Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Messi Punya Dua Klub di Spanyol, dari Divisi Lima hingga Segunda

Arenabetting – Lionel Messi kini punya dua klub sepak bola di Spanyol. Menariknya, kedua tim tersebut bermain di level berbeda, yakni UE Cornella yang berada di divisi kelima dan CD Eldense yang tampil di Segunda atau divisi kedua. Messi lebih dulu mengambil alih kepemilikan Cornella pada April 2026. Beberapa bulan kemudian, mantan bintang Barcelona itu kembali masuk ke dunia kepemilikan klub dengan membeli Eldense dari Grupo TH, kelompok investasi asal Kolombia. Kehadiran Messi langsung membawa perhatian besar kepada Eldense. Klub tersebut sebelumnya sedang berada dalam situasi sulit setelah belum meraih kemenangan dari empat laga liga musim ini dan berpisah dengan pelatih Claudio Barragán pada awal pekan. Messi Mulai Bangun Portofolio Klub Langkah Messi membeli Cornella menjadi awal keterlibatannya sebagai pemilik klub di Spanyol. Tim yang bermain di divisi kelima itu menjadi bagian pertama dari proyek kepemilikan sang megabintang di sepak bola profesional Negeri Matador. Tidak lama berselang, Messi memperluas kepemilikannya dengan mengambil alih Eldense. Dengan begitu, kini ada dua klub Spanyol dari jenjang kompetisi berbeda yang berada di bawah kepemilikan pemain asal Argentina tersebut. Jarak tiga tingkat antara Cornella dan Eldense untuk sementara membuat situasi tersebut tidak menimbulkan persoalan regulasi. Namun, perkembangan proyek kedua klub dalam beberapa tahun ke depan masih menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Eldense Langsung Raih Kemenangan Eldense memasuki periode baru bersama Messi dalam kondisi yang kurang ideal. Sebelum pergantian pemilik, klub belum mampu memenangkan empat pertandingan liga musim ini dan bahkan harus kehilangan pelatih kepala Claudio Barragán. Situasi itu berubah setelah Messi masuk sebagai pemilik baru. Eldense akhirnya mampu meraih kemenangan dengan skor telak 4-1 atas Ovideo pada Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi awal yang positif bagi proyek baru Eldense. Klub berharap perubahan kepemilikan dapat membawa perkembangan yang lebih baik, bukan hanya dari sisi hasil pertandingan. Manajemen juga menyiapkan proyek jangka panjang yang mencakup berbagai aspek klub. Fokusnya tidak hanya pada prestasi olahraga, tetapi juga pengembangan kelembagaan dan kehidupan sosial di sekitar Eldense. Pergantian Pemilik Jadi Sorotan Messi mengambil alih Eldense dari Grupo TH yang berasal dari Kolombia. Pergantian tersebut menjadi perubahan kepemilikan ketiga bagi klub dalam satu tahun terakhir. Frekuensi pergantian pemilik yang cukup cepat membuat Eldense berada dalam periode penuh perubahan. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Messi dalam menjalankan proyek barunya. Dengan masuknya nama besar seperti Messi, perhatian terhadap Eldense tentu semakin besar. Namun, keberhasilan proyek tersebut tetap akan bergantung pada bagaimana klub mengelola perubahan dalam jangka panjang. Kepemilikan dua klub di Spanyol juga membuat langkah Messi semakin menarik. Kedua tim memiliki perjalanan masing-masing, sehingga perkembangan Cornella dan Eldense nantinya akan menjadi bagian penting dari proyek sang mantan pemain Barcelona. Messi Juga Punya Klub di Uruguay Kepemilikan Cornella dan Eldense bukan satu-satunya keterlibatan Messi dalam dunia klub sepak bola. Ia juga memiliki bagian kepemilikan Deportivo LSM di Uruguay bersama Luis Suarez, rekan setimnya di Inter Miami. Di Spanyol, dua klub milik Messi saat ini terpaut cukup jauh dalam struktur kompetisi. Kondisi tersebut membuat risiko benturan regulasi belum menjadi persoalan dalam waktu dekat. Namun, aturan sepak bola Spanyol berpotensi menjadi perhatian jika Cornella dan Eldense suatu saat bermain di level kompetisi yang sama. RFEF kemungkinan tidak akan mengizinkan dua klub dengan pemegang saham mayoritas yang sama berkompetisi pada divisi yang sama.

Messi Punya Dua Klub di Spanyol, dari Divisi Lima hingga Segunda Read More »

Spanyol Siapkan Rotasi Besar Lawan Ceko, De La Fuente Utamakan Kondisi Pemain

Arenabetting – Timnas Spanyol bersiap melakukan perubahan besar dalam susunan pemain saat menghadapi Republik Ceko di UEFA Nations League 2026/2027. Luis de la Fuente ingin menjaga kondisi skuad setelah jadwal pertandingan yang sangat padat dalam jeda internasional kali ini. Format baru Nations League membuat Spanyol harus menjalani empat pertandingan dalam waktu sekitar dua pekan. Situasi tersebut membuat waktu pemulihan pemain menjadi sangat terbatas, bahkan beberapa nama harus meninggalkan tim lebih cepat karena mengalami cedera. Spanyol sudah kehilangan empat pemain setelah menjalani dua matchday pertama. Ferran Torres, Nico Williams, Alejandro Grimaldo, dan Eric Garcia menjadi bagian dari daftar pemain yang tidak bisa melanjutkan rangkaian pertandingan bersama La Furia Roja. Jadwal Padat Mulai Berdampak Masalah cedera menjadi perhatian serius bagi De La Fuente menjelang pertandingan melawan Ceko di Oviedo, Minggu (4/10/2026) dini hari WIB. Dua pemain, Nico Williams dan Alejandro Grimaldo, mengalami gangguan pada bagian paha. Kondisi tersebut menjadi gambaran bagaimana padatnya jadwal internasional mulai memberikan dampak kepada para pemain. De La Fuente pun tidak ingin situasi serupa kembali terjadi kepada anggota skuad lainnya. Spanyol masih memiliki satu pertandingan setelah menghadapi Ceko. La Furia Roja dijadwalkan bertandang ke markas Kroasia pada 7 Oktober, sehingga kebugaran pemain harus tetap menjadi perhatian. De La Fuente Siapkan Banyak Perubahan De La Fuente berencana melakukan rotasi di hampir seluruh posisi ketika menghadapi Republik Ceko. Langkah tersebut diambil agar para pemain memiliki waktu istirahat yang cukup dan bisa kembali ke klub masing-masing tanpa masalah kebugaran. Pelatih Spanyol juga menilai format baru kompetisi membuat pemain semakin sulit mendapatkan waktu pemulihan. Karena itu, kondisi fisik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan susunan pemain untuk pertandingan berikutnya. Menurut De La Fuente, penyegaran skuad tidak hanya berarti mengganti satu atau dua pemain. Rotasi diperlukan untuk memastikan pemain yang tampil merupakan pilihan terbaik berdasarkan kondisi dan performa mereka saat ini. Dengan banyaknya perubahan yang dipersiapkan, susunan Spanyol melawan Ceko kemungkinan akan terlihat berbeda dari dua laga sebelumnya. De La Fuente ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan meraih hasil dan kesehatan seluruh anggota tim. Posisi Kiper Bisa Ikut Berubah Salah satu posisi yang berpeluang mengalami pergantian adalah penjaga gawang. David Raya atau Josep Martinez memiliki kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan tampil dalam dua pertandingan terakhir Spanyol pada jeda internasional ini. Selain itu, terdapat beberapa pemain baru yang dipanggil untuk memperkuat skuad. Carlo Espi, Robin Le Normand, dan Fran Garcia masuk dalam pilihan De La Fuente untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya. Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa De La Fuente tidak ingin terlalu bergantung kepada pemain yang sudah tampil pada dua matchday sebelumnya. Kesempatan juga terbuka bagi pemain lain untuk membantu Spanyol menjaga performanya. Spanyol Masih di Puncak Grup Spanyol datang ke pertandingan melawan Ceko dengan posisi yang cukup menguntungkan. Mereka memimpin Grup 3 Nations League A setelah mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan. Sebaliknya, Republik Ceko masih berada di dasar klasemen tanpa raihan poin. Meski begitu, De La Fuente tetap memilih berhati-hati dengan mengutamakan kondisi pemain di tengah jadwal yang sangat rapat. Rotasi menjadi pilihan utama agar Spanyol tetap kompetitif sekaligus menjaga kebugaran skuad. Setelah menghadapi Ceko, La Furia Roja masih harus menjalani pertandingan melawan Kroasia sebelum rangkaian laga internasional berakhir.

Spanyol Siapkan Rotasi Besar Lawan Ceko, De La Fuente Utamakan Kondisi Pemain Read More »

Musim Masih Panjang, Jangan Terlalu Cepat Menilai Real Madrid

Arenabetting – Real Madrid belum menunjukkan performa yang benar-benar meyakinkan pada awal musim 2026/2027. Meski begitu, Marc Cucurella meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian karena perjalanan Los Blancos masih sangat panjang. Madrid mengeluarkan lebih dari 300 juta euro pada bursa transfer musim panas. Klub juga mendatangkan Jose Mourinho untuk kembali menangani tim, sehingga ekspektasi terhadap El Real langsung meningkat sejak awal musim. Namun, hasil yang didapat belum sesuai harapan. Madrid sudah menelan dua kekalahan dari tujuh pertandingan Liga Spanyol, masing-masing ketika menghadapi Real Betis dan Atletico Madrid. Kondisi itu membuat mereka tertinggal dari Barcelona di klasemen. Start Madrid Belum Sesuai Harapan Madrid saat ini berada di posisi keempat dengan koleksi 15 poin. Mereka terpaut enam angka dari Barcelona yang masih sempurna di puncak klasemen dengan 21 poin. Kekalahan dari Real Betis menjadi salah satu hasil yang membuat langkah Madrid tersendat. El Real kemudian kembali kehilangan poin setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam pertandingan berikutnya. Hasil tersebut membuat persaingan dengan Barcelona menjadi semakin berat. Blaugrana sudah menguasai posisi teratas dan mulai menciptakan jarak dari Madrid yang menjadi salah satu pesaing utama. Cucurella Minta Madrid Bersabar Cucurella menilai situasi Madrid tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan tim yang sudah memiliki fondasi kuat sejak lama. Menurutnya, proyek baru membutuhkan waktu sebelum hasilnya bisa terlihat secara maksimal. Madrid memang memulai era baru bersama Mourinho. Kehadiran pelatih baru membuat para pemain harus menyesuaikan diri dengan pendekatan serta sistem permainan yang berbeda dari sebelumnya. Selain itu, sejumlah pemain juga baru menjalani persiapan singkat sebelum musim dimulai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Cucurella merasa penilaian terhadap performa Madrid saat ini masih terlalu dini. Ia menganggap proses adaptasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah tim. Karena itu, hasil beberapa pertandingan pertama belum cukup untuk menentukan apakah proyek Madrid bersama Mourinho akan berhasil atau tidak. Investasi Besar Belum Berbuah Maksimal Madrid telah menggelontorkan dana lebih dari 300 juta euro untuk memperkuat skuad pada musim panas. Cucurella menjadi salah satu pemain yang didatangkan dalam upaya klub membangun tim yang lebih kompetitif. Besarnya investasi tersebut otomatis membuat tuntutan terhadap Madrid semakin tinggi. Para pemain diharapkan mampu langsung memberikan hasil positif, terutama dalam persaingan memperebutkan gelar Liga Spanyol. Namun, perjalanan sejauh ini menunjukkan bahwa El Real masih mencari bentuk permainan terbaik. Dua kekalahan dari tujuh laga menjadi bukti bahwa tim belum sepenuhnya konsisten. Cucurella tetap percaya situasi tersebut dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ia menilai penampilan Madrid seharusnya tidak hanya dilihat berdasarkan hasil pada awal musim. Madrid Akan Hadapi Villarreal Kesempatan bagi Madrid untuk memperbaiki posisi akan datang setelah jeda internasional. Mereka dijadwalkan menjamu Villarreal pada 9 Oktober 2026. Villarreal sendiri saat ini berada di peringkat kesembilan klasemen. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Madrid untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperkecil jarak dengan Barcelona. Cucurella berharap perkembangan Madrid bisa dinilai secara lebih menyeluruh ketika musim telah berjalan hingga akhir. Baginya, proses bersama Mourinho masih berlangsung dan hasil akhirnya baru bisa terlihat setelah seluruh pertandingan selesai.

Musim Masih Panjang, Jangan Terlalu Cepat Menilai Real Madrid Read More »

Manchester City Terancam Sanksi, Para Pemain Bisa Pergi Secara Gratis

Arenabetting – Manchester City menghadapi ancaman hukuman berat jika terbukti melakukan pelanggaran finansial yang didakwakan Premier League. Dampaknya tidak hanya menyangkut klub, tetapi juga bisa berpengaruh terhadap masa depan para pemain di Etihad Stadium. City saat ini masih menjalani proses hukum terkait 114 dugaan pelanggaran finansial yang terjadi dalam periode 2009 hingga 2018. Klub telah mengajukan banding, sehingga hasil akhir kasus tersebut masih harus ditunggu. Jika hukuman berat benar-benar dijatuhkan, posisi para pemain juga berpotensi ikut terdampak. Bahkan, ada kemungkinan mereka memiliki dasar untuk mengakhiri kontrak apabila merasa dirugikan akibat persoalan yang terjadi di tubuh klub. City Bisa Menghadapi Hukuman Berat Kasus finansial yang menjerat Manchester City masih berlangsung dan belum diketahui kapan akan mencapai keputusan akhir. Klub pun masih berusaha mempertahankan posisinya melalui proses banding. Namun, sejumlah sanksi berat berpotensi mengancam The Citizens apabila pelanggaran tersebut akhirnya terbukti. Salah satu kemungkinan yang menjadi perhatian adalah pencabutan gelar yang diraih selama periode pelanggaran. City juga berisiko mengalami degradasi jika hukuman tersebut benar-benar diterapkan. Kondisi seperti itu tentu dapat mengubah situasi klub secara drastis, termasuk masa depan para pemain yang masih terikat kontrak. Kontrak Pemain Bisa Jadi Persoalan Para pemain Manchester City selama ini menjalankan karier dengan dukungan fasilitas dan kondisi finansial klub. Situasi tersebut turut membantu mereka tampil maksimal dan meraih berbagai trofi bersama The Citizens. Jika klub kemudian terbukti melakukan pelanggaran finansial, kondisi itu bisa memunculkan persoalan baru terkait hubungan antara pemain dan manajemen. Terlebih jika pemain merasa informasi mengenai keadaan klub tidak disampaikan secara terbuka. Dalam situasi tertentu, pemain berpotensi mempertanyakan keberlanjutan kontraknya. Hal tersebut dapat menjadi masalah besar bagi City apabila sejumlah nama penting kemudian memilih mencari jalan keluar. Artinya, persoalan hukum yang sedang dihadapi klub tidak hanya berpotensi memberikan hukuman kepada Manchester City. Efeknya juga bisa merembet hingga ke komposisi skuad pada masa mendatang. Pemain Berpeluang Putus Kontrak Pengacara olahraga Inggris, Paul Gilroy KC, menilai ada kemungkinan pemain mengakhiri kontraknya secara sepihak apabila merasa telah terjadi pelanggaran kepercayaan. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada berbagai kondisi yang muncul dalam kasus City. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah informasi yang diberikan klub kepada pemain. Cara manajemen menangani persoalan finansial juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah pemain memiliki alasan untuk mengakhiri hubungan kontraktual. Jika kondisi tersebut memenuhi dasar yang diperlukan, pemain bisa memiliki kesempatan untuk meninggalkan klub. Bahkan, mereka berpotensi pindah ke tim lain tanpa harus melalui mekanisme transfer biasa. Situasi itu tentu akan menjadi pukulan besar bagi Manchester City. Klub bisa kehilangan pemain penting tanpa mendapatkan pemasukan transfer jika kontrak mereka benar-benar dapat dibatalkan. Haaland dkk Bisa Jadi Sorotan Erling Haaland dan para pemain City lainnya kini masih menunggu perkembangan kasus yang sedang berjalan. Belum ada kepastian bahwa mereka akan meninggalkan klub karena semuanya bergantung pada hasil proses hukum dan kondisi kontrak masing-masing. Namun, kemungkinan tersebut membuat masa depan skuad City menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Jika klub akhirnya mendapatkan hukuman berat, para pemain bisa mempertimbangkan pilihan mereka sendiri. Untuk saat ini, Manchester City masih berusaha menghadapi proses yang ada melalui banding. Hasil akhirnya akan menentukan seberapa besar dampak kasus finansial tersebut terhadap klub dan para pemainnya.

Manchester City Terancam Sanksi, Para Pemain Bisa Pergi Secara Gratis Read More »

Donnarumma Jadi Pahlawan Italia Saat Tahan Prancis 1-1

Arenabetting – Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Timnas Italia mencuri satu poin dari markas Prancis. Penjaga gawang Gli Azzurri itu tampil solid dengan mencatat enam penyelamatan dalam pertandingan UEFA Nations League di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Italia sebenarnya tertinggal lebih dulu setelah Michael Olise membawa Prancis unggul. Namun, Alessandro Bastoni kemudian mencetak gol penyama kedudukan yang membuat pertandingan berakhir 1-1. Hasil tersebut tidak lepas dari peran Donnarumma di bawah mistar. Kiper Manchester City itu beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya Prancis, termasuk ketika harus menghadapi tembakan dari sejumlah pemain tuan rumah pada babak kedua. Donnarumma Tampil Gemilang Donnarumma mendapat ujian berat sepanjang pertandingan. Prancis terus mencari peluang setelah unggul, sementara Italia harus menjaga pertahanan agar tidak kembali kebobolan. Pada awal babak kedua, Donnarumma memperlihatkan reaksinya dengan menggagalkan dua peluang Prancis secara beruntun. Salah satunya terjadi ketika ia mampu menghalau tendangan jarak jauh Desire Doue. Bola kemudian jatuh di area berbahaya dan Ousmane Dembele mencoba memanfaatkannya. Namun, Donnarumma kembali bergerak cepat untuk menghentikan usaha pemain Prancis tersebut. Enam Penyelamatan Amankan Italia Penampilan Donnarumma tidak berhenti di situ. Ia kembali menjadi penghalang bagi Prancis ketika Adrien Rabiot mencoba melepaskan tembakan yang berpotensi membawa tuan rumah kembali unggul. Kiper Italia itu juga berhasil membendung upaya Eduardo Camavinga. Beberapa penyelamatan tersebut menjaga skor tetap 1-1 hingga pertandingan memasuki fase akhir. Secara keseluruhan, Donnarumma mencatat enam penyelamatan. Jumlah tersebut menjadi bukti betapa sibuknya sang kiper menghadapi serangan Les Bleus sepanjang pertandingan. Performa tersebut membuat Italia mampu bertahan dari tekanan Prancis. Gli Azzurri akhirnya membawa pulang satu angka meski harus menghadapi lawan yang tampil di hadapan pendukung sendiri. Penyelamatan Rabiot Jadi yang Tersulit Dari seluruh aksinya, Donnarumma memiliki satu penyelamatan yang paling sulit. Ia menilai usaha menggagalkan tembakan Rabiot menjadi momen yang paling membutuhkan konsentrasi tinggi. Meski demikian, Donnarumma tidak menganggap penyelamatan lainnya sebagai pekerjaan mudah. Baginya, seorang penjaga gawang harus selalu siap karena setiap peluang lawan memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Donnarumma juga merasa senang karena penampilannya bisa membantu Italia mendapatkan hasil positif. Kerja keras di bawah mistar akhirnya ikut mengamankan satu poin penting bagi tim. Italia Tetap di Jalur Persaingan Hasil imbang membuat Italia kini mengumpulkan empat poin di Grup A1 UEFA Nations League. Gli Azzurri berada di posisi ketiga, sementara Prancis tetap memimpin klasemen dengan tujuh angka. Satu poin dari Stade de France menjadi hasil berharga bagi Italia dalam upaya mengejar posisi untuk lolos ke perempatfinal. Persaingan grup masih terbuka karena hanya dua tim teratas yang akan melanjutkan perjalanan. Bagi Donnarumma, performa melawan Prancis menjadi kontribusi penting dalam perjuangan Italia. Penyelamatan demi penyelamatan yang dibuatnya membantu Gli Azzurri bertahan dari tekanan hingga pertandingan berakhir 1-1.

Donnarumma Jadi Pahlawan Italia Saat Tahan Prancis 1-1 Read More »

Italia Imbangi Tuan Rumah Prancis 1-1, Bastoni Kirim Sinyal Positif

Arenabetting – Italia membawa pulang satu poin dari lawatan ke markas Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League. Gli Azzurri bermain imbang 1-1 di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB, dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga akhir. Prancis lebih dulu memimpin melalui Michael Olise setelah kedua tim bermain tanpa gol selama lebih dari 50 menit. Italia kemudian merespons dengan cepat lewat Alessandro Bastoni yang mengembalikan skor menjadi sama kuat. Peluang Italia untuk meraih kemenangan sebenarnya semakin terbuka setelah Dayot Upamecano mendapat kartu merah enam menit sebelum waktu normal berakhir. Namun, keunggulan jumlah pemain belum cukup bagi Italia untuk mencetak gol tambahan sampai pertandingan selesai. Bastoni Puas dengan Performa Italia Bastoni menilai hasil imbang tersebut memberikan gambaran positif mengenai kemampuan Italia. Menurutnya, pertandingan melawan Prancis memang berjalan sesuai perkiraan karena lawan memiliki kualitas dan mampu memberikan tekanan sepanjang laga. Bek Inter Milan itu merasa rekan-rekannya mampu menunjukkan karakter kuat. Italia harus bekerja keras untuk bertahan sekaligus menghadapi sejumlah peluang berbahaya yang dibuat Prancis. Bastoni juga melihat hasil tersebut sebagai buah dari perjuangan seluruh pemain. Gli Azzurri tidak datang ke Paris untuk sekadar menjalani pertandingan, melainkan dengan keyakinan bisa memberikan perlawanan kepada tuan rumah. Italia Sempat Tertinggal Lebih Dulu Pertandingan berjalan seimbang pada babak awal. Kedua tim sama-sama kesulitan menemukan ruang untuk mencetak gol sehingga skor 0-0 bertahan hingga lebih dari 50 menit. Prancis akhirnya memecah kebuntuan melalui Olise. Gol tersebut membuat Italia berada dalam tekanan karena tuan rumah mulai memiliki keuntungan dari sisi momentum pertandingan. Namun, Italia tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Bastoni menjadi pemain yang menyelamatkan timnya setelah mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 1-1. Setelah itu, pertandingan semakin terbuka. Kartu merah Upamecano membuat Prancis harus bermain dengan 10 orang, tetapi Italia gagal memanfaatkan situasi tersebut untuk menghasilkan gol kemenangan. Peluang Italia ke Perempatfinal Terbuka Tambahan satu poin dari Paris tetap memiliki arti penting bagi Italia. Hasil tersebut membuat mereka kini mengoleksi empat poin dalam persaingan Grup 1 UEFA Nations League. Italia berada dua poin di belakang Belgia dan terpaut tiga angka dari Prancis. Dengan hanya dua tim teratas yang berhak melaju, persaingan untuk mendapatkan tiket ke babak berikutnya masih terbuka. Gli Azzurri memiliki ambisi untuk kembali melangkah jauh setelah gagal mencapai empat besar pada musim sebelumnya. Hasil melawan Prancis menjadi modal penting dalam upaya tersebut. Performa di Paris juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Italia. Mereka mampu menahan salah satu tim kuat Eropa meski bermain dalam tekanan dan sempat tertinggal lebih dulu. Bastoni Yakin Italia Bisa Lawan Siapa Saja Bastoni melihat pertandingan tersebut sebagai bukti bahwa Italia memiliki kemampuan untuk bersaing menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. Performa di Stade de France membuatnya semakin yakin terhadap kekuatan tim. Menurutnya, jika Italia mampu memberikan perlawanan seperti itu ketika bermain di Paris, mereka juga memiliki kesempatan melakukan hal serupa saat menghadapi tim-tim lain. Kini, fokus Gli Azzurri beralih kepada pertandingan berikutnya di UEFA Nations League. Hasil imbang melawan Prancis setidaknya menjadi sinyal positif bagi Italia dalam perjuangan mengamankan posisi menuju perempatfinal.

Italia Imbangi Tuan Rumah Prancis 1-1, Bastoni Kirim Sinyal Positif Read More »