Arenabetting – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage, Minggu (22/9/2026). Performa Setan Merah mendapat sorotan karena dinilai terlalu pasif ketika pertandingan masih berjalan tanpa gol.
MU sebenarnya mampu menguasai permainan dengan 56 persen penguasaan bola. Mereka juga lebih sering mengancam melalui 25 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Fulham hanya mencatatkan 12 percobaan dan enam tepat sasaran.
Namun, permainan MU baru terlihat lebih agresif setelah tertinggal. Fulham lebih dulu mencetak gol melalui bunuh diri Lisandro Martinez, sebelum Matheus Cunha menyelamatkan Setan Merah lewat gol pada menit-menit akhir pertandingan.
MU Dinilai Terlalu Menunggu
Sorotan terhadap permainan MU muncul karena tim asuhan Michael Carrick dianggap belum cukup agresif ketika skor masih 0-0. Meski lebih banyak menguasai bola dan melepaskan tembakan, mereka belum mampu menciptakan tekanan yang konsisten.
Situasinya berubah setelah Fulham berhasil membuka keunggulan. MU kemudian meningkatkan intensitas serangan dan terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Cunha mencetak gol pada menit akhir. Gol itu membuat MU terhindar dari kekalahan, tetapi kembali gagal membawa pulang tiga poin.
Carrick pun mendapat pertanyaan mengenai pendekatan timnya. Pelatih MU tersebut tidak setuju jika permainan timnya dianggap terlalu pasif sepanjang pertandingan.
Carrick Punya Penjelasan
Carrick menilai MU justru mampu mengendalikan sebagian besar jalannya babak pertama. Karena itu, ia tidak melihat permainan timnya sebagai pendekatan yang terlalu pasif seperti anggapan yang muncul setelah pertandingan.
Menurut Carrick, pertandingan Liga Inggris memang tidak memungkinkan sebuah tim menguasai permainan secara penuh selama 90 menit. Lawan memiliki kualitas dan selalu bisa memberikan tekanan dalam situasi tertentu.
Ia juga mengakui bahwa MU sempat mengalami kesulitan dalam mempertahankan kendali pertandingan. Namun, kondisi tersebut dianggap sebagai bagian normal dari persaingan di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Carrick tidak ingin menuntut timnya untuk terus menyerang tanpa henti. Baginya, pertandingan sepakbola memiliki banyak perubahan momentum dan setiap tim harus mampu beradaptasi ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.
MU Tetap Lebih Dominan
Statistik pertandingan memperlihatkan MU sebenarnya lebih unggul dalam sejumlah aspek. Selain menguasai 56 persen bola, mereka juga menghasilkan lebih dari dua kali jumlah tembakan yang dilepaskan Fulham.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa MU tetap memiliki inisiatif untuk menyerang. Masalahnya, dominasi itu belum menghasilkan cukup banyak gol sebelum Fulham membuka skor.
Cunha kemudian menjadi penyelamat MU dengan gol pada menit akhir. Hasil imbang membuat Setan Merah setidaknya membawa pulang satu poin dari London.
Namun, tambahan satu angka belum cukup mengangkat posisi MU secara signifikan. Mereka masih membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen dan membangun momentum positif.
MU Masih Terpuruk di Klasemen
Hasil imbang di markas Fulham membuat MU kini berada di posisi ke-12 klasemen Liga Inggris dengan koleksi lima poin. Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa awal musim mereka masih jauh dari target yang diharapkan.
Fulham justru berada lebih bawah di posisi ke-19 dengan baru mengumpulkan dua poin. Meski demikian, MU tetap harus segera memperbaiki hasil jika tidak ingin terus kehilangan jarak dengan tim-tim di papan atas.
Carrick kini perlu mencari cara agar dominasi permainan bisa menghasilkan lebih banyak peluang berkualitas. Ketika MU mampu menguasai bola dan menciptakan banyak tembakan, efektivitas di depan gawang menjadi bagian penting yang harus ditingkatkan.
Setan Merah selanjutnya memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Carrick tentu berharap timnya bisa tampil lebih konsisten sehingga penguasaan permainan tidak kembali berakhir dengan hasil imbang.


