Arenabetting – Cristiano Ronaldo menghadapi ancaman hukuman serius setelah meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal di tengah agenda UEFA Nations League. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) telah memulai proses disipliner terhadap sang kapten, dengan kemungkinan larangan bermain selama enam bulan berdasarkan peraturan yang berlaku.
Mengutip laporan A Bola, Ronaldo meninggalkan kamp Portugal pada 29 September 2026. Keputusan itu diambil setelah dirinya merasa kecewa kepada pelatih Jorge Jesus terkait kesempatan bermain dalam pertandingan melawan Norwegia sehari sebelumnya.
Dalam laga tersebut, Ronaldo menjalani pemanasan selama sekitar 30 menit dan berharap mendapat kesempatan tampil. Namun, ia tidak kunjung masuk ke lapangan sehingga merasa janji yang diberikan kepadanya tidak ditepati. Situasi itu kemudian berujung pada keputusannya meninggalkan kamp tim nasional.
FPF Mulai Proses Disipliner terhadap Ronaldo
FPF mengambil langkah disipliner atas tindakan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan. Proses tersebut mengacu pada Pasal 160 Peraturan Disiplin FPF yang mengatur kewajiban pemain setelah mendapat panggilan untuk memperkuat tim nasional.
Berdasarkan ketentuan itu, pemain yang meninggalkan latihan, pertandingan, atau kegiatan tim nasional tanpa alasan yang sah dapat dikenai sanksi. Aturan tersebut berlaku untuk menjaga kedisiplinan seluruh pemain yang sedang menjalankan tugas bersama negaranya.
Hukuman yang tercantum dalam peraturan itu berupa larangan bermain selama satu hingga enam bulan. Dengan demikian, Ronaldo berpotensi menerima sanksi maksimal apabila hasil pemeriksaan federasi menyimpulkan bahwa tindakannya memenuhi unsur pelanggaran.
Selain larangan bermain, pemain profesional juga dapat dikenai denda antara 510 hingga 1.020 euro. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp10,2 juta sampai Rp20,4 juta berdasarkan informasi dalam laporan yang menjadi sumber berita ini.
Perselisihan Bermula dari Pertandingan Melawan Norwegia
Persoalan Ronaldo bermula ketika Portugal menghadapi Norwegia pada 28 September. Dalam pertandingan tersebut, ia diminta melakukan pemanasan selama kurang lebih 30 menit karena berharap akan dimainkan oleh Jorge Jesus.
Namun, kesempatan tampil yang dinantikan Ronaldo tidak kunjung datang. Kondisi itu membuatnya merasa kecewa karena menganggap dirinya telah mendapat harapan untuk masuk ke lapangan.
Sehari setelah pertandingan, Ronaldo memutuskan meninggalkan kamp latihan Portugal. Tindakan tersebut kemudian menjadi perhatian federasi karena berkaitan dengan kewajiban pemain selama mengikuti agenda resmi tim nasional.
Sebagai kapten, Ronaldo memiliki tanggung jawab untuk menjaga sikap dan menjadi contoh bagi rekan-rekannya. Karena itu, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kekecewaannya terhadap keputusan pelatih, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap aturan tim nasional.
Ronaldo Mengaku Siap Menerima Hukuman
Ronaldo menyadari bahwa keputusannya meninggalkan kamp dapat membawa konsekuensi. Ia memahami bahwa statusnya sebagai pemain senior dan kapten Portugal tidak membuatnya terbebas dari peraturan yang berlaku.
Melalui pernyataan di media sosial pribadinya, Ronaldo mengakui bahwa tindakannya bisa berujung pada hukuman berat. Ia juga menyadari posisinya sebagai kapten menjadi faktor yang dapat memperberat penilaian terhadap perilakunya.
Ronaldo turut menyampaikan permintaan maaf dan menerima bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Ia menegaskan bahwa aturan sepak bola berlaku bagi semua pemain tanpa memandang status mereka di dalam tim.
Kini, nasib Ronaldo bergantung pada proses disipliner yang dijalankan FPF. Ancaman larangan bermain satu hingga enam bulan serta denda finansial masih menjadi kemungkinan, sementara keputusan akhir mengenai sanksi yang akan diterapkan belum dipastikan dalam bahan berita tersebut.


