Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Jamie Carragher Kritik Bos Man City, Respons Kasus Finansial Jadi Sasaran

Arenabetting – Legenda Liverpool Jamie Carragher ikut menyoroti polemik yang sedang menimpa Manchester City. Kali ini, perhatian mantan bek tersebut tertuju pada respons CEO City, Ferran Soriano, setelah klub dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial. Carragher merasa tidak sependapat dengan cara Soriano menanggapi keputusan tersebut. Ia menilai pernyataan sang CEO mengenai adanya konspirasi dan fakta alternatif justru membuat persoalan semakin menarik perhatian publik. Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan dalam perkara finansial. Putusan itu diberikan oleh komisi independen yang menangani kasus tersebut, sementara City masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. Carragher Kritik Pernyataan Soriano Carragher menilai respons Soriano terhadap perkara tersebut sulit diterima. Ia bahkan membandingkan gaya pernyataan CEO Manchester City itu dengan Donald Trump ketika membahas istilah konspirasi dan fakta alternatif. Menurut Carragher, pernyataan Soriano terkesan berusaha menggambarkan putusan yang diberikan sebagai sekadar pendapat. Padahal, proses tersebut telah melalui penyelidikan dan pembahasan hukum selama bertahun-tahun. Mantan pemain Liverpool itu juga mempertanyakan sikap Manchester City yang tetap mempertahankan keyakinan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. Baginya, keputusan komisi independen memiliki dasar dari proses panjang yang sudah berlangsung. City Dinyatakan Bersalah dalam 114 Kasus Manchester City dinyatakan bersalah pada Jumat (25/9). Dari total 115 perkara yang diajukan, komisi independen menyatakan klub bersalah dalam 114 kasus pelanggaran finansial. Perkara tersebut berkaitan dengan periode 2009 hingga 2023. Setelah putusan diberikan, komisi independen yang menangani proses tersebut juga akan menentukan hukuman untuk Manchester City. The Citizens masih memiliki jalur banding terhadap keputusan tersebut. Artinya, persoalan ini belum sepenuhnya berakhir dan masih akan melalui proses berikutnya sebelum hukuman final diterapkan. Kasus tersebut menjadi perhatian besar karena menyangkut klub yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris. Perkembangan selanjutnya pun ditunggu banyak pihak. Carragher Soroti Proses Panjang Kasus Carragher menilai Premier League dan komisi independen sudah menjalankan tugas mereka dalam perkara Manchester City. Ia melihat keputusan tersebut merupakan hasil dari proses yang tidak berlangsung singkat. Mantan bek Liverpool itu juga mengaku terkejut melihat ketegasan hasil yang diberikan. Sebelumnya, ia termasuk pihak yang sudah lama mempertanyakan nilai pendapatan komersial Manchester City. Sorotan Carragher semakin kuat karena ia menilai nilai pendapatan komersial City terlihat sangat besar jika dibandingkan dengan klub-klub elite dunia. Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang menurutnya patut mendapat perhatian dalam perkara tersebut. Kini, Manchester City harus menentukan langkah selanjutnya melalui proses banding. Sementara itu, komentar dari jajaran klub terus menjadi sorotan di tengah menunggu perkembangan kasus. Bola Panas Kasus City Belum Selesai Kasus finansial Manchester City masih menjadi persoalan besar yang belum menemukan titik akhir. Putusan terhadap 114 perkara telah diberikan, tetapi proses banding dapat membawa perkembangan baru. Carragher memilih memberikan kritik terhadap cara Soriano merespons keputusan tersebut. Pernyataan CEO City menjadi perhatian karena klub masih berupaya mempertahankan posisinya dalam perkara ini. Untuk The Citizens, fokus berikutnya adalah menghadapi proses hukum lanjutan sekaligus menunggu keputusan mengenai hukuman. Perjalanan kasus tersebut masih panjang dan berpotensi terus menjadi perhatian di sepak bola Inggris.

Jamie Carragher Kritik Bos Man City, Respons Kasus Finansial Jadi Sasaran Read More »

Mancini Waspadai Prancis, Malah Bercanda soal Pemainnya Kena Flu

Arenabetting – Timnas Italia akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League. Roberto Mancini menyadari kualitas lawannya, bahkan ketika Kylian Mbappe dipastikan absen karena mengalami cedera lutut. Prancis vs Italia dijadwalkan berlangsung di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Mbappe tidak masuk skuad karena harus kembali ke Real Madrid untuk menjalani perawatan setelah mengalami masalah pada lututnya. Absennya penyerang tersebut memang menjadi kabar kurang menyenangkan bagi Prancis, tetapi Mancini tidak menganggap Italia otomatis mendapat keuntungan besar. Menurutnya, Les Bleus masih memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa membuat pertandingan berjalan sulit. Mancini Tetap Waspadai Kekuatan Prancis Mancini menilai Prancis tetap menjadi lawan dengan level tinggi meski kehilangan Mbappe. Italia harus menghadapi sejumlah pemain berbahaya yang memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Nama-nama seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue menjadi perhatian Mancini. Ketiganya dianggap mampu memberikan ancaman sehingga Italia tidak boleh hanya berfokus pada absennya Mbappe. Pelatih Italia itu juga melihat pertandingan nanti sebagai kesempatan penting bagi timnya. Ia menganggap duel menghadapi Prancis dapat membantu proses perkembangan Italia yang masih membangun kekuatan. Prancis Dinilai Lebih Maju Mancini mengakui proses perkembangan Prancis saat ini berada di depan Italia. Karena itu, pertandingan di Stade de France akan menjadi tantangan dengan tingkat kesulitan tinggi bagi timnya. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuat Italia datang dengan niat bermain aman. Mancini ingin anak asuhnya tetap berani menghadapi Prancis dan menunjukkan kemampuan mereka sepanjang pertandingan. Pertemuan kedua tim juga menjadi kesempatan bagi Italia untuk mengukur perkembangan mereka. Menghadapi lawan dengan kualitas seperti Prancis bisa memberikan pengalaman berharga dalam proses membangun skuad. Mancini pun berharap Italia mampu meninggalkan kesan positif. Baginya, pertandingan ini bukan sekadar agenda untuk bertahan dan menunggu hasil, melainkan kesempatan menunjukkan permainan yang sesuai dengan target tim. Candaan Mancini soal Pemain Prancis Di tengah kewaspadaannya terhadap kualitas lawan, Mancini sempat melontarkan candaan mengenai para pemain Prancis. Ia berharap pemain-pemain berkualitas milik Les Bleus mengalami flu berat agar kekuatan lawan sedikit berkurang. Candaan itu muncul ketika Mancini membahas tantangan menghadapi Dembele, Olise, dan Doue. Ia menyadari bahwa menghentikan pemain dengan kualitas seperti mereka tentu tidak mudah bagi pertahanan Italia. Meski begitu, ucapan tersebut disampaikan dalam suasana santai. Mancini tetap menunjukkan rasa hormat terhadap Prancis dan kualitas pemain yang mereka miliki. Ia juga menilai pertandingan melawan Prancis akan menjadi pengalaman yang berguna bagi Italia. Duel tersebut dapat membantu tim melihat sejauh mana perkembangan mereka ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. Italia Tak Cuma Ingin Bertahan Italia tetap membawa ambisi untuk meraih kemenangan meski menghadapi lawan tangguh. Mancini ingin timnya tampil aktif dan tidak hanya mengandalkan pertahanan selama pertandingan berlangsung. Target tersebut menunjukkan bahwa Italia tidak ingin datang ke Stade de France hanya untuk mengurangi risiko kekalahan. Mereka ingin memberikan perlawanan dan berusaha menciptakan hasil positif. Prancis memang kehilangan Mbappe, tetapi kualitas skuad mereka tetap membuat Mancini waspada. Kini Italia harus membuktikan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan tersebut dengan permainan yang berani dan terorganisir.

Mancini Waspadai Prancis, Malah Bercanda soal Pemainnya Kena Flu Read More »

Konflik Timnas Portugal: Ronaldo dan Jorge Jesus Terlibat Perang Kata-kata

Arenabetting – Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di tengah agenda UEFA Nations League. Kepergian kapten Portugal itu terjadi setelah muncul persoalan dengan pelatih Jorge Jesus terkait keputusan menempatkannya di bangku cadangan. Ronaldo sebelumnya hanya menjadi pemain pengganti saat Portugal menghadapi Norwegia pada Senin (28/9). Ia bahkan menjalani pemanasan cukup lama di pinggir lapangan, tetapi hingga pertandingan selesai tidak mendapat kesempatan bermain. Situasi tersebut membuat hubungan Ronaldo dan Jesus menjadi sorotan. Kini keduanya sama-sama memberi sinyal bahwa persoalan yang terjadi memiliki cerita lebih panjang dan baru akan dibahas secara terbuka pada waktu yang dianggap tepat. Ronaldo Kecewa dengan Keputusan Jesus Ronaldo dikabarkan tidak puas dengan perlakuan yang diterimanya saat menghadapi Norwegia. Ia sudah melakukan pemanasan selama sekitar 30 menit, namun tetap tidak masuk ke lapangan sampai laga berakhir. Kondisi tersebut semakin rumit karena sebelumnya muncul kabar bahwa Jesus akan menyampaikan permintaan maaf kepada Ronaldo melalui sesi jumpa pers. Namun, hal itu tidak terjadi setelah pertandingan. Jesus justru menegaskan bahwa keputusan mengenai susunan pemain merupakan kewenangannya sebagai pelatih. Situasi tersebut kemudian ikut memicu langkah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Ronaldo Janjikan Penjelasan Setelah meninggalkan tim nasional, Ronaldo memberikan pernyataan melalui media sosial pribadinya. Ia memberi tanda bahwa publik Portugal nantinya akan mengetahui alasan sebenarnya di balik keputusannya. Ronaldo ingin menjelaskan sendiri alasan yang membuatnya meninggalkan tim nasional. Ia juga menegaskan bahwa Portugal tetap mendapat dukungannya meski dirinya tidak berada di dalam skuad untuk pertandingan berikutnya. Sikap tersebut membuat publik semakin penasaran. Apalagi Ronaldo selama ini memiliki peran besar bersama Portugal dan persoalan dengan pelatih baru menjadi perhatian menjelang pertandingan selanjutnya. Jesus pun tidak menghindari pertanyaan mengenai Ronaldo. Pelatih tersebut memilih bersikap tenang dan menegaskan bahwa dirinya siap membicarakan persoalan tersebut setelah pertandingan berikutnya. Jorge Jesus Pilih Bicara Nanti Jesus menyatakan dirinya tetap rileks menghadapi situasi yang sedang berkembang. Ia merasa pengalaman panjangnya di dunia sepak bola membuatnya memahami bagaimana menghadapi persoalan seperti ini. Pelatih Portugal itu juga menilai tidak ada tindakan dari dirinya yang seharusnya membuat situasi berkembang menjadi seperti sekarang. Karena itu, ia tidak merasa perlu menghindari pembahasan mengenai konflik tersebut. Jesus berencana memberikan penjelasan setelah Portugal menjalani pertandingan melawan Norwegia berikutnya. Ia memastikan persoalan tersebut akan dibicarakan dan tidak akan dihindari. Portugal sendiri baru saja meraih kemenangan 4-2 atas Denmark tanpa Ronaldo. Hasil itu membuat perhatian terhadap keputusan Jesus semakin besar, terutama setelah tim tetap mampu meraih kemenangan ketika sang kapten tidak bermain. Ronaldo Tetap Jadi Ikon Portugal Di tengah persoalan yang memanas, Jesus tetap memberikan penghormatan kepada Ronaldo. Ia menilai keberadaan sang penyerang memiliki arti besar bagi Portugal dan tidak mudah digantikan oleh pemain lain. Ronaldo juga masih menjadi figur penting bagi tim nasional. Karena itu, persoalan antara dirinya dan Jesus berpotensi terus menjadi pembicaraan sampai kedua pihak memberikan penjelasan lebih lengkap. Kini publik Portugal tinggal menunggu perkembangan berikutnya. Ronaldo berjanji akan mengungkap alasannya, sementara Jesus juga memilih menunggu hingga pertandingan melawan Norwegia selesai untuk membicarakan persoalan tersebut.

Konflik Timnas Portugal: Ronaldo dan Jorge Jesus Terlibat Perang Kata-kata Read More »

Zidane Kembali Hadapi Italia, 20 Tahun Usai Drama Tanduk Materazzi

Arenabetting – Zinedine Zidane akan kembali berhadapan dengan Italia, tepat 20 tahun setelah momen pahit di final Piala Dunia 2006. Bedanya, kali ini legenda Prancis tersebut tidak turun sebagai pemain, melainkan memimpin Timnas Prancis dari pinggir lapangan. Prancis dijadwalkan menjamu Italia dalam laga Grup 1 UEFA Nations League di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama Zidane dengan Gli Azzurri sejak insiden yang mengakhiri kariernya sebagai pemain. Pada final Piala Dunia 2006, Zidane menerima kartu merah pada babak perpanjangan waktu setelah terlibat insiden dengan Marco Materazzi. Prancis kemudian kalah dari Italia melalui adu penalti, sebelum Zidane mengakhiri karier bermainnya. Zidane Hadapi Italia dari Pinggir Lapangan Pertemuan kali ini menghadirkan cerita berbeda bagi Zidane. Ia sudah melewati perjalanan panjang sebagai pelatih setelah gantung sepatu usai final Piala Dunia 2006. Kini, pria asal Prancis itu mendapat kesempatan menghadapi Italia dalam peran yang jauh berbeda. Ia bertanggung jawab memimpin tim nasional negaranya menghadapi lawan yang pernah mengalahkan Prancis di final Piala Dunia. Kehadiran Zidane tentu membuat laga ini semakin menarik. Kenangan tentang final 2006 masih melekat, tetapi fokus sang pelatih sekarang berada pada pertandingan yang akan dihadapi bersama Les Bleus. Insiden Materazzi Kembali Ditanyakan Jelang pertandingan, Zidane kembali mendapat pertanyaan mengenai kejadian dengan Materazzi. Momen tersebut memang terus muncul setiap kali ia berhadapan dengan Italia atau pembahasan tentang final Piala Dunia 2006 kembali mencuat. Zidane mengakui bahwa dirinya tidak merasa bangga dengan kejadian tersebut. Namun, ia juga tidak melihat insiden itu sebagai sesuatu yang harus terus disesali sepanjang hidupnya. Menurutnya, perjalanan karier tidak hanya berisi momen positif. Ada pula keputusan atau kejadian yang kurang baik dan menjadi bagian dari perjalanan seseorang. Karena itu, Zidane memilih tidak terus terpaku pada masa lalu. Baginya, perhatian sekarang harus diarahkan kepada apa yang akan terjadi berikutnya bersama Timnas Prancis. Fokus Zidane Kini Ada di Timnas Prancis Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Zidane melanjutkan perjalanan di dunia kepelatihan. Pengalaman tersebut kini membawanya ke posisi penting bersama Timnas Prancis. Laga melawan Italia menjadi kesempatan bagi Zidane untuk menunjukkan perannya sebagai pelatih. Ia tidak lagi menjadi sosok yang berada di tengah lapangan, tetapi orang yang menentukan arah permainan tim dari sisi lapangan. Prancis juga memiliki kepentingan besar dalam pertandingan Grup 1 UEFA Nations League tersebut. Menghadapi Italia di kandang tentu menjadi tantangan yang harus dipersiapkan dengan serius. Zidane pun memilih memandang pertandingan dari sudut pandang masa kini. Kenangan final 2006 tetap menjadi bagian dari sejarahnya, tetapi laga kali ini memiliki konteks dan tanggung jawab yang berbeda. Zidane Ingin Menatap Masa Depan Dua dekade setelah drama dengan Materazzi, Zidane akhirnya kembali bertemu Italia dalam situasi yang benar-benar berbeda. Kali ini, ia datang sebagai pelatih yang membawa tanggung jawab untuk memimpin Prancis. Insiden masa lalu mungkin kembali menjadi bahan pembicaraan, tetapi Zidane tidak ingin kariernya hanya dikenang karena satu kejadian tersebut. Ia merasa masih ada banyak hal lain dalam perjalanan sepak bolanya. Kini, perhatian Zidane tertuju pada pertandingan di Stade de France. Pertemuan dengan Italia menjadi babak baru baginya, sekaligus kesempatan untuk meninggalkan kenangan lama dan fokus pada tantangan bersama Timnas Prancis.

Zidane Kembali Hadapi Italia, 20 Tahun Usai Drama Tanduk Materazzi Read More »

Real Madrid Incar Virgil van Dijk, Transfer Gratis Kembali Jadi Opsi?

Arenabetting – Real Madrid mulai menyiapkan rencana untuk memperkuat lini belakang pada musim panas mendatang. Salah satu nama yang masuk radar klub raksasa Spanyol itu adalah bek Liverpool, Virgil van Dijk. Madrid sebelumnya sudah dua kali mendapatkan pemain Liverpool secara gratis. Trent Alexander-Arnold dan Ibrahima Konate menjadi bagian dari skuad Los Blancos setelah bergabung dengan status bebas transfer. Kini, perhatian Madrid mengarah kepada Van Dijk. Bek asal Belanda tersebut akan memasuki masa akhir kontraknya bersama Liverpool pada musim panas 2027. Situasi itu membuka peluang bagi Madrid untuk kembali mendapatkan pemain tanpa biaya transfer. Van Dijk Masuk Radar Madrid Ketertarikan Real Madrid terhadap Van Dijk tidak lepas dari kebutuhan mereka di posisi bek tengah. Klub ingin menambah pilihan di lini pertahanan untuk menghadapi musim berikutnya. Van Dijk memiliki pengalaman panjang di level tertinggi. Meski sudah berusia 35 tahun, kualitas dan pengalamannya masih membuat sang bek mampu bersaing di level top. Madrid juga memiliki alasan lain untuk mencari tambahan bek tengah. Eder Militao dan Antonio Ruediger beberapa kali mengalami masalah cedera yang membuat kondisi lini belakang perlu mendapat perhatian. Pengalaman Jadi Nilai Tambah Usia Van Dijk memang menjadi salah satu pertimbangan jika Madrid benar-benar ingin membawanya ke Santiago Bernabeu. Klub tersebut dikenal lebih sering mengutamakan pemain yang masih berada dalam usia lebih muda. Namun, situasinya bisa berbeda jika kebutuhan tim menjadi prioritas. Van Dijk menawarkan pengalaman besar yang dapat membantu lini belakang Madrid dalam menghadapi persaingan di level tertinggi. Kemampuan bek Belanda itu untuk tetap tampil kompetitif juga menjadi faktor yang menarik. Pengalamannya bersama Liverpool membuat Van Dijk memiliki jam terbang yang sulit didapatkan dari pemain muda. Dengan kondisi tersebut, Madrid bisa saja mempertimbangkan kontrak jangka pendek. Opsi itu memungkinkan klub mendapatkan pengalaman Van Dijk tanpa harus mengikatnya dalam kesepakatan yang terlalu panjang. Madrid Kembali Bidik Pemain Liverpool Jika transfer ini terwujud, Van Dijk akan mengikuti jejak Alexander-Arnold dan Konate yang lebih dulu meninggalkan Liverpool menuju Madrid. Keduanya bergabung tanpa biaya transfer, sehingga pola tersebut kembali menarik perhatian. Madrid tampaknya masih melihat pemain Liverpool sebagai opsi menarik untuk memperkuat skuad. Van Dijk sendiri memiliki profil yang berbeda karena usianya jauh lebih senior dibandingkan dua pemain tersebut. Kehadiran Van Dijk juga bisa memberikan tambahan kedalaman di sektor pertahanan. Hal itu penting mengingat Madrid masih harus mengantisipasi kondisi Militao dan Ruediger yang kerap terganggu cedera. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai transfer tersebut. Saat ini, nama Van Dijk masih berada dalam radar dan keputusan akhirnya akan bergantung pada kebutuhan Madrid serta perkembangan kontraknya di Liverpool. Akankah Van Dijk ke Bernabeu? Kontrak Van Dijk yang berakhir pada musim panas 2027 membuat peluang kepindahan semakin menarik. Madrid bisa mendapatkan bek berpengalaman tanpa harus mengeluarkan biaya transfer jika sang pemain benar-benar berstatus bebas. Usianya yang mencapai 35 tahun memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, kemampuan menjaga level permainan membuat pengalaman Van Dijk tetap memiliki nilai bagi klub seperti Madrid. Kini, pertanyaan besarnya adalah apakah Van Dijk akan mengakhiri kariernya di Liverpool atau mencoba tantangan baru bersama Los Blancos. Jawabannya baru akan terlihat ketika bursa transfer musim panas mendatang semakin dekat.

Real Madrid Incar Virgil van Dijk, Transfer Gratis Kembali Jadi Opsi? Read More »

Hojlund Bikin Selebrasi Ronaldo, Lalu Dorong Jorge Jesus

Arenabetting – Rasmus Hojlund menjadi salah satu pemain yang paling ramai diperbincangkan setelah Denmark kalah 2-4 dari Portugal pada lanjutan UEFA Nations League, Jumat (2/10) dinihari WIB. Selain mencetak gol, striker Denmark itu juga melakukan aksi yang langsung mengingatkan publik pada Cristiano Ronaldo. Hojlund mencetak gol setelah memanfaatkan umpan terobosan Mikkel Damsgaard. Ia berhasil melewati garis pertahanan Portugal sebelum masuk ke kotak penalti dan melepaskan tendangan cungkil yang membuat bola melewati kiper Diogo Costa. Usai mencetak gol, Hojlund berlari ke sudut lapangan dan melakukan selebrasi “siu”, gaya yang sangat identik dengan Ronaldo. Setelah pertandingan, situasi kembali menarik perhatian ketika Hojlund terlihat mendorong Jorge Jesus saat kedua tim bersalaman. Hojlund Rayakan Gol dengan Gaya Ronaldo Gol Hojlund menjadi salah satu momen penting bagi Denmark meski pada akhirnya mereka harus menerima kekalahan. Penyerang tersebut menunjukkan ketenangan ketika mendapat peluang di area pertahanan Portugal. Dalam kondisi dikepung pemain lawan, Hojlund tetap mampu mencari celah untuk menyelesaikan peluang. Tendangan cungkilnya membuat Costa tidak mampu menghentikan bola yang melintas melewati kepalanya. Selebrasi setelah gol kemudian menjadi sorotan tersendiri. Hojlund memilih melakukan “siu”, selebrasi khas Ronaldo yang sudah beberapa kali ia gunakan dan bukan baru pertama kali terlihat dalam kariernya. Ronaldo Punya Tempat Khusus bagi Hojlund Ronaldo memang memiliki hubungan khusus dengan Hojlund dalam hal idola sepak bola. Striker Denmark tersebut diketahui mengagumi bintang Portugal itu, sehingga penggunaan selebrasi tersebut bukan sesuatu yang benar-benar mengejutkan. Namun, waktunya menjadi perhatian karena Portugal baru saja melewati situasi panas yang melibatkan Ronaldo dan Jorge Jesus. Kondisi itu membuat aksi Hojlund semakin mudah dikaitkan dengan persoalan yang sedang terjadi di kubu Portugal. Setelah pertandingan selesai, Hojlund juga terekam bersalaman dengan Jesus. Momen tersebut kemudian berlanjut dengan tindakan Hojlund yang terlihat mendorong pelatih Portugal itu. Aksi tersebut memunculkan banyak reaksi dari publik. Sebagian orang menghubungkannya dengan Ronaldo, terutama karena Hojlund baru saja mencetak gol dengan selebrasi khas idolanya. Situasi Ronaldo dan Jorge Jesus Memanas Ronaldo sebelumnya membuat situasi di tim nasional Portugal menjadi sorotan setelah meninggalkan kamp latihan menjelang pertandingan melawan Denmark. Ia kecewa karena tidak dimainkan saat menghadapi Norwegia meski sempat melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Persoalan kemudian berkembang karena adanya kabar mengenai hubungan Ronaldo dengan Jesus. Pelatih Portugal itu dikabarkan belum memenuhi harapan Ronaldo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jesus juga memberikan pernyataan bahwa posisi Ronaldo untuk pertandingan-pertandingan berikutnya belum bisa dipastikan. Hal tersebut membuat masa depan sang penyerang berusia 41 tahun di tim nasional kembali menjadi bahan pembicaraan. Di tengah kondisi itu, Hojlund justru tampil menghadapi Portugal dan mencetak satu gol. Selebrasi serta kejadian setelah laga membuat penampilannya semakin mendapat perhatian. Benarkah Ada Hubungan dengan Ronaldo? Belum ada kepastian bahwa dorongan Hojlund kepada Jesus berkaitan dengan persoalan Ronaldo. Momen tersebut hanya terlihat setelah pertandingan ketika kedua tim melakukan jabat tangan. Yang jelas, Hojlund memang merupakan pengagum Ronaldo dan kembali menggunakan selebrasi khas sang idola. Fakta tersebut membuat publik semakin penasaran dengan maksud di balik aksinya setelah pertandingan. Denmark memang gagal meraih kemenangan, tetapi Hojlund tetap mencuri panggung. Golnya, selebrasi “siu”, hingga insiden dengan Jesus membuat namanya menjadi salah satu cerita utama dari laga tersebut.

Hojlund Bikin Selebrasi Ronaldo, Lalu Dorong Jorge Jesus Read More »