Mainbolaonline.org – Pep Guardiola mengaku membutuhkan waktu istirahat panjang setelah mengakhiri perjalanan selama satu dekade bersama Manchester City. Pelatih asal Spanyol itu merasa karier panjang di level tertinggi sudah menguras tenaga dan mentalnya. Kini, ia belum bisa memastikan apakah suatu saat nanti akan kembali bekerja sebagai pelatih.
Guardiola meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu dengan membawa segudang prestasi. Bersama The Citizens, ia memenangkan enam gelar Premier League dan mencatatkan treble bersejarah pada musim 2022/2023. Kepergiannya pun menutup salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.
Setelah pergi dari Etihad Stadium, masa depan Guardiola langsung menjadi perhatian. Namun, pria berusia 56 tahun itu belum memiliki rencana pasti. Ia bahkan mengakui belum tahu apa yang ingin dilakukan selanjutnya dan merasa kemungkinan untuk kembali melatih kini terlihat cukup sulit.
Satu Dekade yang Menguras Tenaga
Manchester City menjadi klub yang paling lama ditangani Guardiola sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia hanya menghabiskan waktu beberapa tahun di Barcelona dan Bayern Munchen. Periode selama 10 tahun di Inggris menjadi pengalaman terpanjang sekaligus salah satu fase paling melelahkan baginya.
Tekanan untuk terus menang dan mempertahankan standar tinggi membuat Guardiola harus memberikan banyak hal kepada pekerjaannya. Kehidupan seorang manajer di klub besar memang tidak pernah lepas dari tuntutan, terutama ketika tim harus terus bersaing di berbagai kompetisi.
Guardiola merasa perjalanan panjang tersebut telah menguras banyak energi. Karena itu, ia kini ingin mengambil jarak dari rutinitas sepak bola dan memberi dirinya waktu untuk beristirahat sebelum memikirkan langkah besar berikutnya.
Tawaran Italia Tidak Mengubah Keputusannya
Setelah meninggalkan Manchester City, Guardiola sebenarnya tidak langsung kehilangan peminat. Timnas Italia sempat memberikan tawaran kepadanya. Kesempatan itu menarik karena melatih tim nasional menjadi pengalaman yang belum pernah dijalani sepanjang kariernya.
Namun, Guardiola memilih menolak kesempatan tersebut. Keinginannya untuk beristirahat ternyata jauh lebih besar dibanding mengambil pekerjaan baru. Ia merasa belum siap kembali masuk ke lingkungan kompetitif yang menuntut fokus penuh setiap hari.
Penolakan itu memperlihatkan bahwa Guardiola benar-benar ingin menjauh sejenak dari lapangan hijau. Ia tidak ingin terburu-buru menerima pekerjaan hanya karena memiliki nama besar dan banyak pilihan setelah meninggalkan klub.
Bagi Guardiola, masa istirahat kali ini bukan sekadar liburan singkat. Ia ingin menggunakan waktu tersebut untuk menata ulang kehidupan dan mencari kembali keseimbangan setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan sepak bola profesional.
Kehidupan Pribadi Juga Berubah
Perjalanan panjang sebagai pelatih ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi pekerjaannya. Guardiola juga mengalami perubahan besar dalam kehidupan pribadi setelah rumah tangganya dengan Cristina Serra berakhir.
Cristina telah mendampinginya selama sekitar 30 tahun, termasuk sejak Guardiola masih membangun karier di Barcelona. Karena itu, perubahan dalam kehidupan pribadinya menjadi bagian dari masa sulit yang harus dihadapi pelatih berpengalaman tersebut.
Kondisi itu membuat Guardiola semakin merasa perlu berhenti sejenak. Setelah bertahun-tahun fokus mengejar kemenangan dan gelar, ia kini ingin memberikan ruang lebih besar untuk dirinya sendiri di luar dunia sepak bola.
Mantan pelatih Bayern Munchen itu pun belum ingin membuat janji soal masa depan. Baginya, keputusan untuk kembali melatih harus datang pada waktu yang tepat, bukan karena tekanan dari klub atau harapan publik.
Masa Depan Pep Masih Tanda Tanya
Dalam dokumenter A Beautiful Obssesion, Guardiola mengakui dirinya belum tahu akan melakukan apa setelah meninggalkan Manchester City. Ia hanya merasa perlu menata kembali kehidupannya dan mengambil waktu untuk beristirahat tanpa memikirkan pekerjaan baru.
Kemungkinan kembali melatih masih terbuka, tetapi Guardiola belum berani memberikan kepastian. Rasa lelah yang dirasakannya membuat keputusan tersebut tidak bisa dibuat dengan cepat, meski banyak klub kemungkinan tetap tertarik menggunakan jasanya.
Untuk sekarang, Guardiola memilih menjauh dari tekanan sepak bola. Apakah ia akan kembali ke pinggir lapangan atau benar-benar mengakhiri karier kepelatihannya, semuanya masih menjadi tanda tanya besar.


