Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Era Jorge Jesus, Joao Felix Makin Gacor di Timnas Portugal

Arenabetting – Joao Felix kembali menunjukkan ketajamannya bersama Timnas Portugal. Penyerang Al Nassr itu mencetak gol saat Portugal mengalahkan Norwegia 2-1 dalam UEFA Nations League, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. Gol tersebut membuat Felix selalu mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir bersama Portugal. Sebelumnya, ia menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Wales pada laga 25 September. Performa itu menjadi perkembangan positif bagi Felix di bawah Jorge Jesus. Keduanya sudah saling mengenal sejak bekerja sama di Al Nassr dan kini kembali berkolaborasi di level tim nasional. Felix Kembali Tajam Bersama Portugal Portugal membuka keunggulan melalui Felix dalam pertandingan melawan Norwegia. Gol tersebut menjadi bagian penting dari kemenangan tipis Selecao das Quinas di Oslo. Norwegia sempat menyamakan skor melalui Erling Haaland. Namun, Portugal kembali memimpin lewat Goncalo Ramos dan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Felix tampil cukup aktif sepanjang laga. Sofascore memberikan rating 8,2 setelah ia mencatat tiga percobaan tembakan, dua di antaranya tepat sasaran, serta satu umpan kunci. Catatan tersebut memperlihatkan Felix kembali menemukan sentuhan positif di depan gawang. Dalam dua pertandingan terakhir, ia berhasil mencetak dua gol untuk Portugal. Performa Felix Mulai Meningkat Dua gol dari dua laga menjadi perubahan penting bagi Felix. Sebelumnya, pemain yang pernah memperkuat Atletico Madrid itu hanya mencetak satu gol dalam 11 pertandingan bersama Portugal. Kehadiran Jesus memberikan situasi berbeda bagi Felix. Sang pelatih sudah memahami karakter permainannya setelah bekerja bersama di Al Nassr sepanjang musim 2025-2026. Felix juga memiliki pengalaman positif ketika berada di bawah arahan Jesus di level klub. Musim lalu, ia mencatat 26 gol dan 19 assist bersama Al Nassr. Produktivitas tersebut membantu Al Nassr meraih gelar Liga Arab Saudi. Kini, performa Felix kembali menjadi perhatian setelah ia mulai konsisten mencetak gol bersama Portugal. Jesus Punya Peran Penting Jesus bukan sosok baru bagi Felix. Keduanya sudah bekerja sama di Al Nassr sebelum sang pelatih mengambil alih Timnas Portugal pada musim panas 2026. Hubungan kerja tersebut membuat Jesus sudah mengetahui kemampuan Felix. Pemain berusia 26 tahun itu juga memahami pendekatan pelatihnya sehingga proses adaptasi di tim nasional berjalan lebih mudah. Selama ditangani Jesus di level klub dan tim nasional, Felix telah mencatat 47 kontribusi gol. Rinciannya terdiri dari 28 gol dan 19 assist. Jumlah tersebut menjadi catatan kontribusi gol terbanyak Felix bersama satu pelatih. Statistik itu memperlihatkan hubungan kerja keduanya kembali menghasilkan dampak positif di Portugal. Portugal Menang di Norwegia Kemenangan atas Norwegia menjadi hasil penting bagi Portugal dalam perjalanan mereka di UEFA Nations League. Felix membuka jalan, sementara Ramos memastikan tim tamu tetap unggul setelah Haaland menyamakan kedudukan. Bagi Felix, pertandingan tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri. Setelah sempat kesulitan mencetak gol secara konsisten, ia kini mampu menjebol gawang lawan dalam dua laga berturut-turut. Portugal juga mendapatkan keuntungan dari performa sejumlah pemain muda dan senior dalam pertandingan tersebut. Mereka mampu menjaga keunggulan meski bermain di kandang Norwegia. Jesus kini bisa berharap tren positif Felix terus berlanjut. Ketajaman sang penyerang menjadi salah satu modal Portugal untuk menghadapi pertandingan berikutnya bersama tim nasional.

Era Jorge Jesus, Joao Felix Makin Gacor di Timnas Portugal Read More »

Van Bommel Antusias Hadapi Zidane dalam Duel Belgia vs Prancis

Arenabetting – Belgia akan menghadapi Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League dengan modal kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Duel di King Baudouin Stadium, Brussels, Selasa (29/9/2026) pukul 01.45 WIB, juga menjadi pertemuan dua pelatih yang sama-sama baru meraih kemenangan perdana bersama tim nasional. Mark van Bommel membawa Belgia menang 2-0 atas Italia di Roma. Sementara itu, Zinedine Zidane mengawali perjalanannya bersama Prancis dengan kemenangan tipis 1-0 atas Turki. Pertemuan tersebut membuat Van Bommel antusias. Ia menantikan adu strategi dengan Zidane, sosok yang sudah lama dikenalnya sejak masih aktif sebagai pemain dan kini mulai membangun karier kepelatihan di level internasional. Van Bommel Kagum pada Zidane Van Bommel menilai menghadapi Zidane sebagai pelatih merupakan pengalaman yang istimewa. Ia mengakui kualitas legenda Prancis tersebut sejak masih menjadi pemain. Keduanya pernah berhadapan ketika Van Bommel memperkuat Barcelona dan Zidane bermain untuk Real Madrid. Pengalaman itu membuat duel kali ini terasa berbeda karena mereka kini berada di sisi lapangan sebagai pelatih. Menurut Van Bommel, kualitas Zidane sudah terlihat sejak masa bermain. Ia menilai keberadaan gerakan dribel yang menggunakan nama Zidane menjadi salah satu gambaran betapa besar pengaruh sang legenda. Kini, Zidane mencoba menerapkan pengalamannya sebagai pemain ke dalam pekerjaan sebagai pelatih. Van Bommel pun menilai pelatih Prancis tersebut memiliki kemampuan yang bagus untuk menjalankan tugas barunya. Belgia dan Prancis Sama-sama Menang Belgia datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri setelah mengalahkan Italia 2-0 di Roma. Hasil itu menjadi kemenangan perdana Van Bommel sejak menangani tim nasional Belgia. Kemenangan tersebut memberikan modal penting sebelum menghadapi Prancis. Belgia juga menunjukkan kemampuan untuk tampil efektif ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. Di sisi lain, Zidane juga mencatat kemenangan pertamanya bersama Prancis. Les Bleus menang 1-0 atas Turki melalui gol Kylian Mbappe dalam pertandingan sebelumnya. Karena kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada laga terakhir, pertandingan di Brussels menjadi kesempatan untuk melanjutkan momentum. Adu strategi Van Bommel dan Zidane pun menjadi salah satu daya tarik utama. Prancis Kehilangan Mbappe Prancis harus menghadapi Belgia tanpa Mbappe. Penyerang tersebut mengalami cedera lutut kiri setelah menjadi penentu kemenangan atas Turki. Mbappe diperkirakan harus menepi selama sekitar dua pekan. Kondisi itu membuat Zidane kehilangan salah satu pemain penting menjelang pertandingan melawan Belgia. Van Bommel menyayangkan absennya Mbappe. Ia berharap penyerang tersebut bisa tampil karena menghadapi pemain terbaik selalu menjadi tantangan yang menarik bagi sebuah tim. Meski begitu, Van Bommel mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi cedera Mbappe. Ia tetap berharap pemain tersebut dapat segera pulih dan kembali bermain. Van Bommel Siap Adu Taktik Pertandingan Belgia melawan Prancis akan menjadi salah satu ujian awal bagi kedua pelatih. Van Bommel ingin melihat bagaimana timnya menghadapi pendekatan Zidane di lapangan. Belgia memiliki momentum setelah mengalahkan Italia, sedangkan Prancis datang dengan kepercayaan diri usai menang atas Turki. Kondisi tersebut membuat duel di Brussels diprediksi berjalan menarik. Bagi Van Bommel, menghadapi Zidane memberikan pengalaman berbeda dibanding pertandingan biasa. Mereka kini tidak lagi berhadapan sebagai pemain, melainkan bertanggung jawab atas strategi masing-masing tim. Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk memperlihatkan perkembangan tim setelah meraih kemenangan perdana. Belgia dan Prancis kini sama-sama ingin menjaga laju positif di UEFA Nations League.

Van Bommel Antusias Hadapi Zidane dalam Duel Belgia vs Prancis Read More »

Klopp Gak Nyangka Timnas Jerman Bisa Kalah 0-1 dari Yunani

Arenabetting – Jerman harus menelan kekalahan 0-1 dari Yunani dalam matchday kedua Grup B UEFA Nations League di WWK Arena, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi tuan rumah yang gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol. Tim asuhan Juergen Klopp kesulitan membongkar pertahanan Yunani sepanjang pertandingan. Situasi semakin sulit setelah tim tamu mencetak gol pada menit ke-74 melalui Dimitrios Kourbelis. Kekalahan ini juga membuat Klopp masih belum meraih kemenangan pertamanya bersama Jerman. Sebelumnya, Die Mannschaft hanya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Belanda pada pertandingan pembuka. Jerman Kesulitan Bobol Yunani Jerman tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan mengubah kontrol permainan menjadi gol. Yunani mampu menjaga pertahanan dengan disiplin sehingga ruang bagi para pemain tuan rumah sangat terbatas. Upaya Jerman untuk mencari celah terus dilakukan hingga babak kedua. Namun, penyelesaian akhir dan ketatnya pertahanan lawan membuat mereka belum mampu mengubah tekanan menjadi keunggulan. Yunani justru menemukan momentum pada menit ke-74. Kourbelis yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola hasil tembakannya mengenai kaki Joshua Kimmich sebelum berubah arah dan masuk ke gawang Jerman. Gol tersebut membuat tuan rumah berada dalam posisi sulit pada sisa pertandingan. Klopp Tak Terlalu Terpengaruh Jerman mencoba mengejar setelah tertinggal. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi mereka untuk menemukan gol penyama hingga pertandingan berakhir. Klopp mengaku tidak menyangka timnya kalah dalam pertandingan tersebut. Meski begitu, pelatih berusia 59 tahun itu tidak terlalu terganggu dengan hasil negatif yang baru saja dialami. Menurut Klopp, kekalahan merupakan bagian dari perjalanan sebagai pelatih. Ia merasa sudah mengalami banyak hasil buruk sepanjang karier sehingga satu kekalahan bersama Jerman tidak akan mengubah pendekatannya. Pelatih tersebut memilih melihat pertandingan sebagai bahan untuk mendapatkan informasi. Baginya, hasil negatif tetap bisa memberikan manfaat apabila tim mampu mengambil pelajaran yang tepat setelah pertandingan. Klopp Masih Cari Kemenangan Perdana Kekalahan dari Yunani membuat Klopp belum meraih kemenangan sejak mulai menangani Jerman pada musim panas 2026. Debutnya bersama Die Mannschaft berakhir dengan hasil imbang melawan Belanda. Kini, Klopp harus segera mencari solusi agar Jerman bisa kembali ke jalur kemenangan. Kekalahan di kandang membuat evaluasi menjadi penting, terutama setelah tim gagal mencetak gol. Pertahanan Yunani menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pertandingan tersebut. Jerman harus mencari cara agar penguasaan bola yang mereka miliki bisa lebih efektif ketika memasuki area pertahanan lawan. Hasil ini juga memberikan pengalaman baru bagi Klopp dalam menangani tim nasional. Berbeda dengan sepakbola klub, ia memiliki waktu persiapan yang lebih terbatas untuk memperbaiki kekurangan sebelum pertandingan berikutnya. Jerman Harus Ambil Pelajaran Klopp memilih tidak larut dalam kekalahan tersebut. Ia ingin Jerman mengambil kesimpulan yang tepat agar hasil negatif ini dapat menjadi bahan perbaikan untuk pertandingan berikutnya. Kegagalan mencetak gol menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperhatikan. Jerman harus lebih tajam ketika mendapatkan peluang dan mampu menemukan solusi saat menghadapi pertahanan rapat. Di sisi lain, gol Yunani juga memperlihatkan bagaimana satu momen bisa menentukan hasil pertandingan. Bola yang berubah arah setelah mengenai Kimmich akhirnya membuat Jerman kehilangan poin di kandang. Perjalanan Klopp bersama Jerman masih berada pada tahap awal. Setelah imbang melawan Belanda dan kalah dari Yunani, ia kini memiliki tugas untuk membangun kembali permainan tim sekaligus mengejar kemenangan pertama bersama Die Mannschaft.

Klopp Gak Nyangka Timnas Jerman Bisa Kalah 0-1 dari Yunani Read More »

Kasus Manchester City Tak Ganggu Fokus Timnas Inggris

Arenabetting – Kasus pelanggaran finansial Manchester City tidak ikut mengganggu persiapan Timnas Inggris. Thomas Tuchel memastikan perhatian timnya tetap tertuju pada pertandingan dan agenda selama jeda internasional. Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran finansial dalam periode 2009 hingga 2023. Klub tersebut masih menghadapi proses lanjutan dan berpeluang mendapat sanksi berat. Di tengah persoalan itu, tiga pemain City berada di skuad Inggris, yakni Marc Guehi, Elliot Anderson, dan Nico O’Reilly. Dua nama terakhir bahkan terlibat dalam kesalahan saat Inggris kalah 2-3 dari Spanyol di Wembley. Tuchel Tak Bahas Kasus Man City Tuchel menegaskan persoalan Manchester City bukan bagian dari pembahasannya bersama Timnas Inggris. Pelatih tersebut memilih memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Spanyol dan kegiatan tim selama jeda internasional. Menurut Tuchel, dirinya baru mengetahui perkembangan terbaru kasus tersebut menjelang pertandingan. Namun, ia tidak ingin ikut memberikan komentar karena proses hukumnya masih berjalan. Fokus Tuchel selama berada di pemusatan latihan lebih banyak tertuju pada sesi latihan, pertemuan tim, agenda media, dan komunikasi dengan para pemain. Kasus City tidak masuk dalam prioritasnya. Pelatih Inggris itu juga memahami bahwa para pemain mungkin memiliki pembahasan sendiri mengenai perkara tersebut. Meski begitu, ia tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang mengganggu konsentrasi skuad. Tiga Pemain City Ada di Skuad Inggris Tiga pemain Manchester City menjadi bagian dari skuad Inggris pada jeda internasional kali ini. Kehadiran mereka membuat perkembangan kasus klub tetap memiliki kaitan dengan ruang ganti tim nasional. Marc Guehi dan Nico O’Reilly juga tampil ketika Inggris menghadapi Spanyol. Keduanya mengalami situasi sulit setelah melakukan kesalahan yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol. Guehi terlibat dalam proses terciptanya gol pembuka Spanyol melalui Lamine Yamal. Sementara itu, O’Reilly kehilangan bola di area sendiri sebelum Alex Baena memanfaatkannya untuk menyamakan kedudukan. Meski ada kesalahan tersebut, Tuchel tidak mengaitkannya dengan persoalan Manchester City. Ia tetap melihat pertandingan dari sisi teknis dan fokus pada bagaimana tim Inggris menjalankan permainan. City Terancam Berbagai Sanksi Manchester City menghadapi kemungkinan hukuman setelah dinyatakan bersalah dalam 114 dakwaan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial yang berlangsung selama bertahun-tahun. Sanksi yang berpotensi muncul cukup beragam. Pengurangan poin dan denda menjadi salah satu kemungkinan, sementara pencabutan gelar hingga degradasi juga masuk dalam pembahasan mengenai konsekuensi perkara. Namun, prosesnya belum selesai. Manchester City membantah dakwaan tersebut dan masih memiliki jalur untuk mengajukan banding terhadap keputusan yang telah diberikan. Karena proses hukum masih berlangsung, Tuchel memilih tidak ikut masuk ke dalam pembahasan mengenai kemungkinan hukuman. Ia menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang menangani perkara. Timnas Inggris Tetap Fokus Bagi Tuchel, persiapan Inggris jauh lebih penting selama berada di pemusatan latihan. Setelah menghadapi Spanyol, tim perlu mengevaluasi permainan dan mempersiapkan agenda berikutnya. Kekalahan 2-3 dari Spanyol menjadi bahan perhatian karena Inggris sempat unggul sebelum akhirnya kehilangan kendali. Beberapa kesalahan individu membuat lawan mampu memanfaatkan peluang penting. Tuchel tetap ingin para pemain menjaga konsentrasi dan belajar dari pertandingan tersebut. Persoalan di luar lapangan tidak boleh mengalihkan perhatian mereka dari tugas bersama tim nasional. Dengan demikian, keberadaan pemain Manchester City di skuad Inggris tidak mengubah fokus tim. Tuchel memilih menjaga suasana ruang ganti tetap tertuju pada sepakbola dan persiapan pertandingan berikutnya.

Kasus Manchester City Tak Ganggu Fokus Timnas Inggris Read More »

Cavan Sullivan Catat Sejarah Baru Saat Debut Starter Bersama AS

Arenabetting – Cavan Sullivan mencatat sejarah baru bersama Timnas Amerika Serikat. Gelandang muda berusia 16 tahun itu tampil sebagai starter ketika AS mengalahkan Peru 4-1 dalam laga persahabatan di Orlando, Minggu (27/9/2026) WIB. Debut tersebut menjadi lanjutan dari perjalanan Sullivan yang sebelumnya mencuri perhatian di MLS. Ia mendapat kesempatan tampil sejak awal bersama tim senior AS setelah menjalani musim yang impresif bersama Philadelphia Union. Sullivan memang belum menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk AS. Namun, usianya membuat ia masuk dalam catatan khusus dan menjadi starter termuda kedua dalam sejarah tim nasional negaranya. Sullivan Cetak Rekor di Timnas AS Sullivan menjadi starter ketika usianya 16 tahun 362 hari. Catatan tersebut membuatnya berada di posisi kedua dalam daftar starter termuda sepanjang sejarah Timnas AS. Hanya Mike Slivinski yang lebih muda saat mendapat kesempatan menjadi starter untuk AS pada 1991. Sullivan juga menjadi pemain termuda yang mendapatkan caps untuk tim senior sejak Freddy Adu. Adu menjalani debut pada Januari 2006 ketika berusia 16 tahun 234 hari. Setelah lebih dari dua dekade, Sullivan kini mengikuti jejak pemain muda tersebut dengan tampil di level senior. Dalam pertandingan melawan Peru, Sullivan bermain selama 62 menit. Ia belum mencetak gol ataupun assist, tetapi kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam perkembangan kariernya. Perjalanan Sullivan Dimulai dari MLS Panggilan ke Timnas AS datang setelah Sullivan tampil menonjol bersama Philadelphia Union. Sepanjang musim ini, ia telah mencatat tujuh gol dan 12 assist dari 24 penampilan di MLS. Produktivitas tersebut membuat pemain berusia 16 tahun itu mendapatkan perhatian lebih besar. Kini, pengalaman bermain di kompetisi klub mulai dibawanya ke level internasional. Sullivan sebelumnya sudah mencatat sejarah di MLS sebagai salah satu pemain termuda yang mendapatkan kesempatan tampil. Perjalanan itu kini berlanjut dengan debut sebagai starter untuk tim senior AS. Pertandingan melawan Peru menjadi pengalaman baru bagi Sullivan. Ia harus beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional sekaligus bermain bersama pemain yang lebih berpengalaman. AS Menang Telak atas Peru AS membuka keunggulan ketika Justin Ellis mencetak gol pada menit keempat dalam debutnya bersama tim senior. Peru kemudian merespons melalui Gianluca Lapadula pada menit ke-15. Skor kembali berubah setelah AS mendapatkan penalti. Malik Tillman menjalankan tugas sebagai eksekutor dan membawa tim tuan rumah kembali memimpin. Julian Hall kemudian memperlebar keunggulan AS pada menit ke-72. Permainan tuan rumah semakin nyaman setelah mampu menjaga jarak dari Peru. Sebastian Berhalter melengkapi kemenangan 4-1 melalui tendangan dari luar kotak penalti pada menit-menit akhir. Hasil tersebut menjadi awal positif bagi AS setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Sullivan Mulai Menapaki Tim Senior Debut bersama AS menjadi pencapaian penting bagi Sullivan yang masih sangat muda. Ia kini memiliki pengalaman bermain di level senior dan kesempatan belajar dari pemain yang lebih matang. Sullivan juga ingin terus berkembang setelah mendapatkan kesempatan tersebut. Pengalaman di tim nasional dapat menjadi bagian penting dalam prosesnya menuju level permainan yang lebih tinggi. Meski belum memberikan gol atau assist, kontribusinya tetap menjadi bagian dari kemenangan AS. Ia bermain selama 62 menit sebelum digantikan pada pertandingan tersebut. Catatan sejarah ini membuka babak baru dalam karier Sullivan. Setelah membuat jejak di MLS, ia kini mulai membangun perjalanan bersama Timnas AS dengan usia yang masih 16 tahun.

Cavan Sullivan Catat Sejarah Baru Saat Debut Starter Bersama AS Read More »

Gelar Man City Terancam Dicabut, Ini Klub yang Bisa Jadi Juara Baru

Arenabetting – Manchester City menghadapi potensi perubahan besar dalam catatan sejarah kompetisi Inggris setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan dalam kasus finansial Premier League. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah kemungkinan pencabutan sejumlah gelar yang diraih selama periode perkara. Kasus utama mencakup sembilan musim, mulai 2009/10 hingga 2017/18. Dalam rentang tersebut, Manchester City berhasil memenangkan tiga gelar Premier League, yakni pada musim 2011/12, 2013/14, dan 2017/18. Namun, pencabutan trofi belum menjadi keputusan akhir. City masih memiliki hak banding, sementara Premier League juga belum menentukan bentuk hukuman. Karena itu, klub yang berada di posisi runner-up baru sebatas berpotensi menerima status juara jika keputusan resmi nantinya mengarah ke sana. Tiga Gelar Premier League Jadi Sorotan Manchester City meraih tiga gelar Premier League dalam periode yang masuk perkara utama. Pada musim 2011/12, mereka menjadi juara dengan Manchester United berada di posisi kedua. Situasi serupa terjadi pada 2013/14. City mengakhiri musim di puncak klasemen, sementara Liverpool menjadi pesaing terdekat yang finis sebagai runner-up. Pada 2017/18, City kembali menjadi juara dan Manchester United menempati posisi kedua. Jika ketiga trofi tersebut dicabut dan runner-up kemudian ditetapkan sebagai juara, MU berpotensi mendapatkan dua gelar tambahan dan Liverpool satu. Namun, posisi kedua tidak otomatis membuat sebuah klub menerima trofi ketika gelar juara dicabut. Otoritas kompetisi tetap harus menentukan status akhir setiap gelar melalui keputusan resmi. Bukan Cuma Premier League Periode perkara juga mencakup sejumlah kompetisi domestik lain. City menjadi juara Piala FA 2010/11 setelah mengalahkan Stoke City di pertandingan final. Jika trofi tersebut nantinya dicabut dan diberikan kepada runner-up, Stoke berpotensi mendapatkan status juara secara retrospektif. Namun, skenario itu masih bergantung pada keputusan otoritas terkait. City juga memenangkan EFL Cup pada musim 2013/14, 2015/16, dan 2017/18. Liverpool menjadi runner-up pada dua edisi, sedangkan Sunderland dan Arsenal masing-masing finis di posisi kedua pada musim lainnya. Community Shield 2012 juga masuk dalam daftar kompetisi yang tercatat pada periode tersebut. Chelsea menjadi tim yang berada di posisi runner-up, sehingga klub London itu turut masuk dalam skenario jika status trofi nantinya diubah. Hukuman City Belum Diputuskan Keputusan bersalah dalam 114 dakwaan belum otomatis berarti seluruh gelar City akan dicabut. Premier League masih harus menentukan sanksi yang akan diberikan setelah proses perkara berjalan. Bentuk hukuman dapat beragam, mulai dari pengurangan poin dan denda hingga pembekuan atau pembatalan registrasi pemain. Ada pula kemungkinan sanksi yang lebih berat berdasarkan aturan kompetisi. Manchester City juga masih memiliki jalur banding. Karena itu, status gelar yang mereka raih selama periode perkara belum berubah untuk saat ini. Situasi tersebut membuat daftar calon juara baru masih berupa kemungkinan. Keputusan mengenai trofi Premier League, Piala FA, EFL Cup, maupun Community Shield tetap menunggu hasil akhir proses hukum dan keputusan resmi otoritas kompetisi. Klub Runner-up Masih Harus Menunggu Jika nantinya runner-up ditetapkan sebagai penerima gelar, Manchester United berpotensi memperoleh dua titel Premier League dari musim 2011/12 dan 2017/18. Liverpool berpeluang mendapatkan gelar Premier League 2013/14. Di kompetisi lain, Stoke City berpotensi menerima Piala FA 2010/11. Sunderland dan Liverpool juga masuk dalam skenario EFL Cup, sedangkan Arsenal berpotensi mendapatkan gelar dari musim 2017/18. Chelsea turut tercatat sebagai runner-up Community Shield 2012 dalam daftar tersebut. Meski begitu, semua nama itu masih berada dalam skenario karena belum ada keputusan final mengenai pencabutan trofi. Untuk saat ini, Manchester City masih tercatat sebagai pemilik gelar-gelar tersebut. Perubahan status baru dapat terjadi setelah seluruh proses perkara dan banding selesai serta otoritas kompetisi menetapkan keputusan resmi.

Gelar Man City Terancam Dicabut, Ini Klub yang Bisa Jadi Juara Baru Read More »