Arenabetting – Swiss akhirnya berhasil menembus perempatfinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti. Kemenangan di Vancouver Stadium itu bukan hanya memastikan langkah mereka terus berlanjut, tetapi juga menghadirkan catatan bersejarah bagi sepak bola Swiss.
Sepanjang 120 menit pertandingan, kedua tim tampil disiplin dan sulit menciptakan peluang bersih. Tidak ada gol yang tercipta hingga babak tambahan waktu berakhir sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada momen penuh tekanan tersebut, Swiss tampil lebih tenang dan berhasil menang dengan skor 4-3. Penalti penentu dari Ruben Vargas akhirnya memastikan Nati melangkah ke babak delapan besar.
Penantian Panjang Akhirnya Berakhir
Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Swiss. Mereka akhirnya kembali mencapai perempatfinal Piala Dunia setelah menunggu lebih dari tujuh dekade.
Terakhir kali Swiss berhasil melangkah sejauh ini terjadi pada Piala Dunia 1954. Saat itu jumlah peserta turnamen masih jauh lebih sedikit dibandingkan sekarang.
Karena itu, keberhasilan menembus delapan besar pada era modern dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Kemenangan atas Kolombia pun langsung disambut dengan perayaan besar oleh para pemain dan pendukung Swiss.
Kutukan Adu Penalti Akhirnya Berakhir
Selain keberhasilan lolos ke perempatfinal, Swiss juga berhasil memutus catatan buruk mereka dalam adu penalti. Selama bertahun-tahun, babak tos-tosan sering menjadi mimpi buruk bagi mereka.
Sebelumnya Swiss hanya memiliki satu kemenangan dari beberapa kesempatan yang pernah dijalani dalam adu penalti di turnamen besar. Kekalahan demi kekalahan membuat tekanan semakin besar setiap kali pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Salah satu kenangan paling menyakitkan terjadi pada Piala Dunia 2006 ketika mereka tersingkir setelah kalah dari Ukraina melalui adu penalti.
Kini, cerita buruk tersebut akhirnya berhasil dihapus oleh generasi pemain saat ini.
Murat Yakin Ikut Rasakan Emosi Besar
Pelatih Swiss Murat Yakin menjadi salah satu sosok yang paling memahami arti kemenangan tersebut. Ia pernah mengalami sendiri kegagalan Swiss pada adu penalti di Piala Dunia 2006 saat masih berstatus pemain.
Pengalaman pahit itu membuat keberhasilan kali ini terasa jauh lebih spesial bagi dirinya. Menurutnya, adu penalti selalu menghadirkan tekanan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari kombinasi kesabaran, ketenangan, dan perjuangan luar biasa dari seluruh pemain di lapangan.
Murat juga merasa bahagia karena akhirnya para pemain, staf, dan pendukung Swiss bisa menikmati momen bersejarah tersebut bersama-sama.
Kobel Jadi Pahlawan di Bawah Mistar
Selain para eksekutor penalti, peran Gregor Kobel juga mendapat banyak pujian setelah pertandingan selesai. Penjaga gawang Swiss itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan dan saat adu penalti berlangsung.
Beberapa penyelamatan penting yang dilakukannya menjadi faktor besar di balik keberhasilan tim lolos ke perempatfinal. Penampilannya memberikan rasa percaya diri kepada rekan-rekannya selama pertandingan.
Kini Swiss sudah ditunggu tantangan berikutnya di babak delapan besar, yakni menghadapi Argentina. Setelah berhasil mematahkan kutukan adu penalti, Nati tentu berharap kisah indah mereka di Piala Dunia 2026 masih belum berakhir.


