Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Man City Sapu Bersih Lima Laga dan Jadi Satu-satunya yang Masih Sempurna

Arenabetting – Manchester City menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki catatan sempurna di Liga Inggris 2026/2027. The Citizens kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Sunderland dengan skor 5-3 di Etihad Stadium, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Pertandingan berjalan cukup ketat karena Sunderland mampu memberikan perlawanan sepanjang laga. City tetap produktif melalui Enzo Fernandez, Rayan Cherki, Erling Haaland, serta dua gol Antoine Semenyo. Sunderland membalas lewat hat-trick Brian Brobbey. Hasil tersebut membuat City mengoleksi 15 poin dari lima pertandingan. Tim asuhan Enzo Maresca kini berada di puncak klasemen dengan keunggulan tiga angka atas Arsenal yang menempati posisi kedua. City Sapu Bersih Lima Pertandingan City langsung menunjukkan konsistensi sejak kompetisi dimulai. Lima pertandingan pertama berhasil dilewati dengan kemenangan sehingga mereka menjadi tim terakhir yang belum kehilangan poin di Liga Inggris. Laga melawan Sunderland menjadi kemenangan terbaru yang memperpanjang catatan tersebut. Meski harus kebobolan tiga gol, City tetap mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan selesai. Produktivitas lini depan menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan City sejauh ini. Lima gol ke gawang Sunderland menunjukkan kemampuan mereka untuk merespons tekanan dan mempertahankan keunggulan. Sementara itu, Sunderland harus menerima kekalahan meski Brobbey tampil sangat baik dengan mencetak tiga gol. Usaha tersebut belum cukup untuk membawa tim tamu mendapatkan poin dari Etihad Stadium. Arsenal Kehilangan Rekor Sempurna Pekan sebelumnya, City masih ditemani Arsenal sebagai dua tim yang sama-sama belum kehilangan poin. Namun, situasi berubah setelah The Gunners kalah telak 0-3 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion. Hasil tersebut membuat Arsenal kehilangan catatan sempurnanya setelah empat kemenangan beruntun. City pun kini menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki rekor 100 persen di awal musim. Keunggulan tiga poin di klasemen memberikan ruang bagi City untuk menjaga posisi teratas. Namun, perjalanan musim masih sangat panjang dan persaingan dipastikan terus berubah. Maresca juga masih harus menjaga konsistensi skuadnya ketika menghadapi lawan yang lebih kuat. Setiap pertandingan berikutnya akan menjadi ujian terhadap kemampuan City mempertahankan momentum. Maresca Jawab Keraguan Awal musim ini menjadi periode penting bagi Maresca setelah ia dipercaya menggantikan Pep Guardiola. Keraguan sempat muncul setelah City kalah 0-3 dari Arsenal pada ajang Community Shield. Situasi semakin menantang karena City kehilangan Rodri dan Bernardo Silva pada bursa transfer musim panas. Dua pemain tersebut sebelumnya menjadi bagian penting dari lini tengah tim. Maresca kemudian mengoptimalkan pemain baru untuk mengisi kebutuhan skuad. Elliot Anderson, Ayyoub Bouaddi, dan Enzo Fernandez menjadi beberapa pemain yang mendapat peran dalam proyek baru City. Hasilnya mulai terlihat setelah lima laga pertama Liga Inggris dilewati dengan kemenangan. City juga mampu mencetak banyak gol sehingga tetap berada di jalur positif meski komposisi tim mengalami perubahan. Liverpool Jadi Ujian Berikutnya Catatan sempurna City akan bertahan setidaknya sampai jeda internasional berakhir. Liga Inggris akan berhenti sementara sehingga Maresca memiliki waktu untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya. City baru kembali bertanding pada 11 Oktober dengan menjalani laga tandang ke Anfield. Liverpool akan menjadi lawan yang harus dihadapi dalam usaha mempertahankan rekor sempurna. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi ujian penting karena City harus bermain di kandang Liverpool. Maresca perlu memastikan timnya tetap fokus setelah jeda kompetisi. Untuk sementara, City bisa menikmati posisi teratas dengan 15 poin. Tantangan berikutnya adalah menjaga catatan tersebut ketika Liga Inggris kembali bergulir.

Man City Sapu Bersih Lima Laga dan Jadi Satu-satunya yang Masih Sempurna Read More »

Carrick Bantah MU Bermain Pasif Saat Ditahan Imbang Fulham

Arenabetting – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage, Minggu (22/9/2026). Performa Setan Merah mendapat sorotan karena dinilai terlalu pasif ketika pertandingan masih berjalan tanpa gol. MU sebenarnya mampu menguasai permainan dengan 56 persen penguasaan bola. Mereka juga lebih sering mengancam melalui 25 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Fulham hanya mencatatkan 12 percobaan dan enam tepat sasaran. Namun, permainan MU baru terlihat lebih agresif setelah tertinggal. Fulham lebih dulu mencetak gol melalui bunuh diri Lisandro Martinez, sebelum Matheus Cunha menyelamatkan Setan Merah lewat gol pada menit-menit akhir pertandingan. MU Dinilai Terlalu Menunggu Sorotan terhadap permainan MU muncul karena tim asuhan Michael Carrick dianggap belum cukup agresif ketika skor masih 0-0. Meski lebih banyak menguasai bola dan melepaskan tembakan, mereka belum mampu menciptakan tekanan yang konsisten. Situasinya berubah setelah Fulham berhasil membuka keunggulan. MU kemudian meningkatkan intensitas serangan dan terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Cunha mencetak gol pada menit akhir. Gol itu membuat MU terhindar dari kekalahan, tetapi kembali gagal membawa pulang tiga poin. Carrick pun mendapat pertanyaan mengenai pendekatan timnya. Pelatih MU tersebut tidak setuju jika permainan timnya dianggap terlalu pasif sepanjang pertandingan. Carrick Punya Penjelasan Carrick menilai MU justru mampu mengendalikan sebagian besar jalannya babak pertama. Karena itu, ia tidak melihat permainan timnya sebagai pendekatan yang terlalu pasif seperti anggapan yang muncul setelah pertandingan. Menurut Carrick, pertandingan Liga Inggris memang tidak memungkinkan sebuah tim menguasai permainan secara penuh selama 90 menit. Lawan memiliki kualitas dan selalu bisa memberikan tekanan dalam situasi tertentu. Ia juga mengakui bahwa MU sempat mengalami kesulitan dalam mempertahankan kendali pertandingan. Namun, kondisi tersebut dianggap sebagai bagian normal dari persaingan di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Carrick tidak ingin menuntut timnya untuk terus menyerang tanpa henti. Baginya, pertandingan sepakbola memiliki banyak perubahan momentum dan setiap tim harus mampu beradaptasi ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana. MU Tetap Lebih Dominan Statistik pertandingan memperlihatkan MU sebenarnya lebih unggul dalam sejumlah aspek. Selain menguasai 56 persen bola, mereka juga menghasilkan lebih dari dua kali jumlah tembakan yang dilepaskan Fulham. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa MU tetap memiliki inisiatif untuk menyerang. Masalahnya, dominasi itu belum menghasilkan cukup banyak gol sebelum Fulham membuka skor. Cunha kemudian menjadi penyelamat MU dengan gol pada menit akhir. Hasil imbang membuat Setan Merah setidaknya membawa pulang satu poin dari London. Namun, tambahan satu angka belum cukup mengangkat posisi MU secara signifikan. Mereka masih membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen dan membangun momentum positif. MU Masih Terpuruk di Klasemen Hasil imbang di markas Fulham membuat MU kini berada di posisi ke-12 klasemen Liga Inggris dengan koleksi lima poin. Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa awal musim mereka masih jauh dari target yang diharapkan. Fulham justru berada lebih bawah di posisi ke-19 dengan baru mengumpulkan dua poin. Meski demikian, MU tetap harus segera memperbaiki hasil jika tidak ingin terus kehilangan jarak dengan tim-tim di papan atas. Carrick kini perlu mencari cara agar dominasi permainan bisa menghasilkan lebih banyak peluang berkualitas. Ketika MU mampu menguasai bola dan menciptakan banyak tembakan, efektivitas di depan gawang menjadi bagian penting yang harus ditingkatkan. Setan Merah selanjutnya memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Carrick tentu berharap timnya bisa tampil lebih konsisten sehingga penguasaan permainan tidak kembali berakhir dengan hasil imbang.

Carrick Bantah MU Bermain Pasif Saat Ditahan Imbang Fulham Read More »

Real Madrid Soroti Keputusan Wasit Usai Tumbang di Derby Madrid

Arenabetting – Real Madrid harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam Derby Madrid di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Kekalahan tersebut membuat kubu Los Blancos menyoroti sejumlah keputusan wasit yang terjadi sepanjang pertandingan. Atletico berhasil meraih kemenangan melalui gol Alejandro Grimaldo dari titik penalti dan Jonathan David. Madrid hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Antonio Ruediger menjelang pertandingan berakhir. Pertandingan juga diwarnai kartu merah Dean Huijsen. Bek Madrid itu awalnya hanya mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone, tetapi keputusan berubah menjadi kartu merah setelah wasit mendapat masukan dari VAR. Dua Pemain Atletico Lolos dari Kartu Kubu Madrid mempermasalahkan dua insiden yang melibatkan pemain Atletico pada babak pertama. Cristian Romero dan Lee Kang-in menjadi sorotan karena melakukan pelanggaran terhadap pemain Los Blancos. Romero terlihat menginjak bagian lutut Jude Bellingham. Insiden tersebut bahkan sempat ditinjau melalui monitor, tetapi pemain Atletico itu tetap melanjutkan pertandingan tanpa menerima kartu merah. Lee Kang-in juga menjadi perhatian Madrid setelah melakukan kontak yang mengenai pergelangan kaki kiri Federico Valverde. Insiden tersebut terjadi pada babak pertama dan tidak berujung hukuman kartu bagi pemain Atletico. Situasi tersebut membuat Madrid merasa keputusan wasit tidak berjalan seimbang. Terlebih, Huijsen akhirnya harus meninggalkan lapangan setelah pelanggarannya terhadap Simeone dinilai layak mendapat hukuman kartu merah. Madrid Nilai Keputusan Wasit Pengaruhi Laga Real Madrid kemudian mengeluarkan pernyataan resmi setelah pertandingan. Klub menilai sejumlah keputusan Ortiz Arias memberikan pengaruh terhadap jalannya derby yang berakhir dengan kemenangan Atletico. Menurut Madrid, kegagalan memberikan hukuman kepada Romero dan Lee menjadi bagian penting dari kontroversi pertandingan. Klub merasa dua insiden tersebut seharusnya mendapatkan tindakan lebih tegas dari perangkat pertandingan. Madrid juga menyoroti perubahan hukuman Huijsen setelah VAR terlibat. Situasi itu membuat Los Blancos harus bermain dengan 10 pemain ketika pertandingan memasuki babak kedua. Atletico kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak dua gol. Madrid baru mampu memberikan respons melalui Ruediger pada penghujung laga, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Mourinho Ikut Soroti Wasit Jose Mourinho juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan Ortiz Arias. Pelatih Madrid tersebut menilai perangkat pertandingan belum menunjukkan pengalaman yang cukup untuk menangani pertandingan dengan intensitas tinggi seperti Derby Madrid. Mourinho turut mengkritik ofisial VAR yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, pertandingan besar membutuhkan perangkat pertandingan yang mampu menangani setiap momen secara tepat. Sorotan Mourinho tidak hanya muncul setelah laga berakhir. Ia bahkan membawa gambar dua insiden yang melibatkan Romero dan Lee ke konferensi pers sebagai bagian dari kritiknya terhadap keputusan wasit. Bagi Mourinho, dua kejadian tersebut menjadi bagian penting dari pertandingan. Ia menilai situasi akan berbeda jika Atletico harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit setelah menerima hukuman. Kekalahan Bikin Madrid Kehilangan Poin Hasil akhir 1-2 membuat Madrid gagal mendapatkan tambahan poin dari laga penting melawan rival sekota. Atletico justru berhasil menjaga posisi mereka di papan atas setelah mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Madrid kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Kekalahan tersebut menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk mengevaluasi permainan tim sekaligus mempersiapkan skuad menghadapi jadwal panjang musim ini. Kontroversi wasit kemungkinan masih akan menjadi pembahasan setelah derby. Namun, Madrid tetap harus memperbaiki performa di lapangan agar kehilangan poin seperti ini tidak kembali terjadi. Los Blancos kini dituntut bangkit pada laga berikutnya. Persaingan Liga Spanyol masih panjang, sehingga Madrid memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki posisi setelah hasil mengecewakan di Metropolitano.

Real Madrid Soroti Keputusan Wasit Usai Tumbang di Derby Madrid Read More »

Man City Sapu Bersih Lima Laga, Maresca Dekati Rekor Pelatih Top

Arenabetting – Manchester City melanjutkan awal sempurna di Liga Inggris 2026/2027. The Citizens meraih kemenangan kelima secara beruntun setelah mengalahkan Sunderland dengan skor 5-3 di Etihad Stadium, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Pertandingan tersebut berlangsung cukup sengit karena Sunderland tidak menyerah meski tertinggal. City harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir laga sebelum akhirnya mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Kemenangan itu membuat City semakin kokoh di puncak klasemen dengan 15 poin dari lima pertandingan. Mereka menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki rekor sempurna sebelum kompetisi memasuki jeda internasional. City Kembali Raih Lima Kemenangan City langsung memperlihatkan konsistensinya sejak awal musim. Lima pertandingan pertama di Liga Inggris berhasil dilewati dengan kemenangan, sebuah catatan yang membuat posisi mereka di papan atas semakin kuat. Saat menghadapi Sunderland, City harus menghadapi perlawanan yang cukup merepotkan. Tim tamu terus mengejar dan mampu mencetak tiga gol sepanjang pertandingan. Namun, produktivitas City menjadi pembeda. Antoine Semenyo mencetak dua gol, sementara Enzo Fernandez, Rayan Cherki, dan Erling Haaland masing-masing menyumbang satu gol. Sunderland mendapatkan kontribusi besar dari Brian Brobbey. Penyerang tersebut mencetak hat-trick, tetapi tiga golnya belum cukup untuk membawa tim tamu mencuri poin dari Etihad Stadium. Maresca Masuk Daftar Pelatih Elite Lima kemenangan beruntun tersebut membawa Enzo Maresca masuk ke kelompok pelatih yang mampu memenangi lima laga awal di Premier League. Ia menjadi pelatih keenam yang mencatatkan pencapaian tersebut. Sebelum Maresca, ada Maurizio Sarri dan Craig Shakespeare yang juga mengawali kiprah mereka dengan lima kemenangan beruntun di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Catatan lebih panjang dimiliki Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, dan Ole Gunnar Solskjaer. Ketiganya mampu memenangkan enam pertandingan pertama mereka di Premier League. Maresca kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai catatan enam pertandingan tersebut. Kesempatan itu akan hadir dalam pertandingan besar setelah jeda internasional. City Masih Sempurna di Semua Kompetisi Performa City pada awal musim tidak hanya terlihat di Liga Inggris. Maresca juga membawa timnya meraih kemenangan dalam seluruh tujuh pertandingan yang telah dijalani di berbagai kompetisi. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi City sejak musim baru dimulai. Meski begitu, perjalanan masih panjang sehingga hasil awal belum menjadi jaminan untuk pencapaian pada akhir musim. Maresca juga masih harus menjaga kestabilan tim ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi. Persaingan di Premier League dapat berubah dengan cepat, terutama ketika jadwal pertandingan mulai semakin padat. Untuk sementara, City dapat menikmati posisi teratas dengan keunggulan tiga poin atas Arsenal. Fokus berikutnya adalah menjaga momentum setelah jeda internasional. Liverpool Menanti di Anfield Ujian berikutnya bagi Maresca akan datang dari Liverpool. City dijadwalkan bertandang ke Anfield pada 11 Oktober mendatang dalam pertandingan yang berpotensi menjadi tantangan besar bagi catatan sempurna mereka. Laga tersebut juga menjadi kesempatan bagi Maresca untuk menyamai rekor enam kemenangan awal yang pernah dicatat Ancelotti, Guardiola, dan Solskjaer. Kemenangan akan membuat namanya semakin dekat dengan kelompok tersebut. Namun, Liverpool tentu tidak akan mudah ditaklukkan di kandangnya sendiri. Maresca perlu menjaga konsentrasi tim setelah jeda internasional agar City dapat melanjutkan tren positif yang sudah dibangun sejak awal musim. Jika mampu kembali menang, City akan memperpanjang catatan sempurnanya sekaligus menjaga posisi di puncak klasemen. Maresca pun akan memiliki awal musim yang semakin kuat bersama The Citizens.

Man City Sapu Bersih Lima Laga, Maresca Dekati Rekor Pelatih Top Read More »

MU Rajin Menembak tapi Mandul, Carrick Punya PR Besar di Lini Depan

Arenabetting – Manchester United kembali kehilangan poin setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026). Hasil tersebut membuat Setan Merah belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. MU sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai 58 persen bola dan melepaskan 29 tembakan, tetapi banyak peluang gagal berujung gol. Fulham bahkan lebih dulu unggul melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez. Matheus Cunha akhirnya menyelamatkan MU lewat gol pada menit ke-89. Namun, hasil seri tetap terasa mengecewakan karena tim asuhan Michael Carrick kembali kesulitan memaksimalkan peluang yang didapat. MU Banyak Menembak, Tapi Minim Gol Catatan 29 tembakan memperlihatkan bahwa MU cukup aktif dalam membangun serangan. Masalahnya, hanya enam percobaan yang benar-benar mengarah ke gawang Fulham. Dari total tersebut, 10 tembakan melenceng dan 13 lainnya berhasil diblok pemain lawan. Statistik itu menunjukkan bahwa banyak serangan MU berhenti sebelum benar-benar mengancam gawang. Situasi tersebut menjadi persoalan yang terus berulang pada awal musim. MU mampu menciptakan kesempatan, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup tajam untuk mengubah dominasi menjadi kemenangan. Kondisi ini semakin terasa karena Setan Merah sebenarnya memiliki banyak pemain ofensif dengan kemampuan mencetak gol. Carrick kini perlu menemukan cara agar peluang yang tercipta bisa menghasilkan lebih banyak gol. Tembakan MU Terbanyak di Liga Menurut catatan Squawka, MU sudah melepaskan 113 tembakan sepanjang musim ini. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh tim lainnya di kompetisi. Angka itu bahkan lebih banyak daripada Brighton & Hove Albion yang mencatatkan 95 tembakan. Brighton sendiri menjadi salah satu tim dengan produktivitas serangan paling tinggi pada awal musim. Namun, jumlah tembakan MU belum sebanding dengan hasil akhir. Dari 113 percobaan tersebut, Setan Merah baru mampu mencetak delapan gol. Perbedaan antara banyaknya peluang dan jumlah gol menjadi gambaran utama masalah MU. Tim memang mampu masuk ke area berbahaya, tetapi sentuhan terakhir dan akurasi penyelesaian masih perlu diperbaiki. Banyak Penyerang Belum Maksimal MU sebenarnya memiliki sejumlah pilihan di lini depan. Cunha, Bryan Mbeumo, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, Marcus Rashford, dan Joshua Zirkzee memberi Carrick berbagai opsi untuk membangun serangan. Namun, kontribusi gol dari para pemain tersebut belum merata. Fernandes baru mengoleksi tiga gol, sedangkan Mbeumo telah mencetak dua gol sejauh musim berjalan. Sesko baru menyumbangkan satu gol untuk MU. Sementara itu, Rashford yang diharapkan menjadi salah satu sumber gol masih belum mencatatkan namanya di papan skor. Cunha menjadi salah satu pemain yang memberikan dampak penting saat menghadapi Fulham. Golnya pada menit ke-89 setidaknya menyelamatkan MU dari kekalahan dan menjaga tambahan satu poin. Carrick Punya Waktu Tiga Pekan Carrick kini mendapatkan waktu sekitar tiga pekan untuk memperbaiki masalah penyelesaian akhir timnya. Jeda tersebut menjadi kesempatan bagi MU untuk mengevaluasi berbagai persoalan di lini serang. Perbaikan tidak hanya dibutuhkan dalam hal jumlah gol. Pemain juga perlu lebih tenang ketika mendapatkan peluang agar dominasi permainan tidak berakhir dengan hasil yang kembali mengecewakan. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting bagi MU. Setan Merah dijadwalkan menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada 10 Oktober mendatang. Sebelum laga tersebut berlangsung, Carrick harus memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan ketajaman tim. Jika persoalan finishing belum teratasi, dominasi dan banyaknya tembakan MU bisa kembali berakhir tanpa kemenangan.

MU Rajin Menembak tapi Mandul, Carrick Punya PR Besar di Lini Depan Read More »

Mourinho Bawa Bukti Pelanggaran Usai Madrid Kalah di Derby

Arenabetting – Jose Mourinho kembali menjadi sorotan setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby Liga Spanyol. Ia membawa dua foto pelanggaran pemain Atletico ke konferensi pers sebagai kritik terhadap wasit. Pertandingan di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9/2026), berakhir dengan kemenangan Atletico. Alejandro Grimaldo membuka keunggulan melalui penalti pada menit ke-53, lalu Jonathan David menggandakan skor enam menit kemudian. Madrid hanya mampu membalas lewat sundulan Antonio Rudiger pada menit ke-89. Kekalahan tersebut juga diwarnai kartu merah untuk Dean Huijsen. Bek Madrid itu diusir setelah dianggap menjatuhkan Giuliano Simeone ketika sang pemain Atletico memiliki peluang berhadapan langsung dengan Thibaut Courtois. Situasi itu menghasilkan penalti yang dikonversi Grimaldo. Mourinho Soroti Dua Pelanggaran Mourinho merasa keputusan wasit Ortiz Arias tidak konsisten. Ia menilai ada dua insiden lain yang melibatkan pemain Atletico dan menurutnya layak mendapat hukuman berat. Dua pemain yang menjadi perhatian Mourinho adalah Cristian Romero dan Lee Kang-in. Keduanya terlibat dalam insiden pada babak pertama yang menurut Mourinho seharusnya mendapatkan tindakan lebih tegas dari wasit. Romero terlihat menginjak area lutut Jude Bellingham dalam sebuah duel. Sementara itu, Lee melakukan kontak yang mengenai bagian engkel Federico Valverde. Mourinho kemudian membawa tangkapan layar berwarna berukuran A4 ke hadapan media. Ia memperlihatkan dua gambar tersebut sebagai bagian dari kritik terhadap keputusan wasit sepanjang pertandingan. Madrid Bermain dengan Kerugian Pemain Mourinho menilai situasi pertandingan bisa berubah jika dua insiden tersebut mendapatkan hukuman seperti yang diterima Huijsen. Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah sang bek, sementara Atletico tetap memiliki jumlah pemain lengkap. Menurut Mourinho, bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit sudah menjadi tantangan besar bagi Madrid. Karena itu, ia membayangkan situasi pertandingan akan jauh lebih berat jika Atletico juga kehilangan dua pemain. Pelatih Madrid itu tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai skuad Los Blancos sudah berusaha maksimal dan menunjukkan kepercayaan diri serta kualitas permainan, terutama pada babak pertama. Di sisi lain, Mourinho menyindir pihak yang bertanggung jawab atas penunjukan wasit. Baginya, hasil pertandingan bukan hanya menjadi kabar baik bagi Atletico yang mendapatkan tiga poin, tetapi juga bagi pihak yang mengatur perangkat pertandingan. Bukan Kali Pertama Mourinho Beraksi Aksi Mourinho membawa foto ke konferensi pers kembali mengingatkan publik pada sejumlah tindakan uniknya ketika berada di pinggir lapangan. Pelatih tersebut memang pernah menggunakan cara tidak biasa untuk menyampaikan protes terhadap keputusan pertandingan. Pada September 2024, ketika menangani Fenerbahce, Mourinho pernah membawa laptop ke depan kamera televisi setelah gol timnya dianulir karena offside. Ia menggunakan tayangan tersebut untuk memperlihatkan sudut pandang yang menurutnya menunjukkan bahwa gol itu seharusnya sah. Aksi tersebut membuat Mourinho mendapat kartu kuning. Untuk kejadian setelah derby Madrid kali ini, belum ada kepastian apakah tindakannya akan mendapatkan sanksi tambahan dari otoritas sepakbola Spanyol. The Athletic telah menghubungi Komite Wasit Nasional Spanyol untuk meminta tanggapan mengenai aksi Mourinho. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada respons resmi dari pihak terkait. Madrid Tertahan di Papan Atas Kekalahan dari Atletico membuat posisi Madrid di klasemen sementara LaLiga ikut berubah. Los Blancos kini berada di peringkat keempat dengan koleksi 15 poin. Madrid tertinggal enam poin dari Barcelona yang menempati posisi teratas. Hasil derby tersebut menjadi pukulan dalam persaingan awal musim karena Madrid kehilangan kesempatan menambah angka. Mourinho dan timnya kini harus mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Madrid dijadwalkan menjamu Villarreal pada 11 Oktober dan akan berusaha kembali meraih hasil positif di kompetisi domestik.

Mourinho Bawa Bukti Pelanggaran Usai Madrid Kalah di Derby Read More »