Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Haaland Menggila, Bintang Norwegia Panaskan Persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Arenabetting – Erling Haaland kembali menjadi pembeda untuk Norwegia di Piala Dunia 2026. Penyerang Manchester City itu membawa timnya menyingkirkan Brasil setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 pada babak 16 besar di MetLife Stadium, East Rutherford. Dua gol tersebut lahir pada fase akhir pertandingan dan membuat langkah Brasil harus terhenti lebih cepat dari perkiraan. Sementara itu, Norwegia berhasil melanjutkan perjalanan mereka menuju perempatfinal dengan penuh percaya diri. Penampilan Haaland juga membuat persaingan perebutan Sepatu Emas semakin menarik. Penyerang berusia 25 tahun itu kini sudah mengoleksi tujuh gol dan berada di papan atas daftar pencetak gol terbanyak turnamen. Haaland Terus Menjadi Andalan Norwegia Ketajaman Haaland kembali menjadi faktor utama keberhasilan Norwegia melangkah jauh di turnamen ini. Hampir di setiap pertandingan, ia mampu memberikan kontribusi penting untuk timnya. Dua gol ke gawang Alisson Becker semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia saat ini. Peluang sekecil apa pun mampu diubah menjadi gol olehnya. Performa tersebut membuat Singa Utara semakin percaya diri menghadapi lawan berikutnya. Kehadiran Haaland memberikan jaminan bahwa Norwegia selalu memiliki ancaman di lini depan. Persaingan Sepatu Emas Semakin Ketat Tambahan dua gol ke gawang Brasil membuat koleksi gol Haaland meningkat menjadi tujuh sepanjang turnamen. Jumlah itu menempatkannya sejajar dengan beberapa nama besar lainnya. Ia kini bersaing langsung dengan Kylian Mbappe dan Lionel Messi dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Persaingan di papan atas diperkirakan akan berlangsung hingga akhir turnamen. Dengan Norwegia yang masih bertahan di kompetisi, peluang Haaland untuk menambah jumlah gol masih terbuka sangat lebar. Setiap pertandingan berikutnya bisa menjadi kesempatan baru baginya. Konsistensi yang diperlihatkan sejauh ini membuat banyak pihak mulai menempatkannya sebagai kandidat terkuat untuk membawa pulang penghargaan tersebut. Catatan Bersejarah Kembali Tercipta Haaland juga berhasil menorehkan sejumlah catatan penting berkat penampilannya di Amerika Serikat. Ia masuk dalam daftar pemain Eropa yang selalu mencetak gol dalam empat pertandingan pertama di Piala Dunia. Prestasi tersebut hanya pernah dicapai oleh sedikit pemain sepanjang sejarah turnamen. Kehadirannya kini mulai disejajarkan dengan beberapa nama besar sepak bola dunia. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak dua gol ke gawang Brasil di Piala Dunia sejak semifinal edisi 2014 berlangsung. Catatan tersebut semakin menegaskan besarnya pengaruh Haaland terhadap perjalanan Singa Utara pada turnamen kali ini. Haaland Masih Sulit Percaya Setelah pertandingan berakhir, Haaland mengaku masih sulit mempercayai apa yang sedang terjadi pada dirinya dan timnya di Piala Dunia 2026. Menurut pandangannya, tampil di Piala Dunia saja sudah menjadi impian bagi setiap pemain sepak bola profesional. Karena itu, keberhasilan mencetak tujuh gol untuk negaranya terasa sangat spesial. Ia juga merasakan bahwa pencapaian tersebut seperti sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Penyerang Norwegia itu masih merasa perjalanan yang dijalani sejauh ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Haaland Menggila, Bintang Norwegia Panaskan Persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Read More »

FIFA Dikecam Usai Tangguhkan Kartu Merah Balogun Jelang AS Vs Belgia

Arenabetting – Keputusan FIFA menangguhkan hukuman Folarin Balogun menjelang duel Amerika Serikat melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu kontroversi besar. Banyak pihak mempertanyakan dasar keputusan tersebut karena sang pemain sebelumnya menerima kartu merah pada fase sebelumnya. Balogun sempat dipastikan absen setelah dikeluarkan wasit pada babak 32 besar. Namun beberapa hari sebelum pertandingan melawan Belgia digelar, FIFA justru mengumumkan bahwa sanksi itu untuk sementara tidak diberlakukan sehingga sang striker bisa dimainkan. Perubahan keputusan yang terkesan mendadak itu langsung menimbulkan reaksi dari berbagai negara peserta. Tidak hanya Belgia yang merasa dirugikan, sejumlah pelatih dan tokoh sepak bola juga ikut memberikan kritik keras kepada FIFA. Proses Keputusan FIFA Jadi Sorotan Banyak pihak menilai keputusan tersebut bertentangan dengan aturan disiplin yang selama ini diterapkan FIFA di turnamen besar. Kartu merah biasanya otomatis diikuti hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya. Situasi semakin memanas karena muncul berbagai spekulasi mengenai faktor di luar lapangan yang ikut memengaruhi keputusan tersebut. Isu mengenai adanya campur tangan pihak tertentu pun mulai ramai diperbincangkan. Meski belum ada bukti resmi mengenai dugaan tersebut, perdebatan terus berkembang di kalangan pengamat sepak bola internasional. Keputusan FIFA akhirnya menjadi salah satu topik terbesar selama fase gugur berlangsung. Solbakken Nilai FIFA Ambil Langkah Keliru Pelatih Norwegia Stale Solbakken termasuk sosok yang paling keras mengkritik keputusan tersebut. Menurut pandangannya, aturan seharusnya berlaku sama bagi seluruh tim tanpa pengecualian. Solbakken menilai kartu merah yang diterima Balogun sudah melalui proses peninjauan VAR sehingga tidak ada alasan untuk mengubah hukuman yang sudah dijatuhkan sebelumnya. Ia berpandangan bahwa pemain yang sudah dikeluarkan dari lapangan otomatis harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Baginya, keputusan itu merupakan bagian dari aturan dasar sepak bola modern. Pelatih Norwegia itu juga mengkhawatirkan dampak yang muncul apabila Amerika Serikat berhasil menyingkirkan Belgia dengan bantuan Balogun di lapangan. Klopp Ikut Angkat Suara Juergen Klopp turut memberikan komentar mengenai isu yang berkembang di balik keputusan FIFA tersebut. Mantan pelatih Liverpool itu mengaku akan sangat kecewa apabila ada campur tangan pihak luar dalam proses pengambilan keputusan. Menurut pandangannya, situasi seperti itu dapat membuat banyak orang mempertanyakan integritas kompetisi. Piala Dunia dinilai harus tetap berjalan dengan aturan yang sama bagi semua peserta. Klopp juga menilai setiap tim pasti pernah dirugikan oleh keputusan wasit selama bertahun-tahun. Namun dunia sepak bola selama ini belajar menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari permainan. Ia menambahkan bahwa keputusan yang sudah dibuat berdasarkan fakta seharusnya dihormati dan tidak mudah diubah hanya karena tekanan tertentu. Tekanan Kini Mengarah ke FIFA Kontroversi ini membuat FIFA berada dalam tekanan besar menjelang pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia. Banyak pihak menunggu penjelasan resmi mengenai alasan di balik penangguhan hukuman tersebut. Tim Paman Sam kini menjadi pusat perhatian karena Balogun berpeluang tampil sejak menit awal. Kehadirannya diperkirakan dapat memberi pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan. Sementara itu, Setan Merah dipastikan datang dengan motivasi tambahan setelah merasa berada dalam posisi yang dirugikan oleh keputusan yang memicu perdebatan tersebut.

FIFA Dikecam Usai Tangguhkan Kartu Merah Balogun Jelang AS Vs Belgia Read More »

Tuchel Kritik Wasit Usai Inggris Singkirkan Meksiko di Laga Dramatis

Arenabetting – Inggris berhasil mengamankan tiket ke perempatfinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Meksiko dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Azteca, Mexico City, Senin pagi WIB itu berlangsung sengit hingga menit terakhir. Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah oleh Inggris. Tim asuhan Thomas Tuchel harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua setelah Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54. Selain kehilangan satu pemain, Inggris juga harus menghadapi keputusan penalti yang membuat pertandingan semakin menegangkan. Situasi itu kemudian menjadi sorotan utama Tuchel setelah laga berakhir. Kartu Merah dan Penalti Jadi Titik Balik Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim saling memberikan tekanan sejak menit awal. Namun suasana berubah setelah Quansah harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah yang diterimanya. Bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit membuat Inggris harus mengubah pendekatan permainan mereka. The Three Lions lebih banyak mengandalkan serangan balik sambil menjaga pertahanan tetap rapat. Masalah bertambah ketika Meksiko mendapatkan hadiah penalti pada babak kedua. Keputusan tersebut muncul setelah wasit Alireza Faghani melakukan peninjauan melalui VAR. Tuchel Soroti Keputusan Wasit Tuchel menilai sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan tidak berada pada level yang seharusnya untuk pertandingan sebesar Piala Dunia. Pelatih asal Jerman itu mengaku kecewa dengan jalannya kepemimpinan wasit sepanjang laga. Menurutnya, keputusan yang diambil oleh wasit utama maupun ofisial lainnya tidak cukup baik. Ia merasa beberapa momen penting justru menimbulkan kebingungan di lapangan. Tuchel juga menyoroti proses peninjauan VAR yang berujung pada pemberian penalti kepada Meksiko. Ia menilai keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan karena sebelumnya wasit tidak melihat adanya pelanggaran. Pelatih Inggris itu berpandangan bahwa situasi tersebut tidak memenuhi kategori kesalahan yang jelas dan nyata sehingga layak untuk dibatalkan melalui VAR. VAR Ikut Jadi Sorotan Keberadaan VAR kembali menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan berakhir. Tuchel menilai intervensi teknologi seharusnya hanya dilakukan dalam situasi yang benar-benar jelas. Ia juga menyoroti komposisi petugas VAR yang bertugas pada pertandingan tersebut. Menurut pandangannya, keputusan penting seperti penalti harus memiliki dasar yang benar-benar kuat sebelum diubah. Meski demikian, keputusan wasit tetap tidak bisa diubah dan Inggris harus menerima situasi yang ada di lapangan. Beruntung bagi mereka, hasil akhir tetap berpihak kepada timnya. Kemenangan ini membuat langkah The Three Lions menuju babak perempatfinal tetap terjaga meski harus melewati pertandingan yang penuh tekanan. Fokus Inggris Kini ke Perempatfinal Terlepas dari kontroversi yang terjadi, Inggris berhasil menunjukkan karakter kuat saat bermain dengan 10 pemain. Mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi The Three Lions untuk menghadapi tantangan berikutnya di Piala Dunia 2026. Mental bertanding para pemain mendapat ujian besar dan mampu dilewati dengan baik. Di sisi lain, Tuchel berharap kualitas kepemimpinan pertandingan pada fase berikutnya bisa lebih baik. Menurutnya, laga sebesar Piala Dunia membutuhkan keputusan yang konsisten agar tidak menimbulkan kontroversi baru.

Tuchel Kritik Wasit Usai Inggris Singkirkan Meksiko di Laga Dramatis Read More »

Haaland Jadi Penentu, Ancelotti Ungkap Senjata Utama yang Membuat Brasil Tersingkir

Arenabetting – Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin dini hari WIB itu berjalan ketat sebelum Erling Haaland muncul sebagai pembeda. Tim Samba sebenarnya mampu menjaga permainan tetap seimbang dalam sebagian besar pertandingan. Namun konsentrasi yang mulai menurun pada menit-menit akhir membuat Norwegia berhasil memanfaatkan peluang penting. Haaland menjadi sosok yang paling menentukan dalam laga tersebut lewat dua gol pada menit ke-79 dan 90. Dua gol itu sekaligus mengakhiri langkah Selecao yang sebelumnya berharap melaju jauh di turnamen ini. Ketajaman Haaland di Momen Penting Striker Manchester City tersebut memang tidak terlalu sering mengancam sepanjang pertandingan. Statistik menunjukkan Haaland hanya melepaskan empat tembakan selama 90 menit berlangsung. Dari empat percobaan itu, hanya tiga yang mengarah ke gawang. Meski begitu, dua di antaranya berbuah gol yang akhirnya menentukan nasib pertandingan. Efektivitas itulah yang membuat Haaland kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Ia tidak membutuhkan banyak peluang untuk memberi dampak besar bagi timnya. Penilaian Ancelotti Tentang Haaland Carlo Ancelotti menilai banyak orang terlalu fokus pada kekuatan fisik dan kecepatan yang dimiliki Haaland. Menurut pelatih asal Italia itu, ada kemampuan lain yang jauh lebih berbahaya dari sang penyerang. Ancelotti melihat Haaland memiliki kemampuan membaca situasi pertandingan dengan sangat baik. Ia mampu mengetahui kapan bek lawan mulai kehilangan fokus dan kapan ruang mulai terbuka. Pelatih Brasil itu juga menilai Haaland tidak menghabiskan tenaga untuk terus mengejar bola sepanjang pertandingan. Sang striker lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk bergerak. Saat momen tersebut datang, Haaland mampu bergerak sangat cepat dan sulit dihentikan. Kemampuan memilih waktu inilah yang dianggap menjadi senjata terbesarnya. Bek Sulit Mengantisipasi Pergerakan Ancelotti menjelaskan bahwa seorang bek bisa saja berhasil menjaga Haaland hampir sepanjang pertandingan. Namun hal itu belum tentu cukup untuk menghentikannya mencetak gol. Menurutnya, sepak bola sering kali ditentukan oleh satu atau dua momen penting. Dalam situasi seperti itu, Haaland memiliki kemampuan luar biasa untuk memanfaatkannya. Ia mampu menghilang dari pengawalan lalu muncul di posisi yang tepat hanya dalam hitungan detik. Situasi seperti itu beberapa kali terjadi saat menghadapi Brasil. Tidak mengherankan jika banyak pemain bertahan merasa kesulitan saat berhadapan dengannya. Bahkan ketika permainan terasa sudah terkendali, penyerang Norwegia itu tetap bisa mengubah hasil akhir. Pelajaran untuk Brasil Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Selecao untuk menghadapi turnamen besar berikutnya. Konsentrasi hingga menit akhir menjadi hal yang harus diperbaiki oleh tim asuhan Ancelotti. Di sisi lain, Norwegia mendapatkan modal besar untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kepercayaan diri tim meningkat setelah mampu menyingkirkan salah satu unggulan turnamen. Haaland kembali membuktikan bahwa seorang penyerang kelas dunia tidak selalu harus mendominasi pertandingan. Terkadang satu momen yang dimanfaatkan dengan sempurna sudah cukup untuk menentukan segalanya.

Haaland Jadi Penentu, Ancelotti Ungkap Senjata Utama yang Membuat Brasil Tersingkir Read More »

Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026, Australia Menyusul Jepang Angkat Koper

Arenabetting – Perjalanan wakil Asia di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Australia tersingkir pada babak 32 besar. Kekalahan dari Mesir melalui adu penalti membuat tidak ada lagi negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang bertahan di turnamen terbesar dunia tersebut. Australia harus mengakui keunggulan Mesir dengan skor 2-4 pada adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026). Hasil itu sekaligus mengakhiri harapan Asia untuk melanjutkan perjuangan di babak 16 besar. Sebelum Australia tersingkir, Jepang lebih dulu mengakhiri langkahnya setelah kalah 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar. Dengan hasil tersebut, dua wakil terakhir Asia sama-sama gagal melewati fase gugur pertama di Piala Dunia 2026. Australia Gagal Lewati Adu Penalti Pertandingan melawan Mesir berlangsung sengit sejak awal. The Pharaohs lebih dulu membuka keunggulan melalui Emam Ashour pada babak pertama. Australia mampu bangkit setelah Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri yang membuat skor kembali imbang. Kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga babak tambahan waktu selesai. Pada adu penalti, Australia kehilangan kesempatan setelah Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, seluruh penendang Mesir sukses menaklukkan Mathew Ryan. Jepang Jadi Korban Brasil Sebelum Australia tersingkir, Jepang sudah lebih dahulu mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Tim Samurai Biru harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor tipis 1-2. Kekalahan tersebut membuat Jepang gagal melanjutkan tradisi sebagai salah satu wakil Asia yang mampu bertahan hingga fase-fase akhir turnamen. Samurai Biru dan Socceroos menjadi dua negara Asia yang berhasil lolos dari fase grup. Namun, keduanya tidak mampu mempertahankan langkah saat memasuki babak 32 besar. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri harapan Asia untuk menciptakan prestasi lebih baik pada edisi kali ini. Tujuh Wakil Asia Gugur Lebih Awal Selain Jepang dan Australia, tujuh negara Asia lainnya sudah lebih dulu tersingkir pada fase grup. Korea Selatan, Qatar, Iran, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan gagal mengamankan tiket ke babak gugur. Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan bahkan mengakhiri fase grup sebagai penghuni dasar klasemen masing-masing. Beberapa di antaranya juga gagal meraih satu kemenangan pun selama turnamen berlangsung. Sementara itu, Korea Selatan dan Iran sebenarnya masih memiliki peluang melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun, perolehan poin mereka tidak cukup untuk membawa kedua tim melaju ke fase berikutnya. Hasil tersebut menjadi evaluasi besar bagi sepak bola Asia yang sebelumnya berharap mampu berbicara lebih banyak di Piala Dunia 2026. Tantangan Besar untuk Asia Kegagalan seluruh wakil Asia menjadi pengingat bahwa persaingan di Piala Dunia semakin ketat. Meski jumlah peserta bertambah menjadi 48 tim, lolos ke fase gugur tetap bukan pekerjaan yang mudah. Banyak negara Asia sebenarnya menunjukkan perkembangan permainan yang cukup baik. Namun, konsistensi saat menghadapi tim-tim kuat masih menjadi tantangan yang harus segera diperbaiki. Kini perhatian mulai tertuju pada persiapan menuju turnamen berikutnya. Negara-negara Asia diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman dari Piala Dunia 2026 agar bisa kembali bersaing dan mengembalikan prestasi mereka di panggung sepak bola dunia.

Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026, Australia Menyusul Jepang Angkat Koper Read More »

Marc-Andre ter Stegen Dikabarkan Merapat ke Ajax, Maarten Paes Terancam Punya Saingan Baru

Arenabetting – Ajax Amsterdam dikabarkan segera mendapatkan tambahan kekuatan di bawah mistar gawang. Klub asal Belanda tersebut disebut telah mencapai kesepakatan secara verbal dengan Barcelona untuk meminjam Marc-Andre ter Stegen selama musim 2026/2027. Kabar tersebut langsung menarik perhatian karena Ter Stegen berpeluang bersaing dengan Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang lebih dulu bergabung dengan Ajax pada awal tahun 2026. Persaingan memperebutkan posisi utama dipastikan akan semakin ketat apabila proses transfer benar-benar rampung. Meski begitu, kepindahan Ter Stegen masih menunggu penyelesaian beberapa detail sebelum diumumkan secara resmi. Kiper asal Jerman itu juga dikabarkan tertarik menerima tantangan baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Barcelona Tak Lagi Jadikan Andalan Dalam dua musim terakhir, posisi Ter Stegen di Barcelona terus mengalami penurunan. Cedera yang silih berganti membuatnya kehilangan tempat sebagai penjaga gawang utama. Situasi semakin sulit setelah Barcelona mendatangkan Joan Garcia pada bursa transfer musim panas sebelumnya. Kehadiran kiper baru membuat kesempatan bermain Ter Stegen semakin terbatas. Pelatih Hansi Flick juga dikabarkan sudah tidak memasukkan nama Ter Stegen dalam rencana jangka panjang tim. Padahal, sang kiper masih memiliki kontrak bersama Barcelona hingga tahun 2028. Cedera Hambat Perjalanan Karier Pada paruh kedua musim lalu, Ter Stegen sempat dipinjamkan ke Girona. Namun, perjalanannya di klub tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia hanya sempat tampil dalam dua pertandingan sebelum mengalami cedera hamstring. Masalah tersebut membuat musimnya berakhir lebih cepat dan memaksanya menjalani masa pemulihan yang cukup panjang. Cedera itu juga berdampak pada karier internasionalnya. Ter Stegen gagal masuk skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026 karena belum pulih sepenuhnya. Barcelona pun kesulitan mencari klub yang bersedia membelinya secara permanen. Karena itu, opsi peminjaman menjadi solusi yang dianggap paling memungkinkan. Persaingan Ketat di Ajax Apabila bergabung dengan Ajax, Ter Stegen akan langsung bersaing dengan Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu sudah lebih dahulu menunjukkan kemampuannya bersama klub asal Amsterdam tersebut. Paes tampil dalam 11 pertandingan Liga Belanda pada musim lalu. Penampilannya membantu Ajax finis di peringkat kelima sekaligus mengamankan tiket ke UEFA Conference League musim depan. Dengan pengalaman panjang yang dimiliki Ter Stegen, persaingan di posisi penjaga gawang dipastikan semakin menarik. Kedua pemain sama-sama memiliki kualitas untuk menjadi pilihan utama. Situasi tersebut juga bisa memberikan keuntungan bagi Ajax karena memiliki dua kiper berpengalaman yang siap bersaing secara sehat. Ajax Ingin Bangkit Musim Depan Kehadiran Ter Stegen menjadi bagian dari upaya Ajax memperkuat skuad menjelang musim baru. Klub ingin tampil lebih kompetitif setelah hanya mampu finis di posisi kelima pada musim lalu. Pengalaman Ter Stegen di level tertinggi dinilai dapat memberikan dampak positif bagi tim. Selama bertahun-tahun, ia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik Eropa saat membela Barcelona. Sementara itu, Maarten Paes juga dipastikan tidak akan menyerahkan posisinya dengan mudah. Persaingan antara kedua kiper diprediksi menjadi salah satu cerita menarik yang akan menghiasi perjalanan Ajax pada musim 2026/2027.

Marc-Andre ter Stegen Dikabarkan Merapat ke Ajax, Maarten Paes Terancam Punya Saingan Baru Read More »