Mainbolaonline.org – Real Madrid harus menerima kekalahan 0-1 saat bertandang ke markas Real Betis pada lanjutan LaLiga. Los Blancos tampil dominan sepanjang pertandingan, tetapi keunggulan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan gagal membawa mereka mendapatkan poin.
Bermain di Estadio La Cartuja, Sevilla, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB, Madrid menguasai 58,5 persen bola berbanding 41,5 persen milik Betis. Tim asuhan Jose Mourinho juga melepaskan 20 tembakan, dua kali lebih banyak dari tuan rumah yang hanya membuat 10 percobaan.
Dari 20 tembakan tersebut, Madrid mampu mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran. Betis hanya menghasilkan lima shot on target, tetapi efektivitas menjadi pembeda karena Troy Parrott berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-81.
Madrid Unggul Statistik, Betis Lebih Efektif
Madrid sejak awal pertandingan terlihat lebih aktif menguasai permainan. Mereka mampu mengalirkan bola dengan baik dan membuat Betis lebih banyak bertahan di beberapa fase pertandingan.
Keunggulan 58,5 persen penguasaan bola menunjukkan bahwa Madrid cukup nyaman mengontrol tempo. Los Blancos juga lebih agresif dalam mencari celah melalui serangan dari berbagai sisi.
Jumlah tembakan semakin memperlihatkan dominasi tersebut. Madrid membuat 20 percobaan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang, tetapi tidak satu pun mampu menghasilkan gol yang dibutuhkan.
Troy Parrott Jadi Pembeda
Betis justru mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Setelah bertahan menghadapi tekanan Madrid, tuan rumah menemukan momentum pada babak kedua untuk menciptakan gol yang menentukan.
Troy Parrott masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak besar. Ia mencetak gol pada menit ke-81 yang mengubah jalannya pertandingan dan membuat Madrid harus mengejar ketertinggalan.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda sampai peluit akhir berbunyi. Madrid terus mencoba mencari gol balasan, tetapi usaha mereka belum mampu menembus pertahanan Betis.
Los Blancos sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-87 melalui Carlos Espí. Namun, gol tersebut dianulir karena berada dalam posisi offside setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR.
Penalti Mbappe Kembali Gagal
Kesempatan Madrid untuk menyamakan kedudukan kembali terbuka pada masa injury time. Wasit memberikan penalti setelah terjadi pelanggaran di area terlarang dan Kylian Mbappe dipercaya menjadi eksekutor.
Mbappe memiliki kesempatan besar untuk menyelamatkan Madrid dari kekalahan. Namun, tendangannya berhasil ditepis kiper Betis, Alvaro Valles, sehingga skor 0-1 tetap bertahan.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi Madrid. Mereka sudah menguasai permainan, menciptakan banyak tembakan, dan mendapatkan penalti, tetapi tetap tidak mampu mencetak gol.
Situasi itu memperlihatkan masalah Madrid dalam memaksimalkan peluang. Dominasi permainan menjadi tidak berarti ketika penyelesaian akhir gagal menghasilkan gol pada momen-momen penting.
Mourinho Bingung dengan Kekalahan Madrid
Jose Mourinho mengaku kesulitan mencari alasan di balik kekalahan Madrid. Ia menilai timnya tampil baik dalam hampir seluruh aspek permainan dan mampu mengontrol pertandingan dengan sangat dominan.
Pelatih asal Portugal itu juga tidak melihat alasan untuk mengkritik pemain secara individu. Menurut Mourinho, para pemain sudah menjalankan tugas dengan baik dan menciptakan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan.
Mourinho merasa hasil imbang saja sebenarnya sudah membuat Madrid kecewa karena timnya tampil lebih baik. Kekalahan menjadi hasil yang jauh lebih sulit diterima karena dominasi tersebut tidak berujung pada tambahan poin.
Kekalahan dari Betis akhirnya menjadi bukti bahwa statistik tidak selalu menentukan hasil pertandingan. Madrid perlu memperbaiki efektivitas serangan agar dominasi seperti ini tidak kembali berakhir tanpa poin.


