Arenabetting – Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026 masih menjadi bahan pembicaraan di Eropa. Tim yang datang dengan banyak pemain bintang itu harus mengakhiri perjalanan lebih cepat setelah kalah tipis dari Spanyol pada babak 16 besar.
Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia. Penyerang berusia 41 tahun itu sebelumnya telah memastikan bahwa edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen terbesar dunia tersebut.
Di tengah kritik yang mengarah kepada Ronaldo, mantan pemain Prancis Youri Djorkaeff justru memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, masalah utama Portugal bukan terletak pada sang kapten, melainkan pada cara tim bermain di sekelilingnya.
Djorkaeff Bela Ronaldo dari Kritik
Djorkaeff menilai banyak pihak terlalu cepat menyalahkan Ronaldo atas kegagalan Portugal. Padahal sang penyerang masih mampu memberikan kontribusi dengan mencetak tiga gol sepanjang turnamen.
Mantan pemain juara dunia 1998 itu berpandangan bahwa keputusan membawa Ronaldo seharusnya diikuti dengan strategi yang sesuai dengan karakter permainannya. Hal tersebut menurutnya tidak terlihat selama Piala Dunia berlangsung.
Ia merasa Portugal gagal memaksimalkan kemampuan terbaik pemain yang sudah menjadi ikon sepakbola dunia tersebut selama lebih dari dua dekade terakhir.
Portugal Dinilai Tidak Mendukung Sang Kapten
Menurut Djorkaeff, para pemain Portugal tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Ronaldo selama pertandingan berlangsung. Situasi itu membuat sang kapten kesulitan memberikan pengaruh besar di lapangan.
Ia menilai Ronaldo kerap dibiarkan bekerja sendiri tanpa suplai bola yang memadai dari lini tengah maupun kedua sisi serangan. Akibatnya, peluang yang dimiliki Portugal menjadi jauh lebih sedikit.
Djorkaeff juga berpandangan bahwa gaya bermain Selecao das Quinas tidak dibangun untuk memaksimalkan kemampuan Ronaldo di depan gawang lawan.
Baginya, jika sebuah tim memilih memainkan Ronaldo sejak awal pertandingan, maka seluruh sistem permainan harus mampu membantu sang penyerang tampil optimal.
Tanggung Jawab Tak Bisa Hanya di Ronaldo
Djorkaeff menyoroti kecenderungan para pemain Portugal yang terlalu sering menyerahkan tanggung jawab kepada Ronaldo pada momen-momen penting. Menurutnya, situasi tersebut sudah tidak bisa terus terjadi.
Ia berharap para pemain seperti Vitinha dan Bruno Fernandes mulai mengambil peran yang lebih besar dalam menentukan jalannya pertandingan bagi tim nasional mereka.
Mantan pemain Inter Milan itu menilai Portugal memiliki banyak pemain berkualitas yang seharusnya mampu membantu mengurangi beban yang selama ini berada di pundak Ronaldo.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki, ia merasa tidak adil apabila seluruh harapan selalu diarahkan kepada satu pemain saja, meski pemain tersebut adalah Cristiano Ronaldo.
Akhir Perjalanan Ronaldo di Piala Dunia
Kekalahan dari Spanyol akhirnya menjadi penutup perjalanan Ronaldo di Piala Dunia. Setelah enam kali tampil di turnamen tersebut, trofi juara dunia tetap belum berhasil diraih.
Pencapaian terbaik Ronaldo bersama Selecao das Quinas di Piala Dunia masih terjadi pada edisi 2006 ketika Portugal berhasil menembus semifinal sebelum finis di posisi keempat.
Meski gagal mempersembahkan gelar juara dunia, warisan dan pengaruh Ronaldo untuk Portugal tetap akan dikenang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah sepakbola negaranya.


