Arenabetting – Inter Milan mengawali perjalanan di Liga Champions musim ini dengan hasil mengecewakan. Setelah kalah dari Real Madrid pada pertandingan pertama, Nerazzurri kembali tumbang saat menjamu Club Brugge di Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.
Inter sebenarnya lebih diunggulkan ketika menghadapi Brugge. Namun, mereka justru kalah 3-4 dalam pertandingan yang diwarnai tujuh gol tersebut. Nicolo Tresoldi menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah setelah mencetak hat-trick.
Hasil itu membuat Inter terpuruk di posisi ke-28 klasemen fase liga tanpa satu poin dari dua pertandingan. Pelatih Cristian Chivu meminta anak asuhnya segera berbenah karena perjalanan di Liga Champions masih menyisakan enam laga.
Inter Kembali Menelan Kekalahan
Inter memasuki pertandingan melawan Brugge dengan misi bangkit setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada pekan pembuka. Bermain di kandang sendiri, mereka diharapkan mampu mengamankan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Namun, Brugge justru memberikan perlawanan yang menyulitkan tuan rumah. Inter kesulitan membendung serangan lawan dan akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 3-4.
Tresoldi tampil menonjol dengan mencetak tiga gol untuk Brugge. Inter memang mampu membalas melalui gol-gol mereka, tetapi produktivitas tersebut belum cukup untuk menghindarkan tim dari hasil negatif.
Chivu Soroti Kesalahan Pertahanan Inter
Chivu menilai Inter melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Salah satu persoalan yang disorotnya adalah bagaimana tim memberikan ruang kepada lawan ketika menghadapi serangan balik.
Menurut Chivu, Inter sempat mampu menyamakan kedudukan setelah kebobolan. Namun, setelah kembali tertinggal, para pemain justru terlalu banyak memberikan ruang sehingga Brugge bisa memanfaatkannya.
Pelatih asal Rumania itu menegaskan bahwa kesalahan semacam itu tidak boleh terus terjadi di Liga Champions. Menghadapi lawan-lawan dengan kualitas tinggi menuntut Inter bermain lebih disiplin, terutama ketika menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Inter memang memiliki keinginan kuat untuk memenangkan pertandingan tersebut. Akan tetapi, ambisi itu tidak diimbangi dengan pengelolaan ruang yang baik, sehingga upaya mereka justru berujung pada kekalahan di kandang sendiri.
Enam Pertandingan Tersisa untuk Bangkit
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, Chivu mengingatkan para pemain bahwa peluang Inter belum tertutup. Masih ada enam pertandingan dalam fase liga yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi dan menjaga asa melangkah lebih jauh.
Namun, kesempatan tersebut harus diikuti perubahan nyata di lapangan. Inter tidak bisa terus mengulangi kesalahan yang sama jika ingin bersaing dan mengumpulkan poin dalam pertandingan berikutnya.
Catatan hasil mereka bersama Chivu di Liga Champions juga menjadi perhatian. Dari delapan pertandingan terakhir, Inter hanya meraih satu kemenangan dan menelan tujuh kekalahan. Rangkaian tersebut memperlihatkan betapa pentingnya perbaikan performa sesegera mungkin.
Chivu mengakui kekalahan dari Brugge terasa menyakitkan. Meski demikian, ia menegaskan timnya masih memiliki ambisi dan harus bekerja lebih keras untuk tampil lebih baik dalam sisa pertandingan.
Shakhtar Donetsk Menjadi Ujian Berikutnya
Inter tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena pertandingan berikutnya sudah menanti. Nerazzurri dijadwalkan kembali bermain di Giuseppe Meazza pada matchday ketiga pekan depan dengan menghadapi Shakhtar Donetsk.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Inter untuk mengakhiri tren negatif sekaligus meraih poin pertama di fase liga. Bermain di hadapan pendukung sendiri diharapkan bisa membantu mereka kembali ke jalur yang tepat.
Bagi Chivu, pembenahan harus segera dilakukan sebelum Inter kembali turun ke lapangan. Jika ingin menjaga peluang di Liga Champions, Nerazzurri perlu menunjukkan permainan yang lebih solid dan tidak lagi memberikan ruang terlalu besar kepada lawan.


