Arenabetting Situs Judi Bola Sbobet Terpercaya

betarena

Martin Odegaard Kecewa, Sebut Norwegia Kurang Beruntung Saat Disingkirkan Inggris

Arenabetting – Perjalanan Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah kalah 1-2 dari Inggris pada babak perempatfinal di Boston Stadium, Minggu (12/7/2026). Kekalahan itu terasa sangat menyakitkan karena The Vikings mampu memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Norwegia bahkan sempat memimpin lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup. Namun, Inggris berhasil bangkit lewat dua gol Jude Bellingham yang membawa The Three Lions melangkah ke semifinal. Kapten Norwegia, Martin Odegaard, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya sudah tampil maksimal, tetapi beberapa momen penting justru tidak berpihak kepada mereka. Norwegia Tampil Berani Melawan Inggris Norwegia tidak tampil sebagai tim yang hanya bertahan sepanjang pertandingan. Meski menghadapi salah satu favorit juara, mereka mampu bermain disiplin dan beberapa kali merepotkan pertahanan Inggris. Gol pembuka dari Andreas Schjelderup pada menit ke-36 membuat Norwegia sempat berada di atas angin. Keunggulan itu bertahan hingga masa injury time babak pertama sebelum Inggris berhasil menyamakan kedudukan. Secara statistik, pertandingan juga berlangsung sangat seimbang. Inggris hanya unggul tipis dalam penguasaan bola dengan 53 persen, sedangkan Norwegia mencatatkan 47 persen. Gol Dianulir Jadi Momen Penting Norwegia sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada babak kedua melalui Torbjorn Heggem. Namun, gol tersebut akhirnya dibatalkan setelah wasit menerima masukan dari VAR. Dalam tayangan ulang, Erling Haaland dinilai lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson sebelum proses gol terjadi. Keputusan itu membuat skor tetap bertahan imbang. Selain kehilangan gol, Norwegia akhirnya harus menerima kenyataan pahit ketika Jude Bellingham mencetak gol kemenangan Inggris pada babak tambahan waktu. Momen tersebut menjadi salah satu titik yang paling disesalkan oleh para pemain Norwegia karena mereka merasa peluang untuk lolos sebenarnya terbuka lebar. Odegaard Soroti Faktor Keberuntungan Martin Odegaard menilai Norwegia hanya kurang beruntung dalam pertandingan tersebut. Ia merasa seluruh pemain sudah memberikan kemampuan terbaik sepanjang laga melawan Inggris. Menurut gelandang Arsenal itu, Norwegia memang bermain lebih bertahan pada babak pertama. Namun, strategi tersebut berhasil membuat Inggris kesulitan menciptakan peluang berbahaya sebelum akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan. Odegaard juga menganggap beberapa keputusan wasit tidak berpihak kepada timnya. Ia merasa sejumlah detail kecil selama pertandingan ikut memengaruhi hasil akhir yang harus diterima Norwegia. Meski kecewa, Odegaard tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya yang mampu memberikan perlawanan hingga menit-menit terakhir. Perjalanan Norwegia Tetap Layak Diapresiasi Kegagalan melaju ke semifinal memang menjadi pukulan bagi The Vikings. Namun, penampilan mereka sepanjang Piala Dunia 2026 tetap layak mendapatkan apresiasi karena mampu bersaing dengan tim-tim besar. Norwegia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dengan permainan kolektif yang solid. Kehadiran pemain-pemain seperti Martin Odegaard dan Erling Haaland juga menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen besar berikutnya. Meski langkah mereka harus terhenti di perempatfinal, pengalaman ini bisa menjadi bekal berharga bagi skuad Norwegia. Dengan kualitas yang terus berkembang, The Vikings diyakini masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Martin Odegaard Kecewa, Sebut Norwegia Kurang Beruntung Saat Disingkirkan Inggris Read More »

Argentina Terus Menang, Tapi Jalan Menuju Semifinal Piala Dunia 2026 Tak Pernah Mudah

Arenabetting – Argentina berhasil memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati serangkaian pertandingan yang penuh drama. Meski masih menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia, perjalanan Albiceleste di fase gugur jauh dari kata mudah. Tim asuhan Lionel Scaloni memang tampil meyakinkan pada fase grup. Namun, memasuki babak gugur, setiap pertandingan menjadi ujian berat yang memaksa Argentina bekerja keras hingga menit-menit terakhir. Meski begitu, mental juara kembali menjadi pembeda. Albiceleste selalu mampu menemukan cara untuk meraih kemenangan, bahkan saat pertandingan berjalan sangat sulit dan harus ditentukan hingga babak tambahan waktu. Awal Turnamen Berjalan Sempurna Argentina membuka Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat meyakinkan. Mereka meraih kemenangan 3-0 atas Aljazair sebelum kembali menang 2-0 melawan Austria pada fase grup. Dua kemenangan tersebut diraih tanpa kebobolan. Penampilan solid di lini belakang membuat Argentina langsung masuk dalam daftar kandidat kuat untuk kembali menjadi juara dunia. Momentum positif berlanjut ketika Albiceleste mengalahkan Yordania 3-1 pada laga terakhir Grup J. Meski untuk pertama kalinya kebobolan di turnamen ini, Argentina tetap menutup fase grup dengan hasil sempurna. Fase Gugur Selalu Berlangsung Dramatis Memasuki babak gugur, perjalanan Argentina berubah menjadi jauh lebih berat. Pada babak 32 besar, mereka harus berjuang hingga babak tambahan waktu sebelum mengalahkan Cape Verde dengan skor 3-2. Pertandingan tersebut sempat berakhir imbang 2-2 dalam waktu normal. Gol bunuh diri Diney pada menit ke-111 akhirnya menjadi penentu kemenangan Albiceleste. Drama kembali terjadi saat menghadapi Swiss pada babak perempatfinal. Setelah bermain imbang 1-1 hingga 90 menit, Julian Alvarez mencetak gol pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1 pada penghujung babak tambahan. Satu-satunya kemenangan di fase gugur yang tidak melewati extra time terjadi saat melawan Mesir pada babak 16 besar. Namun, laga itu juga berlangsung sengit karena gol kemenangan baru tercipta pada masa injury time melalui Enzo Fernandez. Pertahanan Mulai Jadi Sorotan Selain harus melewati pertandingan yang semakin sulit, lini belakang Albiceleste juga mulai mendapat perhatian. Setelah mencatat dua clean sheet di awal turnamen, gawang Emiliano Martinez selalu kebobolan dalam empat pertandingan terakhir. Yordania menjadi tim pertama yang mampu mencetak gol ke gawang Argentina. Setelah itu, Cape Verde, Mesir, dan Swiss juga berhasil membobol pertahanan sang juara bertahan. Meski demikian, kekuatan lini depan mampu menutupi kekurangan tersebut. Hingga sejauh ini, Argentina telah mencetak 17 gol dari enam pertandingan, memperlihatkan produktivitas yang sangat tinggi. Catatan tersebut menjadi modal penting karena lini serang terus mampu menciptakan gol pada saat-saat krusial. Inggris Jadi Tantangan Berikutnya Di semifinal, Albiceleste akan menghadapi Inggris yang juga lolos setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak tambahan waktu. Duel dua raksasa sepak bola dunia itu diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama. Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Argentina membawa modal berupa mental kuat yang selalu mampu mengatasi tekanan dalam pertandingan besar. Jika ingin menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia, Albiceleste harus memperbaiki pertahanan sekaligus mempertahankan ketajaman lini depan. Menghadapi Inggris tentu akan menjadi ujian terbesar mereka sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Argentina Terus Menang, Tapi Jalan Menuju Semifinal Piala Dunia 2026 Tak Pernah Mudah Read More »

Tuchel Kritik Permainan Inggris Meski Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Arenabetting – Timnas Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 pada babak perempatfinal di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu diraih dengan susah payah setelah pertandingan harus dilanjutkan hingga babak tambahan waktu. The Three Lions bahkan sempat berada dalam posisi tertinggal sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan. Jude Bellingham menjadi pahlawan kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya, termasuk gol penentu pada babak extra time. Meski berhasil membawa Inggris lolos ke empat besar, pelatih Thomas Tuchel ternyata belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai timnya masih jauh dari performa terbaik dan harus segera melakukan perbaikan sebelum menghadapi semifinal. Inggris Dipaksa Kerja Keras oleh Norwegia Norwegia memberikan kejutan dengan mencetak gol lebih dulu melalui Andreas Schjelderup. Gol tersebut membuat Inggris harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil setelah Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat karena kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Laga pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu untuk menentukan tim yang berhak melaju ke semifinal. Tuchel Akui Inggris Beruntung Thomas Tuchel mengaku senang karena Inggris berhasil lolos ke semifinal. Namun, ia menilai hasil tersebut tidak sejalan dengan kualitas permainan yang ditampilkan timnya. Menurutnya, Inggris justru membuat pertandingan menjadi lebih sulit dari yang seharusnya. Ia merasa para pemain belum mampu bermain efektif sepanjang 120 menit. Tuchel juga mengakui timnya sedikit beruntung dalam pertandingan ini. Norwegia sebenarnya sempat mencetak gol pada babak kedua, tetapi dianulir wasit setelah terjadi pelanggaran Erling Haaland dalam proses terciptanya gol tersebut. Pelatih asal Jerman itu berharap para pemain segera memperbaiki performa karena tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak semifinal. Bellingham Kembali Jadi Pembeda Di tengah permainan yang belum maksimal, Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci Inggris. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan The Three Lions. Penampilan impresif tersebut membuat Bellingham kembali menjadi sorotan. Ia mampu tampil tenang dalam situasi sulit dan memanfaatkan peluang penting untuk membawa timnya bangkit. Kontribusinya juga memperlihatkan betapa penting perannya di lini serang Inggris. Tidak hanya membantu membangun permainan, Bellingham juga terus menjadi ancaman di depan gawang lawan. Performa itu menjadi modal berharga bagi Inggris yang akan menghadapi lawan lebih tangguh pada babak berikutnya. Semifinal Jadi Tantangan Berikutnya Kemenangan atas Norwegia membawa The Three Lions mencatatkan semifinal keempat sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Dari tiga kesempatan sebelumnya, Inggris hanya sekali berhasil menjadi juara, yakni pada edisi 1966 saat menjadi tuan rumah. Di semifinal, Inggris akan menghadapi Argentina yang juga berhasil lolos setelah menyingkirkan Swiss. Duel dua raksasa sepak bola dunia itu diprediksi berlangsung sengit dan penuh gengsi. Tuchel berharap timnya mampu menunjukkan permainan yang lebih baik dibandingkan saat menghadapi Norwegia. Jika mampu meningkatkan performa, The Three Lions memiliki peluang besar untuk melangkah ke final dan menjaga mimpi meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Tuchel Kritik Permainan Inggris Meski Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Read More »

Argentina Susah Payah Singkirkan Swiss, Julian Alvarez Akui Laga Sangat Berat

Arenabetting – Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 pada babak perempatfinal di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Meski akhirnya menang, Albiceleste harus bekerja ekstra keras sebelum memastikan kemenangan pada babak tambahan waktu. Pertandingan berjalan jauh lebih sulit dari perkiraan. Swiss mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang laga dan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan meski sempat unggul lebih dulu. Julian Alvarez mengakui kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Penyerang Atletico Madrid itu menilai kerja keras seluruh pemain menjadi kunci keberhasilan Albiceleste melangkah ke empat besar. Swiss Beri Perlawanan Sengit Argentina membuka keunggulan pada babak pertama melalui gol Alexis Mac Allister. Gol tersebut sempat membuat Albiceleste tampil lebih percaya diri dalam menguasai jalannya pertandingan. Namun, Swiss tidak menyerah begitu saja. Rossocrociati mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat gol Dan Ndoye sehingga pertandingan kembali berlangsung terbuka. Skor 1-1 bertahan cukup lama karena kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya. Situasi itu membuat laga semakin menegangkan hingga memasuki menit-menit akhir waktu normal. Unggul Jumlah Pemain Belum Cukup Argentina mendapat keuntungan besar pada menit ke-72 setelah Breel Embolo menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Penyerang Swiss itu dihukum usai dinilai melakukan aksi simulasi setelah wasit meninjau tayangan ulang melalui VAR. Meski bermain dengan keunggulan satu pemain, Albiceleste tetap kesulitan membongkar pertahanan Swiss. Tim asuhan Lionel Scaloni beberapa kali menciptakan peluang, tetapi belum mampu menghasilkan gol kemenangan. Kedisiplinan lini belakang Swiss membuat Argentina frustrasi sepanjang sisa waktu normal. Akibatnya, pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Situasi tersebut menunjukkan bahwa keunggulan jumlah pemain tidak selalu membuat sebuah pertandingan menjadi lebih mudah. Gol Alvarez dan Lautaro Jadi Penentu Pada babak tambahan waktu, Argentina akhirnya mampu memanfaatkan kelelahan pemain Swiss. Julian Alvarez berhasil mencetak gol yang membawa Albiceleste kembali unggul. Tidak lama kemudian, Lautaro Martinez menambah keunggulan sekaligus memastikan kemenangan Argentina dengan skor 3-1. Dua gol tersebut mengakhiri perlawanan sengit Swiss tanpa harus melalui adu penalti. Alvarez mengungkapkan bahwa seluruh pemain terus percaya hingga menit terakhir. Menurutnya, mereka yakin gol akan datang jika tim tetap bekerja sama dan tidak kehilangan semangat. Ia juga mengakui Argentina sebenarnya ingin menyelesaikan pertandingan lebih cepat. Namun, mereka memahami bahwa laga perempatfinal selalu menghadirkan tantangan yang tidak mudah. Argentina Bersiap Hadapi Inggris Kemenangan ini membawa Albiceleste melangkah ke semifinal untuk menghadapi Inggris. Duel tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Piala Dunia 2026 karena mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki materi pemain berkualitas. Meski berhasil lolos, Argentina mendapat pelajaran penting dari pertandingan melawan Swiss. Mereka harus bekerja lebih efektif dalam memanfaatkan peluang agar tidak kembali menjalani laga yang menguras tenaga. Dengan kepercayaan diri yang terus meningkat, Albiceleste kini siap menghadapi tantangan berikutnya. Semangat juang yang ditunjukkan saat menyingkirkan Swiss menjadi modal berharga untuk menjaga peluang meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Argentina Susah Payah Singkirkan Swiss, Julian Alvarez Akui Laga Sangat Berat Read More »

Jude Bellingham Jadi Pahlawan Inggris, Ternyata Ikuti Nasihat Sang Ibu

Arenabetting – Timnas Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 pada babak perempatfinal, Minggu (12/7/2026). Kemenangan dramatis itu membuat The Three Lions kini bersiap menghadapi Argentina dalam perebutan tiket ke final. Jude Bellingham menjadi sosok paling menentukan dalam pertandingan tersebut. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol penting yang membalikkan keadaan sekaligus memastikan Inggris tetap menjaga peluang meraih gelar juara dunia. Tak hanya menjadi pahlawan kemenangan, Bellingham juga berhasil menghindari kartu kuning. Hal itu sangat penting karena ia sempat terancam absen di semifinal jika kembali menerima kartu pada laga melawan Norwegia. Dua Gol Bellingham Antar Inggris Menang Norwegia sempat membuat Inggris berada dalam tekanan setelah Andreas Schjelderup mencetak gol pembuka. Situasi itu membuat The Three Lions harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Bellingham kemudian tampil sebagai pembeda. Ia mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time babak pertama sehingga Inggris kembali mendapatkan momentum. Saat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu, Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya. Gol yang lahir pada menit ke-93 memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengantar The Three Lions melangkah ke semifinal. Terhindar dari Ancaman Suspensi Sebelum pertandingan dimulai, Bellingham berada dalam situasi yang cukup berisiko. Satu kartu kuning saja sudah cukup membuatnya harus melewatkan laga semifinal. Namun, gelandang berusia 23 tahun itu mampu bermain dengan disiplin sepanjang pertandingan. Ia menghindari pelanggaran yang tidak perlu dan tetap menjaga emosinya meski laga berlangsung dengan tensi tinggi. Keberhasilannya menghindari kartu kuning terasa semakin penting karena akumulasi kartu akan dihapus setelah babak perempatfinal. Artinya, seluruh pemain akan memasuki semifinal tanpa ancaman suspensi akibat kartu kuning sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, Bellingham dipastikan bisa tampil menghadapi Argentina pada laga berikutnya. Nasihat Sang Ibu Jadi Kunci Bellingham mengungkapkan bahwa dirinya banyak mendapat pesan dari sang ibu menjelang pertandingan melawan Norwegia. Ia mengaku terus diingatkan agar berhati-hati dalam setiap tindakan di atas lapangan. Menurut Bellingham, ibunya meminta dirinya menjaga ucapan, cara melakukan tekel, ekspresi wajah, hingga mengendalikan emosi selama pertandingan berlangsung. Ia merasa nasihat tersebut sangat membantunya untuk tetap fokus dan tidak terpancing dalam situasi yang bisa berujung kartu kuning. Selain itu, Bellingham juga memberikan apresiasi kepada wasit yang dinilainya mampu memimpin pertandingan dengan baik. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemain dan wasit membuat pertandingan berjalan lebih nyaman sehingga ia bisa menjaga keseimbangan emosinya sepanjang laga. Siap Pimpin Inggris di Semifinal Dua gol ke gawang Norwegia membuat Bellingham kini mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut menyamai catatan Harry Kane sebagai pencetak gol terbanyak sementara bagi The Three Lions. Perannya sebagai gelandang serang di belakang Kane kembali membuktikan bahwa ia bukan hanya kreator serangan, tetapi juga ancaman nyata di depan gawang lawan. Kini, Bellingham akan menjadi salah satu andalan utama The Three Lions saat menghadapi Argentina di semifinal. Dengan performa yang sedang menanjak dan kondisi bebas dari ancaman kartu, ia diharapkan kembali menjadi pembeda dalam laga besar tersebut.

Jude Bellingham Jadi Pahlawan Inggris, Ternyata Ikuti Nasihat Sang Ibu Read More »

Persebaya Resmi Rekrut Gledson Paixao, Slot Pemain Asing Tinggal Satu

Arenabetting – Persebaya Surabaya kembali menambah amunisi untuk menghadapi Super League 2026/2027. Klub asal Kota Pahlawan itu resmi mendatangkan gelandang bertahan asal Brasil, Gledson Paixao, yang akan memperkuat lini tengah selama satu musim ke depan. Kehadiran pemain berusia 31 tahun tersebut membuat Persebaya kini memiliki 10 pemain asing. Artinya, tim hanya menyisakan satu slot lagi dari total 11 pemain asing yang diperbolehkan sesuai regulasi kompetisi musim depan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Bajul Ijo dalam membangun skuad yang lebih kompetitif. Dengan komposisi pemain yang semakin lengkap, Persebaya berharap mampu bersaing memperebutkan posisi terbaik sepanjang musim. Gledson Jadi Rekrutan Asing Kedelapan Gledson menjadi pemain asing baru kedelapan yang didatangkan Persebaya pada bursa transfer kali ini. Sebelumnya, klub telah lebih dulu merekrut Yuran Fernandes, Diogo Ramalho, Alex Martins, Yan Mabella, Miguel Pereira, Jose Walber, dan Jefferson Junio Antonio da Silva. Selain mendatangkan wajah baru, Persebaya juga mempertahankan Francisco Rivera dan Risto Mitrevski. Dengan tambahan tersebut, Bajul Ijo kini hanya membutuhkan satu pemain asing lagi untuk melengkapi kuota maksimal. Manajemen berharap seluruh pemain asing dapat memberikan kualitas yang dibutuhkan agar Persebaya mampu tampil lebih konsisten sepanjang musim. Bukan Wajah Baru di Liga Indonesia Gledson sudah cukup mengenal atmosfer sepak bola Indonesia. Pada musim 2025/2026, ia memperkuat PSM Makassar setelah direkrut oleh Bernardo Tavares. Kini, keduanya kembali bekerja sama di Persebaya. Kehadiran pelatih asal Portugal tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat Gledson mantap menerima tawaran bergabung dengan klub asal Surabaya itu. Pengalamannya bermain di kompetisi Indonesia diperkirakan akan memudahkan proses adaptasi. Ia sudah memahami karakter permainan lawan serta tuntutan kompetisi yang berlangsung sangat ketat. Keuntungan itu diharapkan membuat Gledson bisa langsung memberikan kontribusi sejak awal musim bersama Bajul Ijo. Terkesan dengan Dukungan Suporter Gledson mengaku sudah mengetahui betapa luar biasanya atmosfer pertandingan saat Persebaya bermain di kandang. Pengalaman menghadapi klub tersebut ketika masih membela PSM Makassar meninggalkan kesan yang sangat kuat. Ia menilai dukungan yang diberikan para suporter menjadi salah satu kekuatan terbesar Persebaya. Karena itu, kesempatan bergabung dengan klub ini langsung diterimanya tanpa berpikir panjang. Gledson juga menyampaikan bahwa dirinya menyukai tantangan baru. Ia ingin memberikan kemampuan terbaiknya demi membantu Persebaya meraih hasil maksimal sepanjang musim. Menurutnya, bermain di depan ribuan pendukung sendiri akan menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang dan tampil konsisten. Siap Bantu Persebaya Raih Prestasi Gledson datang saat Persebaya sedang memasuki periode penting menuju usia satu abad. Ia ingin menjadi bagian dari perjalanan besar klub dan ikut membawa tim meraih prestasi yang membanggakan. Pemain asal Brasil itu menegaskan target utama tim adalah bersaing di papan atas Super League 2026/2027. Namun, ia mengingatkan bahwa semua target tersebut hanya bisa diraih melalui kerja keras setiap hari. Dengan skuad yang semakin lengkap dan persaingan yang sehat di dalam tim, Bajul Ijo memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar musim depan. Kehadiran Gledson diharapkan semakin memperkuat lini tengah sekaligus membantu Persebaya tampil lebih kompetitif sepanjang kompetisi.

Persebaya Resmi Rekrut Gledson Paixao, Slot Pemain Asing Tinggal Satu Read More »