Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Resmi! Al Nassr Tunjuk Ange Postecoglou Jadi Pelatih Baru, Kontrak Dua Tahun

Arenabetting – Al Nassr resmi menunjuk Ange Postecoglou sebagai pelatih kepala yang baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Klub raksasa Arab Saudi itu mengumumkan perekrutan pelatih asal Australia tersebut pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. The Global Club memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada Postecoglou. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah Al Nassr untuk mempertahankan prestasi setelah sukses menjuarai Saudi Pro League pada musim sebelumnya. Postecoglou datang menggantikan Jorge Jesus yang memutuskan mengakhiri masa tugasnya pada akhir pekan lalu. Manajemen Al Nassr berharap pengalaman sang pelatih mampu membawa tim tetap bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Al Nassr Sambut Era Baru Pengumuman perekrutan Postecoglou disampaikan langsung melalui pernyataan resmi klub. Al Nassr menyambut kedatangan pelatih berusia 60 tahun itu sebagai awal perjalanan baru bagi tim. Manajemen juga menyampaikan doa dan harapan agar Postecoglou bersama seluruh staf pelatih mampu membawa kesuksesan selama bekerja di klub. Penunjukan ini menjadi salah satu keputusan penting Al Nassr menjelang dimulainya musim baru yang diprediksi berlangsung semakin kompetitif. Kembali Melatih Setelah Delapan Bulan Sebelum menerima tawaran Al Nassr, Postecoglou sempat tidak menangani klub selama sekitar delapan bulan. Pekerjaan terakhirnya adalah melatih Nottingham Forest. Namun, kebersamaannya dengan klub Inggris tersebut berlangsung singkat. Ia hanya bertahan selama 39 hari sebelum kerja sama berakhir pada Oktober 2025. Meski demikian, reputasi Postecoglou sebagai pelatih tetap mendapat perhatian banyak klub. Pengalamannya menangani berbagai tim di beberapa negara menjadi salah satu alasan Al Nassr memilihnya. Sebelumnya, ia juga sempat masuk dalam daftar kandidat pelatih Timnas Skotlandia setelah posisi tersebut ditinggalkan Steve Clarke. Pilih Arab Saudi Alih-alih menerima tantangan di level tim nasional, Postecoglou memilih melanjutkan karier di Arab Saudi. Kesempatan menangani salah satu klub terbesar di kawasan tersebut menjadi pilihan yang dianggap paling menarik. Pelatih asal Australia itu memiliki pengalaman menangani klub-klub besar dan pernah membawa Tottenham Hotspur meraih gelar Liga Europa pada tahun 2025. Prestasi tersebut membuat namanya tetap dihormati sebagai salah satu pelatih yang mampu membangun tim dengan gaya bermain menyerang dan penuh determinasi. Kini ia akan mencoba menerapkan filosofi tersebut bersama skuad Al Nassr yang dipenuhi pemain berkualitas. Tantangan Besar Bersama Ronaldo Tugas pertama Postecoglou tidak akan mudah. Ia harus menjaga performa Al Nassr agar mampu mempertahankan gelar Saudi Pro League yang berhasil diraih pada musim lalu. Selain itu, ia juga akan bekerja sama dengan Cristiano Ronaldo yang masih menjadi sosok penting di dalam tim. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman membuat target Al Nassr pada musim depan dipastikan sangat tinggi. The Global Club berharap kombinasi antara kualitas skuad dan pengalaman Postecoglou mampu menghasilkan lebih banyak trofi. Para pendukung pun menantikan bagaimana pelatih baru tersebut membangun tim agar tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Arab Saudi.

Resmi! Al Nassr Tunjuk Ange Postecoglou Jadi Pelatih Baru, Kontrak Dua Tahun Read More »

Real Madrid Buka Suara Soal Enzo Fernandez, Tegaskan Tidak Sedang Kejar Bintang Chelsea

Arenabetting – Rumor kepindahan Enzo Fernandez ke Real Madrid akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak klub. Los Blancos memilih mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir mengenai gelandang Timnas Argentina tersebut. Nama Enzo Fernandez memang terus menjadi perbincangan pada bursa transfer musim panas. Masa depannya bersama Chelsea dipertanyakan setelah muncul kabar bahwa sang pemain ingin mencari tantangan baru usai musim yang kurang memuaskan bagi klub asal London tersebut. Situasi itu membuat sejumlah klub besar Eropa mulai dikaitkan dengan Enzo. Real Madrid menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam berbagai laporan, tetapi kini klub raksasa Spanyol tersebut memastikan bahwa kabar tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Madrid Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Melalui pernyataan resmi, Real Madrid menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan pendekatan kepada Enzo Fernandez. Klub juga memastikan tidak ada komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terkait kemungkinan transfer tersebut. Los Blancos menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki rencana untuk merekrut gelandang berusia 25 tahun itu pada saat ini. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang terus berkembang selama beberapa pekan terakhir. Hormati Chelsea dan Sang Pemain Real Madrid juga menegaskan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan Chelsea. Karena alasan itu, klub ingin menjaga sikap profesional dalam setiap aktivitas di bursa transfer. Selain memberikan penghormatan kepada Chelsea, Madrid juga menyampaikan apresiasi terhadap kualitas Enzo Fernandez. Klub mengakui bahwa gelandang asal Argentina tersebut merupakan salah satu pemain terbaik di posisinya. Namun, penghormatan itu tidak berarti Madrid sedang berusaha membawanya ke Santiago Bernabeu. Klub memilih meluruskan isu yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Los Blancos menilai berbagai rumor yang berkembang tidak memiliki dasar yang kuat sehingga perlu diberikan klarifikasi secara terbuka. Masa Depan Enzo Masih Jadi Sorotan Di sisi lain, masa depan Enzo Fernandez bersama Chelsea memang masih menjadi bahan pembicaraan. Sang gelandang beberapa kali dikabarkan ingin meninggalkan Stamford Bridge. Spekulasi semakin berkembang setelah Enzo pernah mengungkapkan keinginannya untuk tinggal di Madrid. Pernyataan tersebut sempat memicu berbagai dugaan mengenai peluang kepindahannya ke Real Madrid. Belum lama ini, agen Enzo juga mengungkapkan bahwa kliennya sedang berusaha mencari jalan keluar dari Chelsea. Meski begitu, pemain tersebut masih memiliki kontrak jangka panjang hingga tahun 2032. Kabarnya, Chelsea hanya bersedia melepas Enzo apabila ada klub yang mampu memenuhi nilai transfer sekitar 120 juta poundsterling. Enzo Tetap Jadi Pemain Penting Sejak bergabung dari Benfica, Enzo Fernandez menjadi salah satu pemain utama Chelsea. Kontribusinya cukup besar di lini tengah dengan torehan gol dan assist yang membantu tim dalam berbagai kompetisi. Gelandang La Albiceleste itu juga ikut mempersembahkan gelar UEFA Conference League serta Piala Dunia Antarklub 2025 untuk Chelsea. Penampilannya yang konsisten membuat banyak klub besar terus memantau situasinya. Meski rumor transfer terus bermunculan, Real Madrid kini sudah memberikan penegasan bahwa mereka tidak sedang mengejar Enzo Fernandez. Dengan klarifikasi tersebut, masa depan sang gelandang untuk sementara masih tetap berada bersama Chelsea hingga ada perkembangan baru di bursa transfer.

Real Madrid Buka Suara Soal Enzo Fernandez, Tegaskan Tidak Sedang Kejar Bintang Chelsea Read More »

Cristiano Ronaldo Peluk Luka Modric, Sebut Sahabatnya Itu Legenda Sepak Bola

Arenabetting – Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar di Toronto Stadium, Kanada, Jumat (3/7/2026). Namun, di balik kemenangan tersebut, perhatian juga tertuju pada momen emosional yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Kroasia sempat unggul lebih dulu melalui Ivan Perisic pada awal babak kedua. Portugal kemudian bangkit berkat gol penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time yang memastikan langkah Selecao das Quinas ke babak berikutnya. Bagi Kroasia, kekalahan itu menjadi akhir perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Laga tersebut juga menjadi pertandingan terakhir Luka Modric bersama tim nasional setelah memutuskan mengakhiri pengabdiannya usai hampir dua dekade membela negaranya. Momen Haru Setelah Peluit Akhir Setelah pertandingan selesai, Luka Modric tampak larut dalam suasana emosional. Gelandang berusia 40 tahun itu mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Kroasia dengan kepala tegak meski harus menelan kekalahan. Para pemain Portugal satu per satu menghampiri Modric untuk memberikan dukungan. Mereka menunjukkan rasa hormat kepada salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola. Cristiano Ronaldo menjadi sosok yang paling mencuri perhatian. Kapten Portugal itu memeluk Modric dengan hangat sebelum keduanya berbincang beberapa saat di tengah lapangan. Ronaldo Beri Penghormatan Ronaldo mengaku sangat menghormati Modric karena perjalanan karier yang telah dibangun bersama Timnas Kroasia. Menurutnya, Modric merupakan salah satu legenda sepak bola dunia. Kapten Selecao das Quinas itu juga mengenang kebersamaan mereka saat memperkuat Real Madrid. Selama bertahun-tahun, keduanya meraih banyak gelar bergengsi dan membangun hubungan yang sangat dekat. Ronaldo turut menyampaikan doa terbaik agar Modric tetap menikmati sisa kariernya di level klub. Ia merasa senang masih memiliki kesempatan kembali bertemu dengan sahabat lamanya di atas lapangan. Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Modric yang telah mengabdikan diri untuk Kroasia sejak tahun 2006. Rekor Luar Biasa Modric Selama membela Timnas Kroasia, Modric mencatatkan 202 penampilan. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional. Selain menjadi pemegang rekor penampilan, Modric juga berperan besar membawa Kroasia bersaing di berbagai turnamen internasional. Kepemimpinan dan kualitas permainannya membuat dirinya selalu menjadi sosok penting di lapangan. Meski mengakhiri karier bersama tim nasional, Modric masih berencana melanjutkan karier di level klub. Namun, banyak pihak menilai masa bermainnya sebagai pesepak bola profesional juga sudah mendekati akhir. Dedikasi dan prestasi yang ditorehkannya membuat nama Modric akan selalu dikenang oleh para pendukung Kroasia maupun pencinta sepak bola dunia. Persahabatan yang Tetap Terjaga Pertemuan Ronaldo dan Modric setelah pertandingan menjadi salah satu momen paling berkesan di Piala Dunia 2026. Keduanya memperlihatkan bahwa persaingan di lapangan tidak menghilangkan rasa saling menghormati. Bagi Ronaldo, Modric bukan hanya mantan rekan setim, tetapi juga sosok yang telah memberikan banyak kontribusi dalam dunia sepak bola. Karena itu, ia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang gelandang. Sementara bagi Kroasia, kepergian Modric menandai berakhirnya sebuah era yang penuh prestasi. Meski sudah pensiun dari tim nasional, namanya akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Cristiano Ronaldo Peluk Luka Modric, Sebut Sahabatnya Itu Legenda Sepak Bola Read More »

Resmi! Massimiliano Allegri Jadi Pelatih Baru Napoli, Kontrak hingga 2029

Arenabetting – Napoli resmi mengumumkan Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala yang baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Pelatih berusia 58 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tiga musim yang akan membuatnya bertahan di Stadion Diego Armando Maradona hingga Juni 2029. Kedatangan Allegri menjadi awal era baru bagi Napoli setelah Antonio Conte memutuskan mengakhiri masa tugasnya pada akhir musim lalu. Manajemen klub bergerak cepat mencari pengganti dan akhirnya menjatuhkan pilihan kepada salah satu pelatih paling berpengalaman di Italia tersebut. Pengumuman resmi langsung disampaikan melalui situs klub. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, juga menyambut kedatangan Allegri melalui media sosial dan berharap sang pelatih mampu membawa tim kembali bersaing di papan atas kompetisi domestik maupun Eropa. Allegri Buka Lembaran Baru Allegri datang ke Napoli setelah menyelesaikan proses pemutusan kontrak dengan AC Milan. Dengan kesepakatan tersebut, ia kini siap memulai tantangan baru bersama klub asal Naples. Napoli menjadi klub keempat yang ditangani Allegri sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya, ia pernah menangani Cagliari, AC Milan, dan Juventus dengan berbagai pencapaian penting. Pengalaman panjang di Serie A menjadi salah satu alasan utama Napoli memilih Allegri. Manajemen berharap pengalamannya mampu menjaga daya saing tim dalam beberapa musim ke depan. Gantikan Antonio Conte Pergantian pelatih terjadi setelah Antonio Conte memilih mengakhiri kerja samanya bersama Napoli. Keputusan tersebut membuat klub harus segera mencari sosok yang tepat untuk melanjutkan proyek tim. Allegri dinilai sebagai pilihan ideal karena sudah terbiasa menangani klub besar dengan target meraih gelar. Rekam jejaknya di kompetisi Italia juga menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan. Napoli berharap pergantian pelatih tidak mengganggu stabilitas tim. Fokus utama kini adalah mempersiapkan skuad agar tampil maksimal sejak awal musim baru. Dengan kontrak hingga 2029, Allegri juga memiliki waktu yang cukup untuk membangun tim sesuai dengan filosofi permainannya. Datang Setelah Tinggalkan Milan Sebelum menerima tawaran Napoli, Allegri masih berstatus pelatih AC Milan. Namun, perjalanannya bersama Rossoneri berakhir setelah klub gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim 2026/2027. Kegagalan tersebut memicu perubahan besar di tubuh Milan. Tidak hanya Allegri yang harus meninggalkan klub, sejumlah petinggi juga ikut mengakhiri masa jabatan mereka. Perombakan itu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen demi memperbaiki performa tim pada musim berikutnya. Kini Allegri memilih membuka babak baru bersama Napoli dan berusaha mengembalikan reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik di Italia. Napoli Punya Harapan Besar Penunjukan Allegri menunjukkan ambisi besar Napoli untuk tetap menjadi penantang utama dalam perebutan gelar Serie A. Pengalaman serta kemampuan meracik strategi menjadi modal penting bagi sang pelatih. Para pendukung tentu berharap Allegri mampu membawa Napoli tampil konsisten di berbagai kompetisi. Tantangan besar sudah menanti, termasuk menjaga performa tim di level domestik dan Eropa. Dengan kontrak jangka panjang dan dukungan penuh dari manajemen, Allegri kini memiliki kesempatan membangun fondasi yang kuat. Napoli berharap era baru bersama pelatih berpengalaman itu dapat menghadirkan prestasi yang lebih membanggakan pada musim-musim mendatang.

Resmi! Massimiliano Allegri Jadi Pelatih Baru Napoli, Kontrak hingga 2029 Read More »

Barcelona Buka Suara Soal Julian Alvarez, Joan Laporta Bantah Paksa Tinggalkan Atletico

Arenabetting – Masa depan Julian Alvarez kembali menjadi sorotan setelah penyerang Timnas Argentina itu mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid. Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa Barcelona berada di balik rencana kepindahan sang pemain. Komentar Alvarez disampaikan setelah membela La Albiceleste di Piala Dunia 2026. Ia mengaku telah berbicara dengan pihak Atletico mengenai keinginannya mencari tantangan baru. Pengakuan itu langsung menjadi perhatian karena Barcelona memang sudah lama dikaitkan dengan pemain berusia 26 tahun tersebut. Situasi tersebut membuat hubungan Atletico Madrid dan Barcelona memanas. Pihak Atletico bahkan dikabarkan mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan Barcelona kepada FIFA karena merasa klub asal Catalunya itu telah melanggar etika dalam proses transfer. Laporta Tegaskan Barcelona Tidak Terlibat Presiden Barcelona, Joan Laporta, langsung memberikan penjelasan terkait isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa Barcelona sama sekali tidak mendorong Alvarez untuk meninggalkan Atletico Madrid. Laporta juga mengingatkan bahwa dalam pernyataan publiknya, Alvarez tidak pernah mengaitkan Barcelona dengan keinginannya hengkang dari klub. Menurutnya, Barcelona tetap menghormati Atletico sebagai sesama klub besar di Spanyol. Karena itu, ia membantah adanya upaya memengaruhi pemain yang masih terikat kontrak. Alvarez Sudah Lama Masuk Radar Laporta mengungkapkan bahwa Barcelona memang telah lama memantau perkembangan Alvarez. Ketertarikan tersebut bahkan sudah muncul sebelum sang penyerang bergabung dengan Manchester City. Meski begitu, Barcelona mengaku selalu mengikuti prosedur yang berlaku dalam setiap pembicaraan mengenai transfer pemain. Laporta menjelaskan bahwa komunikasi yang dilakukan hanya berlangsung antarklub dan bukan secara langsung kepada pemain. Hal itu dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan. Barcelona juga memahami posisi Atletico yang belum ingin melepas salah satu penyerang andalannya pada bursa transfer kali ini. Hormati Sikap Atletico Madrid Laporta mengaku memahami alasan Atletico mempertahankan Alvarez. Menurutnya, klub tersebut masih membutuhkan sang pemain karena belum memiliki pengganti yang sepadan. Ia juga menilai wajar apabila Atletico berusaha menjaga kekuatan skuadnya menjelang musim baru. Namun, Barcelona tetap membuka peluang apabila situasi berubah pada masa mendatang. Laporta menambahkan bahwa Alvarez masih menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian Barcelona. Jika kesempatan datang dan kondisinya memungkinkan, klub siap mempertimbangkan langkah berikutnya. Meski demikian, ia menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara profesional dan menghormati semua pihak yang terlibat. Saga Transfer Diprediksi Berlanjut Perselisihan antara Atletico Madrid dan Barcelona membuat masa depan Julian Alvarez semakin menarik untuk diikuti. Hingga kini belum ada kepastian apakah sang penyerang benar-benar akan meninggalkan klubnya. La Albiceleste masih menjadi fokus utama Alvarez setelah tampil di Piala Dunia 2026. Namun, isu mengenai masa depannya diperkirakan akan terus berkembang selama bursa transfer masih berlangsung. Barcelona sendiri tetap berhati-hati dalam menyikapi situasi tersebut. Sementara itu, Atletico Madrid berusaha mempertahankan salah satu pemain penting mereka agar tetap menjadi bagian dari skuad pada musim depan.

Barcelona Buka Suara Soal Julian Alvarez, Joan Laporta Bantah Paksa Tinggalkan Atletico Read More »

Mesir Punya Cara Unik Sebelum Adu Penalti, Video Mbappe Jadi Senjata Kalahkan Australia

Arenabetting – Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia melalui adu penalti dengan skor 4-2. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026), berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum pemenang ditentukan dari titik putih. The Pharaohs tampil tenang saat menghadapi momen paling menegangkan dalam pertandingan. Keempat eksekutor Mesir berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara dua penendang Australia gagal memanfaatkan kesempatan sehingga kemenangan menjadi milik wakil Afrika tersebut. Di balik keberhasilan itu, ternyata ada persiapan menarik yang dilakukan tim pelatih Mesir. Beberapa saat sebelum adu penalti dimulai, mereka mempelajari cuplikan eksekusi penalti Kylian Mbappe sebagai bagian dari strategi menghadapi kiper Australia. Australia Ganti Kiper Jelang Adu Penalti Menjelang berakhirnya babak tambahan waktu, Australia membuat pergantian penting di posisi penjaga gawang. Patrick Beach ditarik keluar dan digantikan oleh Mathew Ryan yang lebih berpengalaman. Keputusan tersebut langsung mendapat perhatian dari kubu Mesir. Tim pelatih menyadari bahwa karakter Ryan berbeda sehingga diperlukan pendekatan yang tepat sebelum para pemain melakukan eksekusi penalti. Pergantian itu tidak membuat Mesir panik. Sebaliknya, mereka segera menyiapkan strategi baru agar para penendang tetap percaya diri saat berdiri di titik putih. Video Mbappe Jadi Bahan Analisis Sebelum adu penalti dimulai, salah seorang staf pelatih Mesir membuka laptop dan memperlihatkan rekaman penalti yang pernah dilakukan Kylian Mbappe. Video tersebut memperlihatkan cara Mbappe menaklukkan Mathew Ryan ketika Real Madrid menghadapi Levante pada musim 2025/2026. Dari tayangan itu, para pemain mendapat gambaran mengenai kebiasaan sang kiper. Tim pelatih menilai Ryan sering bergerak ke kanan dan kiri untuk memengaruhi konsentrasi lawan. Namun, jangkauan penyelamatannya tidak terlalu luas sehingga peluang mencetak gol tetap terbuka apabila bola ditempatkan dengan tepat. Informasi itu kemudian menjadi bekal penting bagi seluruh penendang Mesir sebelum memasuki momen penentuan. Salah Tampil Sangat Tenang Mohamed Salah kembali menunjukkan kualitasnya sebagai kapten tim. Saat mendapat giliran menendang, ia justru memilih melakukan penalti panenka dengan penuh percaya diri. Eksekusi tersebut berhasil mengecoh Mathew Ryan dan membuat Mesir semakin dekat dengan kemenangan. Ketenangan Salah juga memberikan kepercayaan diri kepada rekan-rekannya. Seluruh penendang The Pharaohs sukses menjalankan tugas tanpa kesalahan. Sebaliknya, dua eksekutor Australia gagal mencetak gol sehingga Mesir mengakhiri adu penalti dengan kemenangan 4-2. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa persiapan matang dan analisis yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam pertandingan besar. Tantangan Berat Sudah Menanti Kemenangan atas Australia membawa Mesir mencatat sejarah dengan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Hasil tersebut menjadi pencapaian besar bagi sepak bola negara Afrika tersebut. The Pharaohs kini bersiap menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Pada babak berikutnya, mereka akan bertemu juara bertahan Argentina yang menjadi salah satu favorit meraih gelar Piala Dunia 2026. Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi dan strategi yang terbukti efektif, Mesir berharap mampu kembali membuat kejutan. Mereka ingin melanjutkan perjalanan bersejarah dan memberikan perlawanan terbaik saat menghadapi La Albiceleste.

Mesir Punya Cara Unik Sebelum Adu Penalti, Video Mbappe Jadi Senjata Kalahkan Australia Read More »