Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Ruben Dias Bungkam soal Kasus Manchester City, Pilih Fokus ke Timnas Portugal

Arenabetting – Manchester City sedang menghadapi persoalan serius setelah komisi independen menyatakan klub bersalah dalam 114 dari 115 kasus pelanggaran finansial yang dituduhkan sejak 2023. Situasi tersebut kini menjadi sorotan besar di sepak bola Inggris. Kasus itu berkaitan dengan periode 2009 hingga 2023. Pelanggaran yang diperiksa mencakup laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, aturan profitabilitas serta keberlanjutan, regulasi UEFA, hingga kewajiban klub dalam membantu proses investigasi. Manchester City telah mengajukan banding dan tetap menyatakan tidak bersalah. Sementara proses hukum berjalan, kapten Ruben Dias memilih tidak ikut memberikan komentar. Bek asal Portugal itu menegaskan bahwa perhatiannya saat ini hanya tertuju pada tugas bersama tim nasional. Ruben Dias Tak Mau Bahas Masalah Klub Dias mendapat pertanyaan mengenai persoalan Manchester City ketika sedang menjalani persiapan bersama Portugal. Tim nasional Portugal tengah bersiap menghadapi Denmark dalam lanjutan UEFA Nations League. Alih-alih membahas kasus yang sedang menjerat klubnya, Dias memilih untuk mengarahkan pembicaraan kepada urusan tim nasional. Ia merasa tidak tepat memberikan tanggapan mengenai persoalan yang berada di luar agenda Portugal. Sikap tersebut membuat Dias untuk sementara mengambil posisi aman. Sebagai kapten Manchester City, ia memang menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian ketika kasus klub kembali menjadi pembicaraan publik. City Masih Hadapi Ancaman Hukuman Putusan komisi independen membuat Manchester City berada dalam situasi yang tidak mudah. Klub kini harus menunggu proses lanjutan sebelum mengetahui hukuman yang mungkin diberikan. Beberapa sanksi berat berpotensi muncul, mulai dari pengurangan poin hingga kemungkinan degradasi. Bahkan pencopotan gelar juga menjadi salah satu konsekuensi yang berada dalam pembahasan kasus tersebut. Namun, belum ada hukuman akhir yang dijatuhkan kepada City. Klub sudah mengajukan banding dan menyatakan siap mengikuti seluruh proses yang masih berjalan. Komisi independen nantinya akan menentukan sanksi yang diberikan. Karena itu, masa depan Manchester City masih menunggu keputusan berikutnya setelah proses banding dan tahapan terkait kasus tersebut. Fokus Dias Beralih ke Timnas Portugal Untuk sementara, Dias memilih berkonsentrasi pada Portugal. Ia tidak ingin persoalan Manchester City mengganggu persiapannya menghadapi pertandingan internasional yang sudah menanti. Portugal akan menjalani laga melawan Denmark dalam lanjutan UEFA Nations League. Pertandingan tersebut menjadi agenda yang harus diprioritaskan Dias bersama rekan-rekannya di tim nasional. Keputusan untuk tidak memberikan komentar juga membuat Dias bisa menjaga fokus selama berada bersama Portugal. Ia memilih membatasi pembicaraan hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan tugasnya di tim nasional. Setelah jeda internasional berakhir, perhatian Dias dan pemain Manchester City lainnya akan kembali tertuju ke kompetisi klub. Saat itu, persoalan yang sedang dihadapi City berpotensi kembali menjadi sorotan. Liverpool Menanti Setelah Jeda Internasional Manchester City dijadwalkan menghadapi Liverpool pada Minggu (11/10) setelah jeda internasional selesai. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi ujian penting bagi skuad setelah munculnya persoalan di luar lapangan. Belum diketahui apakah kasus finansial ini akan memberikan pengaruh terhadap kondisi mental para pemain. Dias sendiri memilih tidak membuka pandangannya mengenai hal tersebut dan tetap fokus menjalankan tugas bersama Portugal. Kini, Manchester City harus menunggu perkembangan proses hukum sambil mempersiapkan pertandingan berikutnya. Di tengah ketidakpastian mengenai sanksi, fokus klub akan kembali diuji ketika kompetisi Liga Inggris bergulir lagi.

Ruben Dias Bungkam soal Kasus Manchester City, Pilih Fokus ke Timnas Portugal Read More »

Klopp Pasang Target Besar, Jerman Siap Bangkit Lawan Serbia

Arenabetting – Timnas Jerman belum memulai UEFA Nations League dengan hasil yang diharapkan. Dua pertandingan pertama bersama Juergen Klopp justru menghasilkan satu imbang dan satu kekalahan, sehingga Der Panzer harus segera berbenah. Jerman bermain 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka, lalu tumbang 0-1 ketika menghadapi Yunani. Hasil tersebut membuat posisi mereka di Grup B belum aman dan laga berikutnya menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki keadaan. Serbia akan menjadi lawan Jerman pada Kamis (2/10) pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini wajib dimanfaatkan untuk meraih kemenangan sekaligus menjaga peluang kembali ke papan atas grup. Klopp Ingin Jerman Segera Menemukan Arah Klopp tetap melihat peluang positif meski awal perjalanannya bersama tim nasional belum berjalan mulus. Ia percaya kemenangan hanya tinggal menunggu waktu jika tim mampu menjalankan rencana yang sudah disiapkan. Pelatih asal Jerman itu juga mulai melakukan perubahan dalam komposisi tim. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencari formula yang lebih cocok setelah hasil kurang memuaskan pada dua laga sebelumnya. Jerman kini dituntut tampil lebih solid saat menghadapi Serbia. Perubahan yang dilakukan Klopp diharapkan bisa membuat permainan tim lebih terarah dan mampu memberi tekanan lebih besar kepada lawan. Perubahan Dilakukan untuk Jangka Panjang Klopp tidak hanya mengejar hasil dalam pertandingan terdekat. Fokusnya juga mengarah pada pembangunan tim yang bisa memiliki fondasi kuat untuk menghadapi berbagai lawan di masa mendatang. Menurut Klopp, sepak bola Jerman perlu kembali ke posisi yang seharusnya. Karena itu, proses pembentukan tim menjadi bagian penting dari pekerjaannya sejak mengambil alih. Pendekatan tersebut membuat perubahan yang dilakukan tidak semata-mata untuk memperbaiki hasil dalam satu pertandingan. Ada rencana lebih panjang yang ingin dijalankan bersama para pemain. Klopp ingin Jerman memiliki tim yang mampu menghadapi situasi sulit dan tetap memberikan perlawanan ketika bertemu lawan dengan kualitas berbeda. Target itu menjadi bagian dari proyek yang sedang dibangun. Serbia Jadi Ujian Penting Berikutnya Laga melawan Serbia menjadi kesempatan bagi Klopp untuk membuktikan bahwa perubahan yang ia lakukan mulai memberikan hasil. Jerman membutuhkan penampilan yang lebih meyakinkan setelah gagal menang dalam dua laga awal. Kemenangan juga akan menjadi dorongan penting bagi Der Panzer untuk memperbaiki posisi di Grup B. Hasil positif dapat membuat perjalanan mereka di Nations League kembali berada di jalur yang lebih baik. Karena itu, pertandingan ini memiliki arti besar bagi Jerman. Selain mengejar tiga poin, mereka perlu menunjukkan perkembangan dari sisi permainan setelah melewati awal kompetisi yang mengecewakan. Klopp tentu berharap timnya mampu merespons tekanan tersebut dengan penampilan yang lebih kuat. Serbia menjadi lawan yang harus diatasi jika Jerman ingin segera mengubah suasana di dalam tim. Klopp Percaya Jerman Bisa Bangkit Optimisme Klopp menjadi modal penting menjelang pertandingan. Ia meyakini Jerman sedang menuju tim yang mampu membuat lawan mana pun kesulitan, bukan hanya mengejar kemenangan dalam waktu dekat. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Klopp menyiapkan proyek yang lebih panjang untuk tim nasional. Ia ingin membangun kekuatan yang bisa bertahan dan berkembang, bukan sekadar mencari solusi sementara. Kini, hasil di lapangan menjadi pembuktian berikutnya. Jika mampu mengalahkan Serbia, Jerman bisa mendapatkan momentum untuk bangkit sekaligus melanjutkan proses pembangunan tim yang sedang dirancang Klopp.

Klopp Pasang Target Besar, Jerman Siap Bangkit Lawan Serbia Read More »

Mancini Tak Mau Ikut Campur Soal Kasus Finansial Manchester City

Arenabetting – Roberto Mancini memilih tidak ikut berkomentar panjang mengenai kasus pelanggaran finansial yang sedang menjerat Manchester City. Mantan manajer The Citizens itu merasa persoalan tersebut bukan lagi bagian dari urusannya. Manchester City saat ini menghadapi proses hukum terkait 115 dugaan pelanggaran finansial yang berlangsung dalam periode 2009 hingga 2023. Dari jumlah tersebut, klub dinyatakan bersalah atas 114 perkara dan akan menghadapi persidangan di hadapan komisi independen. Kasus ini mencakup berbagai persoalan, mulai dari laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, aturan profitabilitas, regulasi UEFA, hingga kewajiban klub dalam membantu proses penyelidikan. Mancini Pilih Tidak Berkomentar Mancini mendapat pertanyaan mengenai perkara yang kini menjadi perhatian besar di sepak bola Inggris. Pelatih Timnas Italia itu memberikan respons singkat dan memilih menjaga jarak dari persoalan yang sedang berlangsung. Menurut Mancini, kasus tersebut sudah menjadi pembahasan selama bertahun-tahun. Karena itu, ia merasa tidak perlu ikut memberikan pandangan mengenai perkembangan terbaru yang melibatkan mantan klubnya. Sikap tersebut cukup masuk akal mengingat Mancini sudah lama meninggalkan Manchester City. Ia kini memiliki tanggung jawab berbeda dan tidak ingin terlibat dalam persoalan hukum yang sedang dihadapi klub. Periode Mancini Ikut Disorot Nama Mancini tetap memiliki kaitan dengan kasus tersebut karena sebagian periode dugaan pelanggaran terjadi ketika dirinya masih menangani Manchester City. Ia memimpin klub selama sekitar tiga setengah tahun. Masa kepemimpinan Mancini menjadi salah satu periode penting dalam sejarah Manchester City. Di bawah arahannya, The Citizens berhasil meraih Piala FA pada 2011. Setahun kemudian, Mancini membawa Manchester City memenangkan Liga Inggris. Trofi tersebut menjadi gelar liga pertama klub dalam kurun 44 tahun dan menandai perubahan besar dalam persaingan sepak bola Inggris. Namun, pencapaian tersebut kini kembali mendapat perhatian karena kasus finansial yang mencakup periode ketika Mancini masih berada di Etihad Stadium. Tuduhan soal Kontrak Mancini Persoalan yang berkaitan dengan Mancini juga pernah muncul dalam laporan media Jerman. Der Spiegel sebelumnya menuduh adanya pembayaran sebagian besar kompensasi Mancini melalui kontrak konsultasi yang dianggap fiktif. Tuduhan tersebut menjadi bagian dari berbagai isu yang mengiringi penyelidikan terhadap Manchester City. Kasusnya sendiri mencakup rentang waktu panjang dan menyentuh sejumlah aspek operasional klub. Meski namanya ikut berada dalam periode yang diperiksa, Mancini tidak ingin memberikan tanggapan panjang. Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang memang menangani proses hukum. Manchester City sendiri telah mengajukan banding setelah dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran. Klub kini menghadapi kemungkinan hukuman berat jika proses tersebut berujung pada keputusan yang merugikan. Mancini Fokus pada Timnas Italia Alih-alih membahas persoalan lama di Manchester City, Mancini kini memilih berkonsentrasi pada pekerjaannya bersama Timnas Italia. Ia tidak ingin terseret lebih jauh ke dalam perkara yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Keputusannya untuk tidak banyak bicara juga menunjukkan bahwa Mancini ingin memisahkan masa lalu bersama klub dari tanggung jawabnya saat ini. Kasus Manchester City memiliki proses tersendiri yang akan menentukan bagaimana kelanjutannya. Mancini pun menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak terkait. Baginya, perkara finansial Manchester City bukan sesuatu yang perlu ia campuri lebih jauh.

Mancini Tak Mau Ikut Campur Soal Kasus Finansial Manchester City Read More »

Musim Lalu Bawa Al Nassr Juara, Kini Ronaldo dan Jorge Jesus Malah Ribut di Timnas Portugal

Arenabetting – Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus kini terlibat drama di Timnas Portugal. Hubungan keduanya mendadak memanas setelah Ronaldo tidak dimainkan saat Portugal menghadapi Norwegia, padahal beberapa bulan sebelumnya mereka baru saja menikmati kesuksesan bersama Al Nassr. Portugal tetap menang 2-1 atas Norwegia dalam laga tersebut. Namun, keputusan Jesus menyimpan Ronaldo dari awal pertandingan membuat sang bintang dikabarkan kecewa. Ronaldo bahkan terlihat meninggalkan area pertandingan dengan ekspresi kesal. Persoalan kemudian berlanjut menjelang duel Portugal melawan Denmark. Ronaldo tidak mengikuti sesi latihan dan memilih meninggalkan pusat latihan timnas. Ia terbang ke Madrid menggunakan jet pribadi setelah sebelumnya berbicara dengan petinggi federasi sepak bola Portugal. Ronaldo Kecewa Tak Dimainkan Keputusan Jesus menjadi sorotan karena Ronaldo sudah berada dalam skuad Portugal. Situasi tersebut juga terasa berbeda karena dalam 18 tahun terakhir, Ronaldo belum pernah tidak dimainkan ketika masuk dalam daftar pemain tim nasional. Ronaldo kabarnya kemudian meminta penjelasan kepada pihak federasi. Kekecewaan tersebut tidak berhenti setelah pertandingan Norwegia selesai karena ia akhirnya memilih meninggalkan kamp latihan Portugal. Jesus sendiri menjelaskan bahwa keputusan tersebut murni berkaitan dengan kebutuhan taktik. Ia menilai pertandingan berjalan dengan cara yang membuat Ronaldo tidak perlu masuk ke lapangan. Jesus Punya Alasan Taktis Jesus sebelumnya sudah berdiskusi dengan Ronaldo mengenai kemungkinan tampil pada sekitar 30 menit terakhir. Namun, perkembangan pertandingan membuat rencana tersebut berubah. Goncalo Ramos tampil bagus dan berhasil mencetak satu gol. Ia bahkan sempat mencetak gol lain yang kemudian tidak disahkan. Kondisi itu membuat Jesus merasa belum waktunya melakukan pergantian. Menurut sang pelatih, Ronaldo sebenarnya berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk bermain. Namun, kebutuhan menjaga keseimbangan tim membuat keputusan akhirnya tetap berada pada Ramos dan pemain lain. Jesus juga memberikan sinyal bahwa keputusan serupa bisa terjadi ketika Portugal menghadapi Denmark. Hal tersebut semakin membuat situasi antara keduanya menjadi sorotan. Baru Juara, Kini Bersitegang Drama ini terasa mengejutkan karena Ronaldo dan Jesus belum lama bekerja sama di Al Nassr. Keduanya justru sukses mengakhiri musim 2025/2026 dengan gelar Saudi Pro League. Jesus membawa Al Alami meraih gelar liga dan mengakhiri penantian klub sejak 2019. Keberhasilan itu juga menjadi momen penting bagi Ronaldo yang akhirnya kembali memenangkan trofi liga setelah bergabung dengan klub Arab Saudi pada 2022. Bersama Jesus, Ronaldo juga tetap tampil tajam. Ia mampu mencetak 30 gol di seluruh kompetisi dalam satu musim dan menjadi bagian penting dari keberhasilan Al Nassr. Hubungan yang sebelumnya penuh keberhasilan itu kini berubah ketika keduanya bekerja bersama di Timnas Portugal. Keputusan Jesus di level tim nasional ternyata memunculkan persoalan yang berbeda. Ronaldo Pilih Tinggalkan Timnas Setelah meninggalkan kamp latihan, Ronaldo terbang ke Madrid. Jesus bahkan dikabarkan sempat berusaha mengejarnya ke bandara, tetapi tidak berhasil membujuk pemain tersebut untuk tetap bertahan bersama skuad Portugal. Ronaldo kemudian memberikan pernyataan bahwa dirinya akan menjelaskan alasan sebenarnya jika waktunya sudah tepat. Untuk sementara, ia memilih memberikan dukungan kepada rekan-rekannya dari luar lapangan. Portugal sendiri tetap harus melanjutkan agenda mereka tanpa Ronaldo. Setelah menghadapi Denmark, mereka dijadwalkan kembali bertemu Norwegia dalam pertandingan terakhir pada jeda internasional kali ini. Drama Ronaldo dan Jesus pun masih menyisakan tanda tanya. Hubungan yang beberapa bulan lalu membawa Al Nassr menjadi juara kini justru menjadi sorotan setelah keputusan taktik di Timnas Portugal.

Musim Lalu Bawa Al Nassr Juara, Kini Ronaldo dan Jorge Jesus Malah Ribut di Timnas Portugal Read More »

Hormati Guardiola, Klopp Pilih Diam soal Kasus Manchester City

Arenabetting – Juergen Klopp memilih tidak banyak bicara mengenai kasus Manchester City yang kini menjadi sorotan sepak bola Inggris. Mantan manajer Liverpool itu menilai belum tepat memberikan komentar lebih jauh karena masih menghormati Pep Guardiola. Manchester City baru saja dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran finansial oleh Premier League. Kasus tersebut membuat klub berpotensi menerima hukuman berat terkait persoalan laporan keuangan. Situasi ini turut menarik perhatian Liverpool. Pada era Klopp, The Reds beberapa kali bersaing ketat dengan City dalam perebutan gelar Premier League, bahkan pernah finis hanya terpaut satu atau dua poin meski mengoleksi 97 dan 99 angka. Kasus City Jadi Perhatian Besar Putusan terhadap Manchester City membuat sejumlah klub besar Inggris ikut menyoroti persoalan tersebut. Mereka merasa harus bekerja keras menyesuaikan diri dengan aturan finansial yang berlaku, sementara City kini menghadapi tuduhan pelanggaran dalam jumlah besar. Liverpool menjadi salah satu tim yang paling sering dikaitkan dengan dampak kasus tersebut. Persaingan mereka dengan City pada masa Klopp berlangsung sangat ketat dan beberapa kali berakhir dengan selisih poin yang tipis. Jika gelar Premier League milik City pada periode tertentu nantinya dicabut, Liverpool berpotensi mendapatkan keuntungan. Namun, Klopp kini tidak ingin terlalu jauh membicarakan kemungkinan tersebut. Klopp Tak Mau Buka Lagi Pernyataan Lama Klopp sebelumnya pernah melontarkan candaan bahwa dirinya siap mengikuti parade juara jika trofi yang dimiliki City akhirnya diberikan kepada Liverpool. Pernyataan itu muncul ketika kasus tersebut masih menjadi pembahasan. Kini, pelatih Timnas Jerman tersebut memilih mengambil sikap berbeda. Ia tidak ingin kembali mengangkat pernyataan lama tersebut ataupun berspekulasi mengenai hasil akhir perkara. Klopp mengaku mengetahui perkembangan kasus yang sedang berjalan. Namun, ia memilih membiarkan proses hukum berlangsung tanpa ikut memberikan penilaian dari luar. Sikap itu juga berkaitan dengan hubungannya dengan Guardiola. Klopp masih memiliki rasa hormat terhadap mantan rivalnya tersebut dan tidak ingin komentarnya menimbulkan persoalan baru. Tetap Hormati Guardiola dan City Klopp mengakui Guardiola memiliki peran penting dalam persaingan yang pernah mereka jalani di Premier League. Ia juga tetap menghargai cara Manchester City bermain selama periode tersebut. Menurut Klopp, City merupakan lawan yang sangat sulit bagi Liverpool. Pertandingan antara kedua tim kerap menjadi persaingan sengit, terutama ketika keduanya berebut posisi teratas Premier League. Karena itu, Klopp merasa tidak pantas memberikan komentar lebih jauh ketika proses hukum terhadap City masih berjalan. Ia memilih menghormati Guardiola sekaligus menunggu perkembangan resmi perkara tersebut. Keputusan itu membuat Klopp tidak ingin menjadikan kasus City sebagai bahan pembahasan utama. Fokusnya kini lebih diarahkan kepada pekerjaan bersama Timnas Jerman. Persaingan Lama Tak Mengubah Sikap Klopp Hubungan kompetitif antara Liverpool dan Manchester City pada era Klopp memang sangat kuat. Kedua tim bahkan mampu mengumpulkan poin tinggi dalam persaingan memperebutkan gelar. Namun, rivalitas tersebut tidak membuat Klopp ingin mengambil sikap keras terhadap perkara yang sedang dihadapi City. Ia tetap memisahkan persaingan di lapangan dengan proses hukum yang berlangsung. Guardiola juga menjadi alasan lain bagi Klopp untuk menahan diri. Rasa hormat terhadap sang pelatih membuat Klopp memilih tidak memberikan komentar yang berpotensi memperkeruh situasi. Kini, kasus Manchester City masih menunggu perkembangan berikutnya. Klopp memilih tetap berada di luar persoalan tersebut dan membiarkan proses yang berjalan menentukan bagaimana akhir perkara ini.

Hormati Guardiola, Klopp Pilih Diam soal Kasus Manchester City Read More »

Kane Kejar 100 Gol Bersama Inggris, Tinggal 13 Lagi

Arenabetting – Harry Kane belum berhenti mengejar rekor bersama Timnas Inggris. Meski sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa The Three Lions, striker berusia 33 tahun itu masih punya target besar, yakni menembus 100 gol internasional. Kane kini mengoleksi 87 gol dari 123 penampilan bersama Inggris sejak menjalani debut pada 2015. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah tim nasional, sekaligus menegaskan konsistensinya di depan gawang meski usianya tidak lagi muda. Dalam dua tahun terakhir, Kane masih rajin mencetak gol untuk Inggris dengan torehan 18 gol. Enam di antaranya hadir pada Piala Dunia terakhir. Ia juga menjadi pemain non-kiper dengan jumlah penampilan terbanyak, hanya kalah dari Peter Shilton yang memiliki 125 caps. Kane Masih Punya Ambisi Besar Status top scorer Inggris rupanya belum membuat Kane merasa cukup. Ia masih ingin menambah catatan penting dalam karier internasionalnya dengan mencapai angka 100 gol bersama negaranya. Target tersebut memang tidak mudah, tetapi jaraknya kini semakin dekat. Kane hanya membutuhkan 13 gol lagi untuk masuk kelompok pemain yang telah mencetak minimal 100 gol di level tim nasional. Saat ini, baru tiga pemain yang sudah mencapai angka tersebut. Cristiano Ronaldo memimpin dengan 146 gol, disusul Lionel Messi dengan 125 gol dan Ali Daei yang mengoleksi 108 gol. Kane pun berpeluang menjadi pemain keempat yang masuk Kasta Centurion. Jika mampu mencapainya, pencapaian tersebut akan menjadi salah satu tonggak terbesar dalam perjalanan panjangnya bersama Timnas Inggris. Torehan itu juga akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Inggris. Catatan Gol Kane Terus Bertambah Performa Kane dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan kuat untuk melihat target tersebut sebagai sesuatu yang mungkin diraih. Dalam dua tahun terakhir saja, ia mampu menyumbangkan 18 gol untuk The Three Lions. Kane juga tetap produktif ketika tampil di turnamen besar. Enam gol yang dicetaknya pada Piala Dunia terakhir menjadi bagian penting dari total gol internasional yang kini sudah mencapai 87. Selain produktivitas, pengalaman Kane bersama Inggris juga terus bertambah. Dengan 123 caps, ia kini hanya berjarak dua penampilan dari rekor Peter Shilton sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak jika kiper tidak dihitung. Catatan tersebut menunjukkan betapa besar peran Kane bagi Inggris. Ia bukan hanya menjadi andalan untuk mencetak gol, tetapi juga telah menjadi salah satu pemain dengan perjalanan terpanjang bersama tim nasional. Target 100 Gol Mulai Terlihat Kane tetap memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan target tersebut. Namun, kedekatannya dengan angka 100 membuat pencapaian itu semakin realistis untuk dikejar dalam beberapa periode internasional berikutnya. Bagi seorang striker, mencetak gol merupakan tugas utama. Kane juga memiliki hasrat besar untuk terus menjalankan peran tersebut, sehingga peluang menambah koleksi golnya masih terbuka lebar. Dengan rata-rata sekitar delapan hingga sembilan gol per tahun bersama Inggris, Kane diperkirakan dapat mencapai 100 gol paling cepat pada jeda internasional September-November tahun depan. Jika target itu tercapai, Kane akan bergabung dengan Ronaldo, Messi, dan Ali Daei dalam kelompok pemain yang telah mencetak sedikitnya 100 gol untuk negaranya. Pencapaian tersebut juga akan menambah panjang daftar rekor yang sudah ia miliki bersama Inggris.

Kane Kejar 100 Gol Bersama Inggris, Tinggal 13 Lagi Read More »