Arenabetting – Perjalanan Jamie Vardy di Italia tampaknya tidak akan berlangsung lama. Setelah hanya semusim membela Cremonese, penyerang veteran asal Inggris itu dikabarkan siap mencari tantangan baru pada bursa transfer musim panas.
Musim 2025/2026 menjadi pengalaman yang cukup sulit bagi Vardy. Meski masih mampu memberikan kontribusi di lini depan, ia gagal membantu Cremonese bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Kondisi tersebut membuat spekulasi mengenai masa depannya semakin menguat. Banyak pihak meyakini bahwa sang striker tidak akan melanjutkan kariernya bersama klub berjuluk La Cremo tersebut.
Cremonese Gagal Bertahan di Serie A
Nasib Cremonese akhirnya ditentukan pada pekan terakhir Serie A. Kekalahan telak dari Como membuat harapan mereka untuk bertahan di kompetisi elite Italia sirna.
Hasil tersebut memastikan Cremonese harus mengakhiri musim di zona degradasi. Klub itu pun dipastikan turun ke Serie B bersama dua tim lainnya yang lebih dulu terpuruk di papan bawah.
Bagi para pendukung, kegagalan tersebut tentu menjadi pukulan besar. Mereka berharap kehadiran beberapa pemain berpengalaman mampu membantu tim bertahan lebih lama di Serie A.
Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Konsistensi yang kurang stabil sepanjang musim membuat Cremonese kesulitan bersaing dengan klub-klub lain yang juga berjuang menghindari degradasi.
Situasi itu menjadi semakin menyakitkan karena terjadi pada pertandingan terakhir musim, ketika peluang bertahan sebenarnya masih terbuka sebelum laga dimulai.
Pada akhirnya, hasil buruk tersebut memaksa klub kembali menjalani kompetisi di kasta kedua pada musim depan.
Vardy Kembali Rasakan Pahitnya Degradasi
Bagi Jamie Vardy, degradasi bersama Cremonese menghadirkan pengalaman yang tidak menyenangkan. Ini menjadi musim kedua secara beruntun dirinya merasakan kegagalan mempertahankan tim di kasta tertinggi.
Sebelumnya, Vardy juga mengalami situasi serupa saat masih membela Leicester City. Klub yang pernah dibawanya meraih gelar Premier League itu juga harus turun kasta sebelum dirinya meninggalkan Inggris.
Meski usianya sudah menginjak 39 tahun, Vardy tetap menunjukkan semangat bersaing yang tinggi. Ia masih mampu memberikan kontribusi penting selama musim berjalan.
Catatan gol dan assist yang dibukukannya menunjukkan bahwa naluri mencetak golnya belum sepenuhnya hilang. Pengalamannya juga menjadi salah satu faktor penting di ruang ganti tim.
Sayangnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk menghindarkan Cremonese dari hasil yang tidak diinginkan.
Karena itu, banyak pihak menilai bahwa perpisahan antara kedua belah pihak menjadi langkah yang paling mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Premier League Jadi Tujuan Berikutnya?
Laporan yang beredar mengungkapkan bahwa Vardy masih ingin melanjutkan karier di level kompetitif yang tinggi. Premier League disebut menjadi tujuan yang paling menarik bagi sang striker.
Meski tidak lagi berada dalam usia emas seorang pesepak bola, Vardy diyakini masih memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan banyak klub Inggris. Pengalaman panjangnya menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan.
Selama berkarier di Inggris, ia telah mencatat berbagai pencapaian luar biasa. Salah satu yang paling dikenang tentu keberhasilannya membawa The Foxes meraih gelar Premier League yang bersejarah.
Reputasi tersebut membuat namanya tetap memiliki daya tarik di bursa transfer. Beberapa klub kemungkinan akan mempertimbangkan kehadirannya sebagai pemain senior yang dapat memberi pengaruh positif.
Selain kualitas di lapangan, mentalitas dan pengalaman Vardy juga sering dianggap sebagai aset berharga bagi tim yang sedang berkembang.
Kini, dengan kontraknya yang segera berakhir, masa depan sang penyerang menjadi salah satu topik menarik yang akan terus diperhatikan menjelang dimulainya musim baru.


