Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

Gabriel Martinelli Pergi, Arsenal Kini Tinggal Punya Satu Pemain Era Arteta

Arenabetting – Arsenal memasuki fase baru setelah Gabriel Martinelli resmi meninggalkan klub pada musim panas 2026. Kepindahan penyerang Brasil itu ke Al-Hilal menjadi tanda kuat bahwa perubahan besar yang dilakukan Mikel Arteta sejak 2019 hampir sepenuhnya menghapus wajah lama skuad.

Martinelli dilepas dengan nilai 60 juta pounds. Angka tersebut menjadi penjualan termahal dalam sejarah Arsenal dan sekaligus menutup perjalanan tujuh tahunnya bersama klub London Utara.

Yang menarik, kepergian Martinelli membuat hanya satu pemain dari skuad utama era awal Arteta yang masih bertahan. Pemain tersebut adalah Bukayo Saka, yang kini menjadi salah satu bagian penting dari rencana jangka panjang Arsenal.

Revolusi Arteta Terus Berlanjut

Arteta mulai menangani Arsenal pada Desember 2019 setelah Unai Emery kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih. Sejak saat itu, Arteta perlahan membangun tim dengan karakter yang sesuai dengan gaya bermainnya.

Perubahan tersebut membuat banyak pemain warisan Emery pergi secara bertahap. David Luiz, Alexandre Lacazette, Bernd Leno, Nicolas Pepe, Matteo Guendouzi, dan Dani Ceballos menjadi beberapa nama yang akhirnya meninggalkan klub.

Martinelli menjadi salah satu pemain yang bertahan paling lama dari periode tersebut. Ia datang ke Arsenal pada 2019 dan berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan klub selama beberapa musim.

Kini, hanya Saka yang masih menjadi penghubung dengan skuad awal Arteta. Keberadaan pemain Inggris itu memperlihatkan betapa drastis perubahan yang terjadi di Arsenal dalam beberapa tahun terakhir.

Martinelli Pergi dengan Rekor Penjualan

Selama memperkuat Arsenal, Martinelli mencatatkan 278 penampilan di semua kompetisi. Ia juga berhasil mencetak 62 gol selama berada di London Utara.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Martinelli pernah memiliki peran besar dalam skuad. Namun, persaingan yang semakin ketat membuat posisinya mulai terpinggirkan sejak musim lalu.

Pada Premier League musim sebelumnya, Martinelli hanya 11 kali tampil sebagai starter dari total 30 penampilan. Jumlah tersebut menjadi catatan terendahnya sejak musim 2020/2021.

Situasi itu berlanjut ketika musim 2026/27 dimulai. Martinelli tidak masuk dalam skuad Arsenal pada dua pertandingan pertama Premier League karena kalah bersaing dengan Christos Tzolis dan Eberechi Eze.

Arsenal Mulai Punya Wajah Baru

Kepergian Martinelli memperlihatkan bahwa Arsenal kini semakin jauh dari tim yang diwarisi Arteta ketika pertama kali datang. The Gunners telah mengalami perubahan besar dari komposisi pemain hingga kualitas kedalaman skuad.

Arteta tidak hanya mengganti pemain yang kurang cocok dengan sistemnya. Ia juga membangun kelompok pemain yang mampu menjalankan tuntutan taktik dengan lebih konsisten.

Dalam proses tersebut, Saka menjadi sosok yang tetap bertahan. Pemain muda yang sudah berada di tim utama sejak era awal Arteta itu kini memiliki posisi penting dalam proyek Arsenal.

Martinelli juga meninggalkan klub dengan status berbeda dibandingkan beberapa pemain era Emery lainnya. Nilai transfer 60 juta pounds membuat kepergiannya memberikan pemasukan besar bagi Arsenal.

Saka Jadi Pemain Terakhir

Kini perhatian tertuju kepada Saka sebagai satu-satunya pemain yang tersisa dari skuad utama Arteta pada periode awal. Ia menjadi saksi langsung bagaimana Arsenal berubah dari tim yang masih mencari identitas menjadi kandidat kuat di papan atas.

Bertahannya Saka juga menunjukkan betapa pentingnya perkembangan pemain akademi dalam proyek Arteta. Ia tumbuh bersama perubahan klub dan terus mendapatkan kepercayaan di tengah pergantian banyak rekan setim.

Sementara itu, Martinelli akan memulai babak baru bersama Al-Hilal. Keputusan Arsenal melepasnya menandai berakhirnya satu era sekaligus mempertegas bahwa The Gunners kini benar-benar memasuki generasi baru di bawah Arteta.