Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Florentino Perez Bantah Isu Sakit dan Mundur dari Real Madrid

Arenabetting – Situasi panas sedang menyelimuti Real Madrid setelah posisi Florentino Perez mulai mendapat sorotan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Los Blancos itu diterpa isu kesehatan hingga rumor pengunduran diri usai performa klub dinilai menurun dalam dua musim terakhir. Kegagalan Madrid meraih trofi mayor membuat tekanan terhadap pria berusia 79 tahun tersebut semakin besar. Sejumlah suara dari internal klub kabarnya mulai mempertanyakan arah kepemimpinan Perez setelah era dominasi mereka perlahan memudar. Di tengah situasi itu, Perez akhirnya muncul dalam konferensi pers yang cukup mengejutkan publik. Momen tersebut terasa spesial karena ia sangat jarang berbicara langsung kepada media dalam format seperti itu sejak beberapa tahun terakhir. Perez Tegaskan Tak Akan Mundur Florentino Perez langsung membantah semua rumor yang menyebut dirinya bakal meninggalkan kursi presiden Madrid. Ia memastikan masih memiliki semangat dan energi untuk memimpin klub raksasa Spanyol tersebut. Sang presiden juga menegaskan bahwa siapa pun yang ingin menantangnya dipersilakan maju secara terbuka. Ia merasa proses demokrasi di klub harus berjalan secara transparan tanpa adanya gerakan tersembunyi. Perez bahkan meminta proses pemilihan presiden kembali digelar dalam waktu dekat. Langkah itu memperlihatkan keyakinannya bahwa mayoritas anggota klub masih memberikan dukungan penuh kepadanya. Kepercayaan diri itu cukup menarik perhatian karena dalam empat pemilihan terakhir dirinya selalu menjadi calon tunggal. Situasi sekarang terasa berbeda karena tekanan dari internal mulai terlihat lebih nyata. Rumor Kesehatan Jadi Sorotan Selain isu pengunduran diri, Perez juga membantah rumor yang menyebut dirinya mengidap kanker stadium akhir. Ia menganggap kabar tersebut terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas. Perez menjelaskan dirinya masih aktif memimpin dua organisasi besar secara bersamaan. Selain mengurus Madrid, ia juga tetap memimpin Grupo ACS yang bergerak di sektor infrastruktur dan teknik sipil. Menurut pengakuannya, kondisi kesehatan yang buruk tidak mungkin membuat seseorang mampu menjalankan tanggung jawab sebesar itu. Ia merasa rumor tersebut sengaja dibangun untuk menjatuhkan reputasinya. Pernyataan tegas itu muncul setelah banyak kolega pribadi menghubunginya karena percaya kabar sakit keras yang sempat beredar luas di media sosial maupun lingkungan sepak bola Spanyol. Ada Gejolak di Internal Madrid Kemunculan Perez dalam konferensi pers ikut memunculkan dugaan adanya ketegangan di dalam tubuh Los Blancos. Media Spanyol menilai sang presiden mulai merasakan adanya perlawanan dari beberapa pihak internal klub. Salah satu hal yang membuat situasi semakin panas yakni bocornya sejumlah informasi sensitif yang sebelumnya sangat tertutup. Insiden perselisihan pemain di ruang ganti ikut memperkuat dugaan tersebut. Perez juga sempat menyinggung adanya sosok pebisnis dengan aksen Meksiko yang disebut bergerak di balik layar untuk menyerangnya. Namun ia memilih tidak membuka identitas orang yang dimaksud. Pernyataan itu langsung memicu spekulasi baru di kalangan pendukung Madrid. Banyak pihak mulai penasaran siapa tokoh yang sebenarnya sedang mencoba menggoyang posisi presiden senior tersebut. Masa Depan Perez Masih Jadi Perhatian Walau tekanan terus berdatangan, Perez tampaknya belum memiliki niat untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Ia masih percaya proyek Madrid berada di jalur yang tepat untuk bangkit kembali. Kondisi klub yang gagal meraih gelar dalam dua musim terakhir memang membuat atmosfer menjadi kurang nyaman. Namun Perez merasa pengalaman panjangnya masih dibutuhkan untuk membawa Madrid keluar dari tekanan. Di sisi lain, sebagian fans mulai berharap adanya perubahan besar dalam struktur kepemimpinan klub. Mereka menilai regenerasi penting dilakukan agar Madrid tetap kompetitif di level tertinggi Eropa. Meski begitu, keberanian Perez meminta pemilihan ulang memperlihatkan bahwa dirinya masih yakin memiliki dukungan kuat dari para anggota klub. Situasi ini membuat dinamika politik internal Madrid diprediksi bakal semakin menarik dalam beberapa bulan ke depan.

Florentino Perez Bantah Isu Sakit dan Mundur dari Real Madrid Read More »

Carlo Ancelotti Tegaskan Pemanggilan Neymar ke Timnas Brasil Murni Soal Teknis

Arenabetting – Carlo Ancelotti menegaskan keputusan memasukkan Neymar ke skuad sementara Brazil national football team untuk FIFA World Cup bukan karena faktor emosional atau popularitas sang pemain. Nama Neymar masuk dalam daftar 55 pemain sementara yang diumumkan Ancelotti awal pekan ini. Pemanggilan tersebut menjadi yang pertama bagi bintang Santos itu sejak Oktober 2023. Kembalinya Neymar langsung memunculkan banyak respons dari publik Brasil. Sebagian mendukung, namun ada juga yang mempertanyakan kondisi fisiknya yang masih sering diganggu cedera. Ancelotti Sebut Pemilihan Neymar Sudah Dipikirkan Matang Carlo Ancelotti menegaskan bahwa keputusan memanggil Neymar sudah melalui banyak pertimbangan teknis. Pelatih asal Italia itu mengakui Neymar tetap menjadi salah satu pemain paling berbakat yang dimiliki Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Ancelotti juga sadar kondisi kebugaran Neymar belum sepenuhnya ideal setelah sempat mengalami beberapa masalah cedera. Karena itu, ia mengaku harus menimbang dengan sangat hati-hati sisi positif dan negatif sebelum memasukkan nama Neymar ke skuad sementara. Neymar Dinilai Mulai Kembali Meningkat Menurut Ancelotti, perkembangan kondisi Neymar dalam beberapa bulan terakhir cukup positif. Sang pemain dinilai mulai kembali menemukan ritme permainan bersama Santos. Sejak awal tahun 2026, Neymar mencatat enam gol dan tiga assist dari 13 pertandingan bersama klub Brasil tersebut. Catatan itu dianggap cukup baik mengingat Neymar sempat melewatkan banyak pertandingan karena proses pemulihan cedera lutut. Ancelotti juga melihat Neymar mulai bermain lebih rutin dibanding periode sebelumnya, sesuatu yang penting untuk mengembalikan level kompetitif sang pemain. Suasana Ruang Ganti Jadi Pertimbangan Selain faktor teknis, Ancelotti mengakui Neymar memiliki pengaruh besar di dalam skuad Brasil. Menurutnya, Neymar adalah sosok yang sangat dicintai bukan hanya oleh publik Brasil, tetapi juga oleh rekan-rekan setimnya di tim nasional. Karena itulah, kehadiran Neymar diyakini tidak akan menimbulkan masalah di ruang ganti Selecao. Meski begitu, Ancelotti tetap menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai skuad Piala Dunia sepenuhnya berada di tangannya sebagai pelatih. Neymar Belum Tentu Masuk Skuad Final Walaupun sudah masuk daftar 55 pemain sementara, Neymar belum otomatis lolos ke skuad final Brasil untuk Piala Dunia 2026. Ancelotti masih harus memangkas daftar tersebut menjadi 26 pemain sebelum turnamen dimulai. Situasi itu membuat Neymar tetap harus membuktikan kondisinya layak tampil di level tertinggi dalam beberapa pekan ke depan. Publik Brasil kini menunggu apakah sang bintang benar-benar bisa kembali tampil di Piala Dunia setelah perjalanan panjang penuh cedera dan kritik dalam beberapa tahun terakhir.

Carlo Ancelotti Tegaskan Pemanggilan Neymar ke Timnas Brasil Murni Soal Teknis Read More »

Manchester City Wajib Menang atas Crystal Palace Demi Tekan Arsenal

Arenabetting – Manchester City masih menjaga asa juara Premier League musim 2025/2026. The Citizens akan menghadapi Crystal Palace dalam laga penting yang digelar Kamis dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan besar bagi tim asuhan Pep Guardiola untuk memangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen. Saat ini Arsenal memimpin klasemen dengan 79 poin dari 36 pertandingan. Sementara Manchester City berada di posisi kedua dengan 74 poin dan masih memiliki satu laga lebih sedikit. City Tak Punya Pilihan Selain Menang Dengan kondisi klasemen saat ini, kemenangan atas Crystal Palace akan membuat Manchester City memangkas selisih menjadi hanya dua poin dari Arsenal. Karena kompetisi sudah memasuki fase akhir musim, setiap pertandingan kini terasa seperti final bagi The Citizens. Hasil selain kemenangan bisa menjadi pukulan besar dalam perebutan gelar. Apalagi Arsenal sedang tampil cukup konsisten di papan atas. Pep Guardiola tentu memahami bahwa tekanan terhadap timnya semakin besar seiring semakin sedikitnya pertandingan yang tersisa musim ini. Crystal Palace Tetap Bisa Merepotkan Meski berada di papan tengah, Crystal Palace tetap tidak bisa dianggap lawan mudah. The Eagles saat ini menempati posisi ke-15 klasemen dengan koleksi 44 poin. Tim London Selatan itu masih berusaha memperbaiki posisi mereka sebelum musim berakhir. Karena itu, Palace diperkirakan tetap tampil serius di Etihad Stadium. Beberapa kali musim ini Crystal Palace juga mampu merepotkan tim-tim besar Premier League lewat permainan cepat mereka saat melakukan serangan balik. Manchester City harus tampil fokus penuh jika tidak ingin kehilangan poin penting dalam momen krusial seperti sekarang. Persaingan Gelar Masih Sangat Ketat Persaingan Arsenal dan Manchester City musim ini kembali berjalan sengit hingga pekan-pekan terakhir kompetisi. The Gunners memang masih berada di posisi terbaik karena unggul poin. Namun City punya keuntungan tambahan berupa satu pertandingan lebih sedikit dibanding Arsenal. Situasi tersebut membuat peluang juara masih terbuka bagi kedua tim. Karena itu, duel melawan Crystal Palace menjadi laga yang sangat menentukan bagi Manchester Biru. Jika berhasil menang, tekanan otomatis akan kembali berpindah ke Arsenal dalam perburuan trofi Premier League. Haaland dan City Jadi Andalan Manchester City diperkirakan kembali mengandalkan ketajaman Erling Haaland di lini depan. Striker asal Norwegia itu tetap menjadi mesin gol utama The Citizens musim ini dan terus tampil produktif dalam perebutan gelar. Selain Haaland, pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne dan Phil Foden juga diharapkan mampu menjadi pembeda. Manchester City tahu bahwa peluang mempertahankan gelar masih ada. Namun untuk menjaga mimpi tersebut tetap hidup, kemenangan atas Crystal Palace menjadi harga mati bagi pasukan Pep Guardiola.

Manchester City Wajib Menang atas Crystal Palace Demi Tekan Arsenal Read More »

Yamal Sindir Real Madrid Saat Parade Juara, Janji Bawa Barcelona Kuasai Eropa Lagi

Arenabetting – Euforia gelar La Liga musim 2025/2026 benar-benar terasa di jalanan Catalunya. Ribuan fans Barcelona memadati kota untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka kembali menjadi penguasa Spanyol musim ini. Di tengah pesta besar itu, perhatian publik justru tertuju kepada Lamine Yamal. Wonderkid milik Blaugrana tersebut kembali mencuri sorotan lewat aksi yang langsung ramai dibahas di media sosial. Meski sempat menepi akibat cedera hamstring pada akhir musim, Yamal tetap hadir dalam parade juara bersama skuad Barcelona. Kehadirannya makin lengkap setelah pemain muda itu melontarkan sindiran yang membuat fans Real Madrid ikut panas. Jersey Sindiran yang Bikin Ramai Dalam parade menggunakan bus terbuka, Yamal terlihat mengenakan jersey unik dengan tulisan bernada sindiran untuk Real Madrid. Kalimat di bagian depan jersey itu membuat suasana rivalitas El Clasico kembali memanas. Pemain berusia 18 tahun tersebut memakai tulisan yang bermakna rasa syukur karena bukan seorang Madridista. Kalimat itu langsung viral dan menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Banyak fans Barcelona menikmati aksi berani sang wonderkid. Tidak sedikit juga yang menilai Yamal memang mulai menjadi ikon baru rivalitas panas antara Blaugrana dan Los Blancos. Aksi itu terasa makin menarik karena musim ini Barcelona berhasil beberapa kali mengungguli Real Madrid, termasuk dalam laga El Clasico yang ikut menentukan perebutan gelar La Liga. Yamal Memang Suka Rivalitas El Clasico Bukan kali pertama Yamal memperlihatkan ekspresi emosional saat menghadapi Real Madrid. Pemain muda tersebut beberapa kali terlihat menikmati tensi panas yang selalu hadir dalam duel klasik Spanyol itu. Sebelumnya, Yamal juga sempat membuat heboh usai kemenangan Barcelona di El Clasico. Kala itu, ia ikut meledek Jude Bellingham lewat selebrasi dan komentar yang ramai dibahas fans sepak bola. Sikap percaya diri Yamal membuat banyak pendukung Barcelona semakin jatuh hati. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah tampil berani menghadapi tekanan besar dari rivalitas terbesar di Eropa. Meski begitu, aksi Yamal tetap memunculkan pro dan kontra. Sebagian fans Real Madrid menganggap sindiran tersebut berlebihan, sementara kubu Cules justru melihatnya sebagai bagian dari atmosfer rivalitas. Pesan Serius untuk Fans Barcelona Di balik aksi sindirannya, Yamal ternyata juga menyampaikan pesan emosional kepada para pendukung Barcelona. Ia merasa hubungan pemain dan fans musim ini terasa sangat spesial. Pemain muda itu mengaku kagum melihat dukungan luar biasa fans Barcelona sepanjang musim. Bahkan saat parade berlangsung di hari kerja, jalanan kota tetap dipenuhi lautan manusia. Yamal juga menilai masa-masa sulit Barcelona beberapa tahun terakhir membuat gelar musim ini terasa jauh lebih berharga. Karena itu, skuad Blaugrana ingin menikmati momen tersebut bersama seluruh fans. Menurutnya, dukungan suporter menjadi salah satu alasan utama Barcelona mampu bangkit kembali sebagai kekuatan besar di sepak bola Spanyol. Ambisi Bawa Barcelona Juara Liga Champions Selain merayakan gelar La Liga, Yamal ternyata sudah memiliki target besar berikutnya. Ia ingin membawa Barcelona kembali berjaya di Liga Champions. Pemain jebolan akademi La Masia itu merasa trofi Eropa menjadi mimpi yang wajib diwujudkan dalam waktu dekat. Ia bahkan berjanji akan membantu Barcelona mengangkat kembali kejayaan di Camp Nou. Yamal mengungkapkan bahwa keluarganya selalu mengajarkan pentingnya menepati janji. Karena itu, ia ingin membuktikan ucapannya lewat prestasi nyata bersama Blaugrana. Ambisi besar itu membuat fans Barcelona semakin antusias menantikan masa depan tim mereka. Dengan generasi muda seperti Yamal, Cules mulai percaya era kejayaan baru perlahan kembali hadir di Catalunya.

Yamal Sindir Real Madrid Saat Parade Juara, Janji Bawa Barcelona Kuasai Eropa Lagi Read More »

Thiago Silva Masuk Skuad Brasil, Mimpi Terakhir di Piala Dunia Belum Padam

Arenabetting – Nama Thiago Silva kembali menarik perhatian publik sepak bola dunia. Bek veteran asal Brasil itu masuk dalam skuad sementara Tim Samba untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut langsung memunculkan banyak reaksi. Di usia 41 tahun, banyak yang tidak menyangka Silva masih memiliki peluang tampil di turnamen terbesar dunia bersama Brasil. Meski tak lagi berada di masa emasnya, pengalaman dan kepemimpinan Thiago Silva ternyata masih sangat dihargai. Carlo Ancelotti pun terlihat belum menutup pintu bagi sang bek senior untuk kembali memimpin lini belakang Selecao. Pengalaman Jadi Nilai Utama Thiago Silva Thiago Silva memang sudah mengalami penurunan secara fisik dibanding beberapa tahun lalu. Namun soal pengalaman, hampir tidak banyak pemain Brasil yang mampu menyainginya. Musim 2025/26 menjadi bukti bahwa Silva masih bisa memberi kontribusi penting. Bersama Porto, ia ikut membantu klub meraih gelar Liga Portugal meski lebih sering dimainkan secara terbatas. Peran Silva di ruang ganti juga dianggap sangat penting. Kehadirannya diyakini mampu membantu pemain muda Brasil menghadapi tekanan besar di ajang sekelas Piala Dunia. Carlo Ancelotti bahkan sempat memuji profesionalisme mantan bek Milan dan Chelsea tersebut. Pelatih asal Italia itu melihat Silva sebagai sosok pekerja keras yang tetap menjaga level permainan di usia yang tidak muda lagi. Carlo Ancelotti Masih Percaya Ancelotti memang dikenal menyukai pemain berpengalaman dalam timnya. Karena itulah peluang Thiago Silva untuk masuk skuad final Piala Dunia masih terbuka cukup lebar. Pelatih anyar Tim Samba itu menilai Silva punya kualitas kepemimpinan yang sulit dicari penggantinya. Apalagi bek senior tersebut sudah terbiasa tampil di pertandingan besar sepanjang kariernya. Ancelotti juga merasa Silva tetap memiliki pemahaman taktik yang sangat bagus. Meski kecepatan mulai berkurang, kemampuan membaca permainan masih menjadi senjata utamanya. Kabarnya, kondisi fisik Silva akan terus dipantau hingga akhir musim. Jika performanya stabil, peluang tampil di Piala Dunia kelima sepanjang karier tentu semakin besar. Ambisi Besar Bersama Tim Samba Thiago Silva sendiri terlihat cukup santai menanggapi peluang tampil di Piala Dunia 2026. Ia mengaku siap jika memang kembali dipercaya memperkuat Tim Samba. Bek senior itu merasa pengalaman bermain di empat edisi Piala Dunia sebelumnya menjadi modal penting. Karena itulah Silva ingin tetap menjaga kondisi agar siap kapan pun dibutuhkan. Meski begitu, Silva juga memahami persaingan di skuad Brasil sangat ketat. Banyak pemain muda bermunculan dan mulai menjadi andalan baru di lini belakang Selecao. Namun satu hal yang pasti, semangat Silva belum benar-benar habis. Di usia 41 tahun, ia masih memiliki mimpi untuk membantu Brasil kembali berjaya di level dunia. Kesempatan Terakhir Raih Prestasi Tertinggi Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi kesempatan terakhir Thiago Silva tampil di panggung terbesar sepak bola internasional. Karena itu, momen ini terasa sangat emosional bagi sang pemain. Selama membela Tim Samba, Silva sudah mengoleksi lebih dari 100 caps. Ia juga menjadi salah satu bek paling berpengaruh dalam sejarah generasi modern Brasil. Sayangnya, pencapaian terbaiknya di Piala Dunia sejauh ini hanya finis di posisi keempat pada edisi 2014. Kenangan pahit itu tentu masih membekas bagi para pendukung Selecao. Kini, bersama Carlo Ancelotti dan skuad baru Brasil, Thiago Silva berpeluang menutup karier internasionalnya dengan cerita yang jauh lebih indah. Fans Tim Samba pun mulai berharap pengalaman sang veteran bisa menjadi pembeda di Piala Dunia 2026 nanti.

Thiago Silva Masuk Skuad Brasil, Mimpi Terakhir di Piala Dunia Belum Padam Read More »

PSG Incar Julian Alvarez, Trio Maut Dembele-Kvara Bisa Makin Ganas

Arenabetting – Paris Saint-Germain mulai bergerak mencari penyerang baru untuk musim panas 2026. Klub raksasa Prancis itu kabarnya sedang memantau situasi striker Atletico Madrid, Julian Alvarez. Perburuan striker anyar muncul setelah Goncalo Ramos diperkirakan bakal meninggalkan Parc des Princes. Penyerang asal Portugal tersebut mulai frustrasi karena lebih sering duduk di bangku cadangan sepanjang musim. Situasi itu membuat Luis Enrique mulai menyusun rencana baru untuk lini depan Les Parisiens. Nama Julian Alvarez pun langsung masuk daftar teratas karena dianggap cocok dengan gaya permainan cepat milik PSG. Luis Enrique Kepincut Alvarez Beberapa laporan menyebut Luis Enrique sangat tertarik dengan karakter permainan Julian Alvarez. Penyerang asal Argentina itu dinilai punya kemampuan komplet sebagai ujung tombak modern. Alvarez bukan cuma tajam di depan gawang, tapi juga aktif membuka ruang dan membantu pressing. Gaya bermain seperti itu memang sangat cocok dengan filosofi sepak bola menyerang milik Enrique. Selama membela Atletico Madrid, Alvarez tampil cukup konsisten meski timnya beberapa kali tampil naik turun. Ketajamannya tetap terlihat saat menghadapi laga-laga besar di La Liga maupun kompetisi Eropa. Kualitas itu membuat PSG mulai serius mempertimbangkan transfer besar pada musim panas nanti. Les Rouge-et-Bleu merasa Alvarez bisa menjadi kepingan penting untuk proyek jangka panjang mereka. Atletico Pasang Harga Selangit Atletico Madrid sebenarnya tidak punya niat melepas Alvarez dalam waktu dekat. Mantan pemain Manchester City itu masih menjadi bagian penting dalam skuad Diego Simeone. Karena itulah Atletico memasang harga yang sangat tinggi untuk klub peminat. Kabarnya, Los Colchoneros hanya mau membuka negosiasi di angka lebih dari 110 juta Euro. Barcelona sebelumnya juga sempat memantau situasi Alvarez. Namun harga fantastis tersebut membuat langkah Blaugrana sulit bergerak lebih jauh di bursa transfer. PSG justru berada dalam posisi lebih nyaman soal finansial. Klub asal Paris itu diyakini mampu memenuhi banderol mahal yang dipasang Atletico Madrid jika memang serius ingin membawanya ke Prancis. Lini Depan PSG Bisa Makin Menyeramkan Kehadiran Julian Alvarez tentu bisa mengubah wajah lini serang PSG musim depan. Selama ini Ousmane Dembele beberapa kali dimainkan sebagai penyerang tengah dadakan. Padahal posisi asli pemain Prancis itu lebih cocok berada di sisi sayap. Dengan hadirnya Alvarez, Dembele bisa kembali bermain lebih bebas di area favoritnya. Di sisi lain, Khvicha Kvaratskhelia juga bakal mendapat partner yang sangat ideal. Kombinasi kecepatan, kreativitas, dan penyelesaian akhir bisa membuat serangan Les Parisiens makin sulit dihentikan. Alvarez sendiri terkenal pintar mencari ruang di kotak penalti. Kemampuan itu sangat cocok jika mendapat suplai bola dari Dembele maupun Kvaratskhelia di sisi lapangan. PSG Serius Bangun Tim Juara Eropa Ketertarikan PSG terhadap Alvarez memperlihatkan ambisi besar mereka untuk kembali mengejar Liga Champions. Klub asal Paris itu tampaknya belum puas hanya mendominasi kompetisi domestik. Luis Enrique ingin membangun tim yang lebih seimbang dengan penyerang murni di lini depan. Kehadiran Alvarez dianggap bisa memberi variasi serangan yang lebih berbahaya. Di usia 26 tahun, Alvarez juga sedang berada dalam fase matang sebagai striker. Pengalamannya bersama Manchester City dan Timnas Argentina menjadi nilai tambah yang sangat penting. Kini pertanyaannya tinggal satu, apakah Atletico Madrid bersedia melepas bintang mereka? Jika transfer ini benar-benar terjadi, lini serang PSG musim depan memang berpotensi jadi salah satu yang paling menakutkan di Eropa.

PSG Incar Julian Alvarez, Trio Maut Dembele-Kvara Bisa Makin Ganas Read More »