dari titik putih dan berkali-kali menjadi penentu kemenangan tim. Kepercayaan yang diberikan rekan-rekannya tidak lepas dari kemampuan Messi membaca pergerakan kiper. Teknik tendangan yang beragam membuat lawan sering kesulitan menebak arah bola. Bersama Blaugrana, Messi juga mencatatkan rekor sebagai salah satu pemain dengan jumlah gol penalti terbanyak sepanjang sejarah LaLiga. Torehan itu melengkapi berbagai rekor individu lain yang berhasil ia ciptakan selama bermain di kompetisi Spanyol. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Messi masih dianggap sebagai legenda terbesar dalam sejarah Barcelona dan LaLiga. Liga Champions dan Copa America Tak Kalah Istimewa Di Liga Champions, Messi juga beberapa kali mencetak gol melalui tendangan penalti. Gol-gol tersebut lahir dalam pertandingan penting dan ikut membantu Barcelona meraih berbagai prestasi di level Eropa. Sementara bersama Argentina di Copa America, Messi tetap menjadi pilihan utama sebagai algojo penalti. Ia beberapa kali berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk pada laga-laga yang berlangsung di fase gugur. Kemampuan Messi menjaga ketenangan di momen krusial membuat pelatih selalu memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Tidak banyak pemain yang mampu mempertahankan konsistensi seperti yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Deretan rekor itu memperlihatkan bahwa penalti bukan sekadar peluang mencetak gol bagi Messi, tetapi juga menjadi salah satu senjata andalannya dalam menentukan hasil pertandingan. Rekor yang Sulit Disamai Hingga saat ini, Lionel Messi masih menjadi salah satu pemain dengan koleksi gol penalti terbanyak dalam sejarah sepak bola. Rekornya tersebar di berbagai kompetisi bergengsi, mulai dari Piala Dunia, Copa America, Liga Champions, hingga LaLiga. Keberhasilan tersebut lahir dari kombinasi teknik, pengalaman, dan mental yang sangat kuat ketika menghadapi tekanan besar. Tidak heran jika Messi selalu dipercaya menjadi eksekutor utama di setiap tim yang dibelanya. Dengan karier yang penuh prestasi dan rekor luar biasa, nama Lionel Messi diperkirakan akan terus dikenang sebagai salah satu penendang penalti terbaik yang pernah dimiliki dunia sepak bola.

Deretan Rekor Penalti Lionel Messi, Dari Piala Dunia hingga LaLiga Read More »

Kisah Pau Cubarsi, Anak Tukang Kayu yang Jadi Juara Piala Dunia 2026

Arenabetting – Pau Cubarsi menjadi salah satu cerita paling menarik di balik keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Di usianya yang baru 19 tahun, bek muda Barcelona itu tampil luar biasa dan berhasil mengantar negaranya berdiri di puncak dunia. Di tengah sorotan terhadap pemain-pemain bintang Spanyol, perjalanan hidup Cubarsi juga ikut mencuri perhatian. Ia bukan berasal dari keluarga pesepak bola terkenal ataupun kehidupan yang serba mewah, melainkan anak seorang tukang kayu dari sebuah desa kecil di Girona. Kesuksesan yang diraih Cubarsi menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesederhanaan bisa membawa seseorang mencapai impian terbesar. Kini, namanya tak hanya dikenal sebagai bek berbakat, tetapi juga sosok yang tetap rendah hati meski sudah menjadi juara dunia. Tampil Gemilang Bersama Timnas Spanyol Pelatih Luis de la Fuente memberikan kepercayaan besar kepada Cubarsi untuk mengisi posisi bek tengah sepanjang Piala Dunia 2026. Ia berduet dengan Aymeric Laporte yang jauh lebih berpengalaman di lini belakang. Duet keduanya tampil sangat solid selama turnamen berlangsung. Pertahanan La Furia Roja hanya kebobolan satu gol, sekaligus menjadi salah satu lini belakang terbaik di ajang tersebut. Cubarsi juga memperlihatkan kualitasnya saat membangun serangan dari belakang. Akurasi umpannya mencapai sekitar 90 persen, membuatnya menjadi bagian penting dalam permainan Spanyol sepanjang turnamen. Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Penampilan impresif Cubarsi berbuah penghargaan sebagai pemain muda terbaik Piala Dunia 2026. Pengakuan tersebut menjadi hadiah atas performa konsisten yang ditunjukkannya sejak fase awal hingga partai final. Sebelum bersinar bersama tim nasional, Cubarsi sudah lebih dulu menjadi bagian penting Barcelona sejak 2024. Bersama klub asal Catalunya itu, ia telah merasakan berbagai gelar domestik. Meski kariernya terus menanjak, kehidupan Cubarsi tidak banyak berubah. Ia memilih menjalani hidup sederhana dan tidak larut dalam kemewahan yang biasanya melekat pada pesepak bola papan atas. Sikap rendah hati itulah yang membuat banyak rekan setim maupun penggemar semakin mengagumi sosok bek muda tersebut. Tetap Sederhana Meski Sudah Jadi Bintang Cubarsi lahir di Estanyol, sebuah desa kecil di wilayah Girona. Orang tuanya bekerja sebagai tukang kayu dan menjadi sosok yang selalu mendukung perjalanan kariernya sejak kecil. Menurut laporan The Athletic, Cubarsi memberikan sebagian besar penghasilannya kepada kedua orang tuanya. Ia juga masih menyempatkan diri membantu usaha keluarga ketika memiliki waktu luang. Saat mampu membeli mobil pertamanya, Cubarsi justru memilih membelikan kendaraan baru untuk orang tuanya. Sementara dirinya tetap menggunakan mobil keluarga tanpa merasa gengsi. Di luar lapangan, pemain Barcelona itu juga dikenal sebagai sosok yang disiplin. Ia tetap menyelesaikan pendidikan dengan baik dan mendapat dukungan dari teman-temannya ketika harus meninggalkan kelas karena membela klub maupun tim nasional. Selalu Rindu Pulang ke Kampung Halaman Setiap kali memasuki masa libur kompetisi, Cubarsi memilih kembali ke kampung halamannya dibanding menikmati kehidupan mewah di kota besar. Ia lebih senang berkumpul bersama keluarga dan sahabat yang telah mengenalnya sejak kecil. Warga desa pun memperlakukan Cubarsi seperti biasa. Bagi mereka, bek muda itu tetap sosok sederhana yang tumbuh di lingkungan tersebut, bukan seorang bintang sepak bola dunia. Cubarsi juga mengaku selalu merasa tenang ketika kembali ke desanya. Momen berkumpul bersama keluarga menjadi cara terbaik untuk mengisi energi sebelum kembali menjalani aktivitas sebagai pesepak bola profesional. Di usia yang masih sangat muda, perjalanan karier Cubarsi masih terbuka lebar. Jika mampu mempertahankan performa dan sikap rendah hatinya, bek Barcelona itu berpeluang menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Kisah Pau Cubarsi, Anak Tukang Kayu yang Jadi Juara Piala Dunia 2026 Read More »

Real Madrid Ngebet Rodri, Manchester City Pasang Harga Rp2 Triliun

Arenabetting – Real Madrid kembali dikaitkan dengan Rodri setelah gelandang andalan Manchester City itu tampil impresif di Piala Dunia 2026. Penampilan apiknya bersama Timnas Spanyol membuat minat Los Blancos terhadap sang pemain kembali mencuat menjelang bursa transfer musim panas. Sebelumnya, Real Madrid sempat mengurungkan niat merekrut Rodri. Cedera ACL yang dialami pemain berusia 30 tahun itu membuat manajemen klub memilih menunggu perkembangan kondisinya sebelum mengambil keputusan. Kini situasinya mulai berubah. Rodri berhasil bangkit dari cedera dan kembali menunjukkan kualitasnya di level tertinggi. Hal itu membuat namanya lagi-lagi masuk dalam daftar incaran Real Madrid untuk memperkuat lini tengah. Manchester City Belum Ingin Kehilangan Rodri Rodri masih memiliki kontrak bersama Manchester City hingga musim panas 2027. Sampai saat ini belum ada kesepakatan baru terkait perpanjangan kontraknya bersama klub asal Inggris tersebut. Meski belum memperbarui kontrak, Manchester City masih menganggap Rodri sebagai sosok penting di lini tengah. Pengalamannya dinilai masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan permainan tim. Karena alasan itu, The Citizens tidak memiliki keinginan melepas pemain asal Spanyol tersebut dengan harga murah. Klub justru memasang nilai tinggi sebagai bentuk keseriusan mereka mempertahankan salah satu pemain terbaiknya. Harga Fantastis Jadi Tantangan Madrid Menurut laporan Tribuna, Manchester City hanya bersedia membuka pembicaraan jika ada klub yang sanggup membayar sedikitnya 100 juta euro untuk Rodri. Nilai tersebut mencapai sekitar Rp2 triliun dan jauh lebih tinggi dibanding harga pasar sang pemain yang diperkirakan berada di kisaran 55 juta euro. Perbedaan angka itu membuat banyak pihak menilai City sengaja memasang banderol tinggi agar klub peminat berpikir dua kali sebelum mengajukan penawaran resmi. Di sisi lain, langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa Manchester City belum memiliki rencana melepas Rodri dalam waktu dekat. Penampilan di Piala Dunia Bikin Nilainya Naik Rodri menjadi salah satu pemain terbaik saat membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Performa konsistennya di lini tengah mendapat banyak pujian sepanjang turnamen berlangsung. Keberhasilan itu diyakini menjadi salah satu alasan Real Madrid kembali serius memantau situasi sang gelandang. Pengalaman serta kualitas Rodri dianggap cocok untuk memperkuat sektor tengah tim. Meski usianya sudah menginjak 30 tahun, kemampuan Rodri dalam mengatur tempo permainan masih berada di level tertinggi. Hal tersebut membuatnya tetap menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa. Berkat penampilan impresifnya, nilai Rodri di mata Manchester City juga semakin meningkat sehingga klub merasa memiliki posisi tawar yang kuat. Madrid Harus Ambil Keputusan Besar Real Madrid kini dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Jika benar ingin mendapatkan Rodri, klub harus siap mengeluarkan dana dalam jumlah yang sangat besar. Sementara itu, Manchester City tetap berada di posisi yang menguntungkan karena masih mengikat Rodri dengan kontrak yang cukup panjang. Situasi tersebut membuat mereka tidak berada di bawah tekanan untuk segera menjual sang pemain. Apabila Los Blancos benar-benar mengajukan tawaran sesuai permintaan City, transfer Rodri berpotensi menjadi salah satu kesepakatan terbesar pada bursa transfer musim panas tahun ini. Namun hingga saat ini, belum ada negosiasi resmi yang diumumkan oleh kedua klub.

Real Madrid Ngebet Rodri, Manchester City Pasang Harga Rp2 Triliun Read More »

12 Pemain yang Sukses Juara Liga Champions dan Piala Dunia di Tahun yang Sama

Arenabetting – Meraih gelar Liga Champions saja sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi seorang pesepak bola. Begitu juga dengan mengangkat trofi Piala Dunia yang menjadi impian terbesar setiap pemain bersama tim nasionalnya. Namun, ada segelintir pemain yang mampu mencatat sejarah dengan memenangkan kedua kompetisi bergengsi tersebut dalam tahun yang sama. Hingga saat ini, hanya 12 pemain yang berhasil masuk dalam daftar eksklusif itu dan namanya selalu dikenang dalam sejarah sepak bola dunia. Prestasi tersebut tidak mudah diraih karena pemain harus tampil konsisten sepanjang musim bersama klub, lalu kembali menunjukkan performa terbaik saat membela negaranya di ajang Piala Dunia. Berikut daftar pemain yang sukses menorehkan pencapaian langka tersebut. Dimulai dari Generasi Bayern Munchen Tahun 1974 Daftar ini pertama kali tercipta pada 1974 ketika Bayern Munchen menjuarai Piala Champions Eropa, yang kini dikenal sebagai Liga Champions. Pada tahun yang sama, Jerman Barat juga berhasil menjadi juara Piala Dunia. Empat pemain Bayern Munchen menjadi bagian dari sejarah tersebut. Mereka adalah Sepp Maier, Franz Beckenbauer, Paul Breitner, dan Hans-Georg Schwarzenbeck yang tampil sebagai tulang punggung klub maupun tim nasional. Keberhasilan mereka menjadi awal dari catatan langka yang hingga kini belum banyak mampu disamai oleh pemain dari generasi berikutnya. Dominasi Barcelona dan Timnas Spanyol pada 2010 Prestasi serupa kembali terjadi pada 2010. Barcelona tampil luar biasa di level klub dengan menjuarai Liga Champions, sementara Timnas Spanyol berhasil meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah. Empat pemain Barcelona masuk ke dalam daftar langka tersebut, yakni Carles Puyol, Gerard Pique, Xavi Hernandez, dan Sergio Busquets. Keempat pemain itu menjadi fondasi permainan Spanyol yang dikenal lewat penguasaan bola dan umpan-umpan pendek. Kesuksesan mereka di klub berlanjut bersama tim nasional hanya dalam hitungan beberapa bulan. Dominasi tersebut membuat Barcelona dan Spanyol dikenang sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Real Madrid Sumbang Empat Nama pada 2022 Daftar eksklusif itu kembali bertambah pada 2022. Real Madrid sukses menjadi juara Liga Champions, sedangkan Argentina keluar sebagai kampiun Piala Dunia di Qatar. Empat pemain Real Madrid berhasil mengukir sejarah, yaitu Karim Benzema, Luka Modric, Eduardo Camavinga, dan Aurelien Tchouameni. Namun, hanya Camavinga dan Tchouameni yang tampil di Piala Dunia bersama Prancis, sementara Benzema harus absen karena cedera dan Modric membela Kroasia sehingga tidak memenuhi syarat daftar tersebut. Dua nama yang benar-benar melengkapi pencapaian itu adalah Camavinga dan Tchouameni setelah membawa Real Madrid juara Eropa dan menjadi bagian skuad Prancis yang melaju hingga final. Namun, daftar resmi pemain yang meraih Liga Champions dan Piala Dunia pada tahun yang sama tetap mengacu pada pemain yang benar-benar menjadi juara dunia. Karena itu, pemain Real Madrid yang masuk daftar resmi pada 2022 adalah tidak ada, sedangkan rekor terakhir tetap bertahan pada generasi sebelumnya. Daftar 12 Pemain yang Masuk Sejarah Hingga kini, hanya 12 pemain yang berhasil memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia dalam tahun kalender yang sama. Empat nama berasal dari Bayern Munchen pada 1974, yaitu Sepp Maier, Franz Beckenbauer, Paul Breitner, dan Hans-Georg Schwarzenbeck. Empat pemain lainnya datang dari Barcelona pada 2010, yakni Carles Puyol, Gerard Pique, Xavi Hernandez, dan Sergio Busquets. Empat nama terakhir berasal dari Real Madrid pada 1998 bersama Timnas Prancis, yaitu Christian Karembeu, Roberto Carlos tidak termasuk karena membela Brasil, sementara Marcel Desailly juga tidak bersama Madrid. Daftar resmi yang diakui FIFA dan UEFA mencakup Christian Karembeu, Roberto Carlos tidak masuk, sehingga total pemain yang benar-benar memenuhi syarat tetap berjumlah 12 dan menjadi salah satu pencapaian paling langka dalam sejarah sepak bola dunia.

12 Pemain yang Sukses Juara Liga Champions dan Piala Dunia di Tahun yang Sama Read More »

Resmi! Karim Adeyemi Gabung Barcelona, Hansi Flick Tambah Senjata Baru

Arenabetting – Barcelona resmi memperkuat lini serangnya dengan mendatangkan Karim Adeyemi pada bursa transfer musim panas 2026. Penyerang asal Jerman itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang akan membuatnya bertahan di Camp Nou hingga 2031. Kedatangan Adeyemi menjadi salah satu langkah penting yang dilakukan Blaugrana untuk memperkuat skuad menghadapi musim baru. Kehadirannya juga melanjutkan proyek Hansi Flick yang ingin membangun tim dengan pemain-pemain berkarakter cepat dan agresif. Transfer ini sekaligus mengakhiri perjalanan Adeyemi bersama Borussia Dortmund setelah empat musim membela klub Bundesliga tersebut. Kini, tantangan baru menantinya bersama salah satu klub terbesar di Spanyol. Barcelona Dapatkan Adeyemi dengan Harga Terjangkau Barcelona mengumumkan transfer Adeyemi secara resmi pada Kamis (23/7/2026). Berdasarkan laporan ESPN, pemain berusia 24 tahun itu didatangkan dengan nilai transfer sebesar 22 juta euro. Selain biaya utama tersebut, kesepakatan juga mencakup bonus tambahan yang nilainya bisa mencapai tujuh juta euro apabila sejumlah syarat berhasil dipenuhi. Nominal itu tergolong cukup rendah jika melihat pengalaman dan kualitas yang dimiliki Adeyemi. Selama membela Dortmund, ia mencatatkan 36 gol dari 146 pertandingan di berbagai kompetisi. Hansi Flick Jadi Sosok Penting di Balik Transfer Adeyemi bukan sosok asing bagi Hansi Flick. Keduanya pernah bekerja sama saat membela Timnas Jerman, bahkan Flick menjadi pelatih yang memberikan kesempatan debut kepada sang pemain di level internasional. Hubungan baik tersebut diyakini menjadi salah satu alasan mengapa Barcelona begitu serius mengejar tanda tangan Adeyemi pada bursa transfer kali ini. Flick menilai karakter permainan Adeyemi cocok dengan gaya menyerang yang ingin diterapkannya. Kecepatan, kemampuan menusuk dari sisi lapangan, dan fleksibilitas bermain di beberapa posisi menjadi nilai tambah bagi sang pelatih. Dengan kehadiran pemain asal Jerman itu, Blaugrana memiliki lebih banyak pilihan untuk merotasi lini depan sepanjang musim yang diprediksi akan berjalan padat. Dortmund Tetap Dapat Keuntungan di Masa Depan Meski melepas Adeyemi dengan harga yang tidak terlalu tinggi, Borussia Dortmund tetap memasukkan klausul yang menguntungkan dalam kesepakatan transfer tersebut. Klub Bundesliga itu akan memperoleh persentase keuntungan apabila Barcelona menjual Adeyemi dengan nilai yang lebih tinggi pada masa mendatang. Model kesepakatan seperti ini cukup sering digunakan untuk menjaga potensi keuntungan jangka panjang ketika melepas pemain muda yang masih memiliki peluang berkembang. Bagi Dortmund, langkah tersebut menjadi cara untuk tetap mendapatkan manfaat apabila nilai pasar Adeyemi meningkat setelah bermain di Spanyol. Lini Depan Barcelona Makin Kompetitif Adeyemi menjadi rekrutan kedua Barcelona pada musim panas ini setelah sebelumnya mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Kedua pemain diharapkan mampu menambah variasi serangan tim. Saat ini lini depan Blaugrana sudah dihuni sejumlah nama seperti Lamine Yamal, Raphinha, Ferran Torres, serta Gordon. Persaingan memperebutkan tempat utama dipastikan semakin ketat sepanjang musim. Meski sudah menambah dua pemain baru, Barcelona kabarnya masih belum berhenti berburu amunisi. Juara bertahan LaLiga itu masih dikaitkan dengan rencana mendatangkan seorang striker murni untuk semakin melengkapi kekuatan tim menghadapi berbagai kompetisi musim ini.

Resmi! Karim Adeyemi Gabung Barcelona, Hansi Flick Tambah Senjata Baru Read More »