Arenabetting – Pengumuman skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 menghadirkan beberapa kejutan. Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan adalah Ivan Toney, striker Al-Ahli yang berhasil mendapatkan tempat di daftar akhir pilihan Thomas Tuchel.
Pemanggilan Toney langsung memunculkan perdebatan karena beberapa pemain ternama justru tidak masuk skuad. Nama-nama seperti Phil Foden, Cole Palmer, Harry Maguire, hingga Trent Alexander-Arnold harus menerima kenyataan tidak ikut berangkat ke turnamen terbesar dunia tersebut.
Di tengah berbagai pertanyaan yang muncul, Thomas Tuchel akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusan yang cukup mengejutkan itu. Menurutnya, pemilihan Toney bukan keputusan mendadak, melainkan hasil dari proses evaluasi yang panjang.
Performa Tajam Jadi Modal Utama
Meski bermain di Liga Arab Saudi, Toney tetap menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Produktivitasnya di depan gawang menjadi salah satu faktor yang sulit diabaikan oleh tim pelatih Inggris.
Dalam dua musim terakhir, striker berusia 30 tahun itu berhasil mencetak 55 gol dari 62 pertandingan liga. Catatan tersebut menempatkannya di antara penyerang paling produktif dalam kompetisi tersebut.
Musim ini bahkan menjadi salah satu periode terbaik dalam kariernya. Toney sukses mengemas 32 gol hanya dari 32 pertandingan di Saudi Pro League.
Tidak hanya soal gol, kontribusinya dalam membangun serangan juga cukup menonjol. Ia turut menyumbangkan sejumlah assist yang menunjukkan kemampuannya bermain untuk tim.
Konsistensi tersebut membuat namanya kembali masuk radar Tim Tiga Singa meski sempat dianggap jauh dari persaingan skuad nasional.
Rekomendasi Khusus dari Orang Kepercayaan Tuchel
Selain statistik yang mengesankan, ada faktor lain yang ikut memengaruhi keputusan Tuchel. Pelatih Inggris tersebut mendapatkan laporan positif mengenai Toney dari Matthias Jaissle.
Jaissle merupakan pelatih Al-Ahli yang memiliki hubungan cukup dekat dengan Tuchel. Keduanya pernah bekerja sama saat masih berada dalam lingkungan sepak bola Jerman.
Dari berbagai laporan yang diterimanya, Tuchel mendapatkan gambaran jelas mengenai kondisi fisik, peran, dan perkembangan permainan Toney selama berada di Arab Saudi.
Informasi tersebut memberikan keyakinan tambahan kepada staf pelatih Inggris. Mereka merasa Toney masih berada dalam kondisi terbaik untuk bersaing di level internasional.
Masukan dari sosok yang dipercaya Tuchel menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan akhir.
Sosok yang Dinilai Cocok untuk Kebutuhan Tim
Tuchel melihat Toney sebagai pemain yang menawarkan karakter berbeda dibanding penyerang lain yang ada dalam skuad. Kehadirannya dianggap mampu memberikan solusi dalam berbagai situasi pertandingan.
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, Toney memiliki kemampuan bermain di dalam kotak penalti yang sangat baik. Insting mencetak golnya juga menjadi salah satu keunggulan utama.
Selain itu, kekuatan fisik dan kemampuannya memenangkan duel udara dinilai sangat berguna. Faktor tersebut membuatnya berpotensi menjadi senjata penting dalam situasi bola mati.
Kemampuan sebagai eksekutor penalti juga menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua pemain. Pengalaman dan ketenangannya dalam momen krusial dianggap sangat berharga.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Tuchel akhirnya memilih membawa Toney ke Piala Dunia 2026. Kini striker Al-Ahli itu memiliki kesempatan besar untuk membuktikan bahwa keputusan tersebut memang layak diambil oleh Tim Tiga Singa.


