Arenabetting – Napoli kembali menelan hasil buruk di Liga Champions setelah kalah 1-3 dari Villarreal. Kekalahan ini terasa semakin mengecewakan karena Partenopei sempat unggul lebih dulu sebelum tuan rumah membalikkan keadaan.
Bermain di Stadion El Madrigal pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB, Napoli langsung mengejutkan Villarreal lewat gol cepat Amir Rrahmani. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Selain hasil negatif, perhatian juga tertuju pada perselisihan antara pelatih Massimiliano Allegri dan Kevin de Bruyne. Keduanya terlibat adu argumen di tengah pertandingan akibat perbedaan pemahaman mengenai peran sang gelandang dalam skema permainan Napoli.
Napoli Unggul Lebih Dulu, Villarreal Bangkit
Napoli memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan. Amir Rrahmani membawa tim tamu memimpin pada delapan menit pertama, memberikan harapan bahwa mereka bisa membawa pulang hasil positif dari markas Villarreal.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Villarreal mulai menemukan ritme permainan dan menyamakan kedudukan melalui Georges Mikautadze pada menit ke-23.
Setelah gol penyeimbang itu, tuan rumah semakin percaya diri untuk menekan pertahanan Napoli. Santiago Mourino dan Tani Oluwaseyi kemudian ikut mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan Villarreal dengan skor 3-1.
Allegri dan De Bruyne Berbeda Pandangan
Di tengah perjuangan Napoli mengejar ketertinggalan, Allegri dan De Bruyne terlihat terlibat perdebatan pada babak pertama. Situasi tersebut mencerminkan adanya ketidakcocokan dalam menjalankan instruksi taktik di lapangan.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Allegri menginginkan De Bruyne bermain lebih dalam, menyerupai gelandang bertahan. Dengan posisi tersebut, Scott McTominay diharapkan mendapat keleluasaan untuk bergerak maju dan membantu serangan.
Allegri beberapa kali meneriakkan instruksi agar De Bruyne mundur ke area tengah. Namun, gelandang asal Belgia itu tidak mengikuti arahan tersebut dan terlihat meluapkan kekesalannya kepada rekan-rekan setim.
De Bruyne juga sempat mengangkat kedua lengannya sebagai gestur ketidakpuasan. Peristiwa itu menambah sorotan terhadap Napoli yang sedang berusaha memperbaiki performa mereka di kompetisi Eropa.
Allegri Jelaskan Perselisihan dengan De Bruyne
Setelah pertandingan, Allegri menjelaskan bahwa perdebatan tersebut berkaitan dengan penempatan posisi pemain. Ia ingin De Bruyne mengisi area lebih dalam agar McTominay bisa bergerak ke depan dan memaksimalkan kemampuan menyerangnya.
Menurut Allegri, McTominay memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung serangan jika diberi ruang lebih luas. Namun, instruksi tersebut tidak dipahami dengan baik oleh De Bruyne sehingga keduanya tidak mencapai kesepakatan di lapangan.
Allegri juga menilai posisi yang lebih dalam di lini tengah dapat memberikan keuntungan ketika tim beralih dari bertahan ke menyerang. Meski begitu, perbedaan pemahaman tersebut tidak mengubah hasil akhir yang mengecewakan bagi Napoli.
Napoli Harus Bangkit di Liga Champions
Kekalahan dari Villarreal membuat Napoli menelan dua kekalahan beruntun di Liga Champions musim ini. Pada matchday pertama, tim yang diperkuat De Bruyne itu juga takluk 0-1 dari Arsenal, finalis musim lalu.
Dua hasil negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Allegri. Napoli perlu membenahi koordinasi permainan dan memastikan para pemain memahami peran masing-masing agar dapat tampil lebih efektif pada pertandingan berikutnya.
Napoli selanjutnya akan menghadapi Bodo/Glimt di Liga Champions. Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi Partenopei untuk bangkit sekaligus mengakhiri tren buruk yang mereka alami pada awal kompetisi.


