Arenabetting – Maroko datang ke perempatfinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjalani perjalanan impresif sepanjang turnamen. Tim asal Afrika itu belum sekalipun merasakan kekalahan sejak ditangani Mohamed Ouahbi beberapa bulan lalu.
Ouahbi mulai memimpin Maroko sejak Maret 2026 dan langsung memberikan dampak positif bagi tim. Dalam sepuluh pertandingan yang sudah dijalani bersama pelatih tersebut, Maroko berhasil menjaga rekor tak terkalahkan.
Catatan tersebut menjadi bekal penting menjelang duel besar melawan Prancis di Boston Stadium, Jumat dini hari WIB. Les Bleus memang lebih diunggulkan, tetapi Maroko datang dengan keyakinan bahwa mereka mampu menciptakan kejutan.
Rekor Tak Terkalahkan Terus Berlanjut
Perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 sejauh ini berjalan sangat meyakinkan. Dari lima pertandingan yang sudah dimainkan, mereka berhasil meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Brasil menjadi satu-satunya tim yang mampu menahan laju Maroko sepanjang turnamen. Setelah pertandingan tersebut, mereka berhasil mengalahkan Skotlandia, Haiti, Belanda, dan Kanada.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Maroko mampu menghadapi berbagai karakter permainan lawan yang berbeda. Konsistensi itu membuat mereka semakin percaya diri menghadapi fase gugur.
Belanda Jadi Ujian Terberat
Salah satu pertandingan paling menegangkan yang dijalani Maroko terjadi saat menghadapi Belanda pada babak 32 besar. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui adu penalti yang berlangsung penuh tekanan. Maroko akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Kemenangan tersebut memberikan dorongan mental yang sangat besar bagi para pemain. Mereka membuktikan mampu tetap tenang dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Pengalaman tersebut diperkirakan akan sangat berguna ketika menghadapi tekanan dari Prancis pada babak berikutnya.
Ouahbi Berhasil Bangun Identitas Tim
Salah satu perubahan terbesar yang terjadi di bawah kepemimpinan Ouahbi adalah terbentuknya identitas permainan yang jelas. Maroko kini tampil dengan gaya bermain yang lebih percaya diri dan terorganisasi.
Mantan pemain Maroko, Youssouf Hadji, menilai tim nasional saat ini tidak lagi hanya bereaksi terhadap permainan lawan. Menurutnya, Maroko sudah mampu memaksakan cara bermain mereka sendiri.
Pendekatan tersebut membuat Maroko menjadi lawan yang lebih sulit diprediksi. Mereka tidak mudah kehilangan bentuk permainan meski menghadapi tim dengan kualitas lebih tinggi.
Identitas permainan yang kuat itulah yang kini menjadi salah satu senjata utama tim dalam menghadapi pertandingan besar.
Kesempatan Membalas Luka Lama
Pertandingan melawan Prancis juga memiliki makna emosional tersendiri bagi Maroko. Duel ini menjadi pertemuan ulang kedua tim setelah semifinal Piala Dunia 2022.
Pada pertandingan empat tahun lalu, Maroko harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 0-2. Kekalahan tersebut menghentikan perjalanan bersejarah mereka menuju final.
Kini kesempatan untuk membalas hasil tersebut akhirnya datang. Dengan performa yang sedang menanjak dan rekor tak terkalahkan bersama Ouahbi, Singa Atlas memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka mampu memberikan kejutan kepada Les Bleus.


