Arenabetting – Liverpool memang belum tampil stabil sepanjang musim 2025/2026. Setelah sukses besar pada musim sebelumnya, performa The Reds justru mengalami penurunan yang cukup terasa di Premier League.
Situasi itu juga ikut memengaruhi sejumlah pemain baru yang datang ke Anfield. Salah satu nama yang cukup banyak mendapat sorotan adalah Milos Kerkez, bek kiri muda asal Hungaria yang direkrut dari Bournemouth dengan nilai transfer besar.
Kerkez datang dengan ekspektasi tinggi karena diproyeksikan menjadi penerus Andy Robertson di sisi kiri pertahanan Liverpool. Namun, perjalanan awalnya bersama The Reds ternyata tidak berjalan semudah yang dibayangkan banyak orang.
Kerkez Kesulitan Ikuti Ritme Liverpool
Pada awal musim, Milos Kerkez terlihat cukup kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya bermain Liverpool. Intensitas permainan yang tinggi membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan performa terbaik.
Bek muda itu mengakui dua hingga tiga bulan pertamanya di Anfield terasa sangat berat. Banyak aspek baru yang harus dipelajari, mulai dari pola permainan hingga tuntutan fisik di Premier League.
Kerkez juga merasa harus beradaptasi dengan ritme pertandingan yang jauh lebih cepat dibanding saat masih bermain bersama Bournemouth. Jumlah pertandingan yang padat ikut membuat proses tersebut semakin menantang.
Selain itu, ia juga mengaku perlu meningkatkan kekuatan fisik agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi. Semua proses itu membuat adaptasinya tidak berjalan instan.
Kombinasi dengan Gakpo Belum Maksimal
Salah satu hal yang paling banyak mendapat kritik dari penampilan Kerkez adalah koneksinya dengan Cody Gakpo di sektor kiri serangan Liverpool. Keduanya dianggap belum menemukan chemistry yang benar-benar solid.
Serangan The Reds dari sisi kiri pun sempat terlihat kurang efektif dalam beberapa pertandingan awal musim. Kerkez dinilai terlalu lambat membaca pergerakan Gakpo saat membantu serangan.
Situasi itu membuat kontribusinya dalam fase ofensif belum maksimal. Padahal Liverpool berharap sektor kiri bisa tetap agresif seperti ketika masih diperkuat Robertson di performa terbaiknya.
Namun perlahan kondisi mulai berubah. Kerkez mulai memahami pola permainan tim dan hubungan permainannya dengan Gakpo terlihat semakin membaik dalam beberapa pekan terakhir.
Liverpool Juga Sedang dalam Masa Transisi
Kerkez merasa kesulitannya bukan hanya karena faktor pribadi. Menurutnya, kondisi Liverpool sebagai tim juga sedang berada dalam fase pertumbuhan dan adaptasi.
The Reds memang mendatangkan beberapa pemain baru musim ini. Situasi tersebut membuat skuad membutuhkan waktu untuk membangun koneksi yang lebih baik di dalam maupun luar lapangan.
Kerkez menilai proses adaptasi itu wajar terjadi, terutama ketika banyak pemain baru masuk secara bersamaan. Ia merasa tim perlahan mulai menemukan keseimbangan permainan.
Bek asal Hungaria itu juga melihat perkembangan positif dalam performa Liverpool belakangan ini. Walau belum sepenuhnya konsisten, The Reds mulai terlihat lebih solid dibanding awal musim.
Mulai Nyaman dan Lebih Konsisten
Kini Kerkez mengaku jauh lebih nyaman bermain bersama Liverpool. Setelah melewati masa sulit di awal musim, ia merasa mulai menemukan tempatnya di skuad utama The Reds.
Pemain berusia 22 tahun itu juga merasa performanya semakin stabil dari pertandingan ke pertandingan. Kepercayaan dirinya perlahan meningkat setelah mampu melewati tekanan besar di awal kedatangan.
The Reds sendiri masih berjuang menjaga posisi di papan atas klasemen Premier League. Liverpool saat ini berada di posisi keempat dan terus bersaing ketat dengan tim-tim lain di zona Eropa.
Laga melawan Manchester United akhir pekan nanti juga diprediksi menjadi ujian penting. Liverpool berharap Kerkez bisa kembali menunjukkan perkembangan positifnya di pertandingan besar tersebut.


