Arenabetting – Timnas Inggris kembali membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026. Meski tidak selalu tampil meyakinkan, perjalanan mereka hingga perempatfinal tetap berhasil dijaga dengan baik.
Tiga Singa sempat mendapat banyak kritik setelah gagal mencetak gol saat menghadapi Ghana di fase grup. Permainan Inggris ketika itu dianggap terlalu lambat dan kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Namun kritik tersebut tidak mempengaruhi suasana di dalam tim. Morgan Rogers mengungkapkan bahwa hubungan antarpemain justru semakin erat selama turnamen berlangsung.
Kritik dari Luar Tidak Mengganggu Tim
Inggris memulai Piala Dunia dengan kemenangan atas Kroasia sebelum ditahan Ghana tanpa gol. Hasil tersebut langsung memunculkan banyak sorotan dari media dan pendukung.
Situasi kembali terjadi saat Inggris harus bersusah payah mengalahkan Republik Demokratika Kongo pada babak 32 besar. Meski menang, performa tim kembali dipertanyakan.
Menurut Rogers, para pemain memilih fokus kepada pekerjaan mereka di lapangan dibanding memikirkan kritik yang datang dari luar tim.
Rival di Klub, Sahabat di Timnas
Rogers menjelaskan bahwa para pemain Inggris tidak membawa rivalitas klub ke dalam ruang ganti tim nasional. Semua pemain datang dengan tujuan yang sama.
Ia mencontohkan hubungan Declan Rice dan John Stones yang tetap akrab meski sepanjang musim bersaing dalam perebutan gelar Premier League.
Rice memperkuat Arsenal, sementara Stones menjadi bagian penting Manchester City. Namun persaingan tersebut langsung dilupakan ketika mereka bergabung bersama tim nasional.
Bahkan candaan pura-pura cedera yang dilakukan keduanya menjadi bukti suasana santai yang ada di dalam skuad Inggris.
Tuchel Bangun Fondasi Kebersamaan
Rogers menilai Thomas Tuchel memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan tim selama setahun terakhir. Pelatih asal Jerman itu selalu menekankan pentingnya persatuan.
Menurut pemain Aston Villa tersebut, skuad Inggris saat ini juga tidak mengalami banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya sehingga chemistry semakin terjaga.
Para pemain senior ikut membantu menjaga suasana ruang ganti tetap positif di tengah tekanan besar selama Piala Dunia berlangsung.
Hal tersebut terlihat dalam berbagai momen pertandingan maupun saat perayaan kemenangan bersama seluruh anggota tim.
Inggris Ingin Terus Melaju
Kekompakan tersebut menjadi modal penting saat Inggris menghadapi Norwegia pada babak perempatfinal. Tiga Singa memahami bahwa lawannya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Brasil.
Rogers yakin suasana positif di dalam tim dapat membantu Inggris melewati pertandingan besar berikutnya. Menurutnya, kebersamaan sering kali menjadi pembeda dalam turnamen seperti Piala Dunia.
Kini Tiga Singa berharap keharmonisan yang sudah terbangun dapat membawa mereka melangkah lebih jauh dan menjaga mimpi meraih gelar juara dunia tetap hidup.


