Mainbolaonline.org – Kedatangan Andoni Iraola sebagai pelatih baru Liverpool membawa antusiasme besar di dalam skuad. Gelandang serang Florian Wirtz menjadi salah satu pemain yang menikmati metode latihan sang manajer. Ia juga memberikan gambaran mengenai gaya permainan yang ingin diterapkan Liverpool pada musim 2026/27.
Iraola ditunjuk menggantikan Arne Slot pada musim panas ini. Liverpool memilih pelatih asal Basque tersebut karena ide permainannya dinilai cocok dengan karakter klub. Gaya Iraola juga memiliki kemiripan dengan pendekatan Juergen Klopp yang pernah membawa Liverpool meraih berbagai trofi.
Permainan intensitas tinggi menjadi salah satu ciri utama Iraola. Liverpool diharapkan tetap agresif ketika melakukan pressing, cepat dalam melakukan transisi, dan lebih berani bermain vertikal. Namun, Wirtz menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak berarti Liverpool akan selalu bermain tanpa kendali.
Iraola Bawa Ide Permainan Intens
Iraola sudah menunjukkan kualitasnya selama menangani Bournemouth dalam tiga musim terakhir. Wirtz melihat perkembangan tim tersebut sebagai bukti bahwa sang pelatih memiliki kemampuan untuk membangun permainan yang jelas.
Metode Iraola membuat pemain dituntut bekerja keras dan menjaga intensitas sepanjang pertandingan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Wirtz merasa antusias menjalani latihan bersama pelatih baru.
Meski baru mengikuti latihan sekitar dua pekan, Wirtz sudah merasa nyaman dengan ide yang diterapkan Iraola. Ia melihat pendekatan tersebut bisa membantu Liverpool berkembang sebagai sebuah tim.
Mirip dengan Gaya Klopp
Iraola memiliki filosofi yang mengingatkan banyak orang kepada gaya Juergen Klopp. Permainan agresif, pressing tinggi, serta transisi cepat menjadi bagian penting dari pendekatan kedua pelatih.
Liverpool berharap filosofi tersebut bisa kembali menghadirkan permainan dengan energi tinggi. Para pemain harus mampu menciptakan tekanan sejak awal sekaligus memanfaatkan ruang yang muncul setelah merebut bola.
Namun, permainan seperti itu juga memiliki risiko. Ketika sebuah tim bermain sangat agresif, lawan bisa memanfaatkan ruang kosong jika serangan balik tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, Liverpool perlu memiliki keseimbangan agar intensitas tinggi tidak justru menjadi kelemahan.
Wirtz Ingin Liverpool Tetap Mengontrol
Wirtz menilai Liverpool tidak boleh selalu bermain dengan tempo maksimal. Dalam situasi tertentu, penguasaan bola bisa menjadi cara untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Menurutnya, meningkatkan intensitas memang penting, tetapi pemain juga harus mampu membaca situasi. Ketika pertandingan membutuhkan ketenangan, Liverpool harus bisa memperlambat tempo dan mengontrol bola.
Kemampuan tersebut menjadi penting bagi Wirtz karena posisinya berada di area yang sangat menentukan dalam membangun serangan. Ia harus mampu memilih kapan mempercepat permainan dan kapan menjaga penguasaan bola.
Pendekatan tersebut bisa membuat Liverpool memiliki variasi lebih banyak. Mereka tidak hanya mengandalkan pressing dan transisi cepat, tetapi juga mampu menguasai pertandingan.
Liverpool Bidik Banyak Trofi
Wirtz menyambut positif kedatangan Iraola karena memiliki ambisi besar bersama Liverpool. Ia ingin tim segera berkembang dan bersaing untuk mendapatkan sebanyak mungkin gelar.
Persaingan musim 2026/27 tentu tidak akan mudah. Liverpool harus menghadapi lawan-lawan kuat di Premier League sekaligus kompetisi lainnya.
Iraola kini memiliki tugas membangun keseimbangan antara permainan agresif dan kontrol pertandingan. Jika berhasil, Liverpool bisa memiliki gaya bermain yang lebih fleksibel.
Bagi Wirtz, yang terpenting adalah seluruh pemain memahami ide pelatih dan bekerja bersama. Dengan fondasi tersebut, Liverpool berharap bisa kembali berada di jalur perburuan gelar.


