Arenabetting – Lionel Messi memang tidak banyak mendapat ruang saat Argentina menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Namun, ketika banyak yang mengira pengaruhnya berhasil dihentikan, sang kapten justru menjadi pembeda dengan dua assist yang membawa Tim Tango menang 2-1 dan melaju ke final.
Inggris tampil disiplin sepanjang pertandingan dengan memberikan pengawalan ketat kepada Messi. Tim Tiga Singa bahkan sempat unggul lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon sehingga peluang menuju final terlihat semakin terbuka.
Meski begitu, pengalaman dan kecerdasan Messi kembali berbicara pada momen-momen penting. Dalam lima menit terakhir pertandingan, ia menemukan cara untuk membongkar pertahanan lawan dan mengubah jalannya laga secara dramatis.
Inggris Berhasil Batasi Pergerakan Messi
Sejak awal pertandingan, Inggris menempatkan perhatian khusus kepada Lionel Messi. Declan Rice dan Elliot Anderson bergantian menjaga pergerakan sang kapten Argentina di area tengah lapangan.
Tekanan tersebut membuat Messi hanya mampu melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan. Ia juga beberapa kali dijatuhkan ketika mencoba membawa bola ke wilayah berbahaya.
Bahkan Jude Bellingham beberapa kali turun hingga dekat kotak penalti sendiri untuk membantu menghentikan pergerakan pemain berusia 39 tahun tersebut.
Messi Temukan Cara Baru
Ketika ruang di tengah tertutup rapat, Messi tidak memaksakan diri tetap bermain di area yang sama. Ia mulai bergerak lebih melebar ke sisi kanan untuk mencari celah di pertahanan Inggris.
Keputusan itu terbukti sangat efektif. Dari sisi kanan lapangan, Messi berhasil menciptakan dua umpan yang berujung gol bagi Argentina.
Assist pertama dimanfaatkan Enzo Fernandez untuk mencetak gol penyeimbang melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Tidak lama kemudian, umpan silang Messi disambut Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan.
Perubahan posisi tersebut memperlihatkan kecerdasan Messi dalam membaca situasi pertandingan. Meski ruang geraknya dibatasi, ia tetap mampu memberikan dampak besar bagi tim.
Joe Hart Beri Pujian
Mantan kiper Inggris, Joe Hart, menilai para pemain Tim Tiga Singa sebenarnya telah menjalankan tugas dengan baik saat menjaga Messi. Namun, ia mengakui pemain Argentina itu selalu menemukan solusi ketika berada dalam tekanan.
Menurut Hart, Inggris mampu menutup banyak ruang yang biasanya dimanfaatkan Messi. Akan tetapi, kualitas sang kapten membuat semua usaha tersebut akhirnya tetap bisa ditembus.
Ia juga menilai Messi menjadi sosok yang mengendalikan jalannya pertandingan pada 15 menit terakhir. Dua assist yang lahir menjadi bukti bahwa kualitas seorang pemain hebat tidak selalu diukur dari jumlah tembakan atau gol.
Hart menegaskan bahwa Messi kembali menunjukkan mengapa dirinya masih menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia meski usianya sudah menginjak 39 tahun.
Argentina Kembali Andalkan Pengalaman
Kemenangan atas Inggris memperlihatkan kekuatan utama Tim Tango yang tidak mudah menyerah hingga peluit akhir dibunyikan. Argentina bahkan sudah mencetak banyak gol pada menit ke-75 atau setelahnya sepanjang Piala Dunia 2026.
Pengalaman para pemain senior menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut. Messi kembali menjadi pemimpin yang mampu membawa tim bangkit pada saat paling menentukan.
Kini Argentina bersiap menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Dengan performa yang terus konsisten dan kepemimpinan Messi, Tim Tango memiliki peluang besar untuk mempertahankan gelar juara dunia.


