Arenabetting – Paolo Maldini mengungkap cerita di balik upayanya merekrut Pep Guardiola untuk menjadi pelatih Timnas Italia. Saat masih menjabat sebagai Direktur Teknik FIGC, Maldini sempat melakukan pendekatan serius kepada Guardiola setelah posisi pelatih Gli Azzurri kosong.
Guardiola menjadi salah satu kandidat utama yang didekati Maldini bersama Carlo Ancelotti. Ancelotti akhirnya menolak karena masih menghormati kontraknya bersama Timnas Brasil. Sementara itu, Guardiola sempat menunjukkan ketertarikan besar terhadap tawaran tersebut.
Maldini bahkan mengungkap bahwa proses pembicaraan dengan Guardiola berlangsung cukup serius. Keduanya bertemu di Barcelona dan menghabiskan waktu untuk membahas rencana menangani Timnas Italia. Namun, Guardiola akhirnya memilih tidak mengambil pekerjaan tersebut karena ingin beristirahat setelah meninggalkan Manchester City.
Maldini Serius Mendekati Guardiola
Maldini melihat Guardiola sebagai salah satu kandidat ideal untuk menangani Italia. Pengalaman panjangnya sebagai pelatih serta keberhasilannya di level klub membuat Guardiola memiliki profil yang sangat kuat.
Pendekatan kepada Guardiola dilakukan secara langsung. Maldini bersama pihak terkait bertemu dengannya di Barcelona untuk membahas kemungkinan kerja sama dan rencana masa depan Timnas Italia.
Pertemuan tersebut berjalan cukup positif. Guardiola menunjukkan ketertarikan terhadap peluang melatih Italia dan bahkan mulai membayangkan seperti apa susunan tim yang akan dibangunnya.
Guardiola Hampir Menerima Tawaran
Menurut Maldini, Guardiola berada sangat dekat dengan keputusan untuk menerima tawaran tersebut. Ketertarikannya bahkan terlihat dari pembicaraan serius mengenai strategi dan formasi yang akan digunakan.
Guardiola sudah mulai memikirkan detail permainan Italia. Hal itu membuat Maldini yakin peluang mendapatkan mantan pelatih Manchester City tersebut cukup besar.
Namun, Guardiola akhirnya memilih mengambil waktu untuk beristirahat. Setelah menjalani periode panjang sebagai pelatih di level tertinggi, ia merasa belum siap langsung kembali menangani sebuah tim nasional.
Keputusan tersebut membuat rencana Maldini akhirnya tidak terwujud. FIGC kemudian memilih Roberto Mancini untuk mengisi posisi pelatih Timnas Italia.
Bukan Masalah Gaji
Sempat muncul laporan bahwa Guardiola meminta bayaran mencapai 20 juta euro per musim. Namun, Maldini menegaskan persoalan finansial bukan alasan kegagalan kesepakatan tersebut.
Menurut Maldini, Guardiola justru tidak menjadikan uang sebagai faktor utama. Ia bahkan siap menerima bayaran yang lebih rendah dibandingkan pelatih sebelumnya jika memang akhirnya mengambil pekerjaan tersebut.
Hal itu memperjelas bahwa keinginan untuk beristirahat menjadi pertimbangan utama Guardiola. Bukan besarnya nilai kontrak yang membuatnya mundur dari peluang melatih Italia.
Italia Kehilangan Peluang Besar
Kegagalan mendapatkan Guardiola tentu menjadi cerita menarik bagi sepakbola Italia. FIGC sempat memiliki peluang membawa salah satu pelatih terbaik dunia ke kursi pelatih tim nasional.
Maldini sendiri sudah berusaha membuka jalan melalui pertemuan langsung. Guardiola bahkan hampir menyetujui tawaran tersebut sebelum mengambil keputusan berbeda.
Kini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan singkat Maldini di FIGC. Upaya mendatangkan Guardiola menjadi salah satu langkah besar yang hampir terwujud, tetapi akhirnya gagal karena sang pelatih memilih beristirahat.


