Mainbolaonline.org – Arsenal sudah mengawali musim 2026/2027 dengan trofi setelah mengalahkan Manchester City 3-0 pada Community Shield di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8). Riccardo Calafiori, Kai Havertz, dan Martin Odegaard menjadi pencetak gol kemenangan yang membawa The Gunners mengangkat trofi pertama musim ini.
Hasil tersebut menjadi modal positif bagi Mikel Arteta dan pasukannya. Namun, Arsenal tidak boleh terlalu cepat puas karena tantangan sebenarnya ada di Premier League. Mereka harus mempertahankan gelar liga setelah musim lalu tampil sebagai kampiun.
Menariknya, ada catatan sejarah yang membuat kemenangan di Community Shield kali ini justru perlu diwaspadai. Dalam beberapa tahun terakhir, pemenang ajang tersebut kesulitan melanjutkan momentum hingga menjadi juara Premier League pada musim yang sama.
Rekor Pemenang Community Shield Kurang Meyakinkan
Manchester City menjadi tim terakhir yang mampu menjuarai Community Shield sekaligus Premier League pada musim 2018/2019. Setelah itu, tren tersebut terhenti dan belum ada tim lain yang berhasil mengulanginya.
Pemenang Community Shield sejak 2019 sampai 2025 semuanya gagal menjadi juara Premier League. Manchester City finis kedua pada 2019, Arsenal kedelapan pada 2020, dan Leicester City berada di posisi kedelapan pada 2021.
Liverpool kemudian hanya finis kelima setelah menjuarai Community Shield 2022. Arsenal berada di posisi kedua pada 2023, Manchester City ketiga pada 2024, sedangkan Crystal Palace finis ke-15 setelah menang pada 2025.
Catatan lebih panjang juga menunjukkan hal serupa. Sejak 1989, hanya delapan dari 36 pemenang Community Shield yang kemudian menjadi juara liga pada musim yang sama. Artinya, peluangnya memang tidak terlalu besar.
Arsenal Punya Sejarah Panjang di Ajang Ini
Arsenal bukan nama asing dalam persaingan Community Shield. Sebelum kemenangan atas Manchester City, The Gunners sudah mengoleksi 17 trofi dari ajang tersebut, termasuk satu gelar bersama Tottenham Hotspur pada 1991.
Kemenangan 3-0 di Cardiff membuat koleksi Arsenal bertambah menjadi 18 trofi. Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan mereka sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah kompetisi pembuka musim Inggris.
Namun, sejarah Arsenal sendiri menunjukkan bahwa trofi Community Shield tidak selalu berujung dengan gelar liga. Pada 2023, misalnya, Arsenal menang atas Manchester City lewat adu penalti, tetapi hanya finis sebagai runner-up Premier League.
Hal serupa terjadi pada 2020 ketika Arsenal mengalahkan Liverpool melalui adu penalti. Setelah itu, Arsenal justru mengakhiri musim liga di posisi kedelapan.
Ada Satu Catatan yang Bisa Membuat Arsenal Optimistis
Meski begitu, Arsenal memiliki beberapa pengalaman positif. Pada 1930/1931, 1933/1934, dan 1934/1935, Arsenal berhasil menjuarai Community Shield sekaligus mengakhiri musim sebagai juara liga.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan di Community Shield tetap bisa menjadi awal perjalanan menuju gelar Premier League. Masalahnya, sejarah modern justru lebih sering memberikan hasil berbeda.
Arteta tentu tidak akan menjadikan statistik itu sebagai beban. Arsenal memiliki skuad yang semakin dalam dan baru saja menunjukkan kekuatan dengan mengalahkan Manchester City tiga gol tanpa balas.
Kemenangan tersebut juga memberi kepercayaan diri besar sebelum Premier League dimulai. Meriam London kini harus membuktikan bahwa performa bagus di Cardiff bukan hanya hasil dari satu pertandingan.
Misi Mempertahankan Gelar Premier League
Arsenal kini punya target yang jauh lebih besar daripada sekadar menikmati trofi pembuka musim. Mereka harus mempertahankan gelar Premier League dan membuktikan bahwa timnya memang semakin matang.
Jika mampu menjaga konsistensi, Arsenal berpeluang menjadi pengecualian dari tren buruk pemenang Community Shield dalam beberapa musim terakhir. Tantangan panjang selama kompetisi liga akan menjadi ujian sebenarnya.
Jadi, trofi sudah berada di tangan Arsenal. Kini waktunya Arteta dan pasukannya menjawab satu pertanyaan besar: apakah The Gunners mampu mematahkan kutukan tersebut sekaligus kembali mengangkat trofi Premier League?


