Arenabetting – Manchester United semakin terpuruk di Liga Inggris 2026/2027. Kekalahan dari Chelsea membuat posisi Setan Merah merosot ke peringkat ke-17, hanya satu tingkat di atas zona degradasi.
MU takluk 0-2 saat menghadapi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) malam WIB. Gol Morgan Rogers dan Cole Palmer memastikan tim besutan MU kembali gagal meraih kemenangan sekaligus memperpanjang periode buruk mereka di kompetisi domestik.
Hasil tersebut membuat Bruno Fernandes dan kawan-kawan harus semakin waspada. Dengan hanya mengoleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan, MU kini memiliki poin yang sama dengan Crystal Palace di zona merah dan hanya unggul selisih gol.
Kekalahan dari Chelsea Memperpanjang Tren Buruk MU
Kekalahan di markas Chelsea menambah panjang catatan negatif Manchester United. Mereka kini melewati tujuh pertandingan Liga Inggris tanpa kemenangan, sebuah situasi yang membuat tekanan terhadap tim semakin besar.
Dari sembilan pekan pertama, MU baru meraih satu kemenangan. Empat hasil imbang dan empat kekalahan membuat mereka kesulitan mengumpulkan poin untuk menjauh dari papan bawah.
Posisi ke-17 menjadi gambaran betapa sulitnya perjalanan MU pada awal musim ini. Mereka hanya unggul selisih gol dari Crystal Palace yang berada di peringkat ke-18 dengan koleksi tujuh poin.
Persaingan Papan Bawah Semakin Mengkhawatirkan
MU bukan sekadar tertinggal dari tim-tim papan atas, tetapi juga mulai terancam oleh persaingan di zona degradasi. Crystal Palace, Nottingham Forest, dan Sunderland sama-sama masih berjuang mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi mereka.
Crystal Palace menempati urutan ke-18 dengan tujuh poin, sedangkan Nottingham Forest berada di peringkat ke-19 dengan enam poin. Sunderland menutup klasemen sementara setelah mengumpulkan lima poin dari sembilan pertandingan.
Situasi ini membuat setiap pertandingan berikutnya sangat penting bagi MU. Jika terus kehilangan poin, mereka berisiko benar-benar terjerumus ke tiga posisi terbawah klasemen.
Catatan buruk MU juga membuat perhatian terhadap masalah tim lebih besar dibandingkan hasil negatif rival sekota mereka. Manchester City memang baru menelan dua kekalahan beruntun, tetapi masih berada di papan atas dengan 21 poin.
Brighton dan Tottenham Menikmati Hasil Positif
Di tengah keterpurukan MU, Brighton & Hove Albion justru tampil impresif. Kemenangan atas Manchester City mengantarkan mereka bertahan di posisi ketiga dengan koleksi 19 poin, hanya terpaut dua angka dari dua tim teratas.
Chelsea juga mendapat dorongan penting setelah mengalahkan MU. Tambahan tiga poin membuat The Blues menempati peringkat keempat dengan 16 poin, memperkuat posisi mereka dalam persaingan papan atas.
Sementara itu, Tottenham Hotspur mulai memperbaiki keadaan setelah sempat berada dekat zona degradasi. Tiga kemenangan beruntun membawa mereka naik ke posisi kedelapan dengan 12 poin.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan di Liga Inggris. Perbedaan hasil dalam beberapa pekan saja dapat mengubah posisi tim secara signifikan, baik di papan atas maupun bagian bawah klasemen.
Dua Laga Bisa Mengubah Peta Klasemen
Klasemen sementara masih berpotensi berubah karena ada dua pertandingan yang belum dimainkan. Liverpool akan menghadapi Arsenal pada Minggu (1/11/2026) malam WIB, sedangkan Newcastle United dijadwalkan bertemu Everton pada Selasa (3/11/2026) dini hari WIB.
Manchester City dan Arsenal sama-sama mengoleksi 21 poin, tetapi City sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Hasil duel Liverpool kontra Arsenal berpeluang memengaruhi persaingan di puncak klasemen.
Bagi MU, perubahan posisi tim lain bukanlah solusi atas persoalan mereka sendiri. Setan Merah harus segera mengakhiri tren tanpa kemenangan agar tidak semakin dekat dengan zona degradasi dan bisa memperbaiki perjalanan mereka musim ini.


