Arenabetting – AS Roma harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Real Madrid pada lanjutan Liga Champions. Sempat unggul dua gol, I Lupi justru kehilangan kendali dan menyerah dengan skor 3-4 di Stadion Olimpico.
Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB itu sempat berjalan menjanjikan bagi Roma. Marten de Roon membuka keunggulan pada menit ke-20, tetapi Kylian Mbappe menyamakan skor lima menit kemudian.
Roma kembali mengambil alih permainan selepas jeda melalui dua gol Donyell Malen. Namun, tiga gol Madrid dalam tujuh menit terakhir membalikkan keadaan sekaligus meninggalkan penyesalan besar bagi tim asuhan Gian Piero Gasperini.
Keunggulan Roma Hilang dalam Tujuh Menit
Roma memulai pertandingan dengan baik dan mampu mencetak gol lebih dulu melalui De Roon pada menit ke-20. Madrid merespons lewat Mbappe pada menit ke-25, sehingga kedua tim memasuki jeda dengan kedudukan imbang 1-1.
Selepas turun minum, Malen membawa Roma kembali unggul pada menit ke-51. Penyerang tersebut kemudian mencetak gol keduanya tujuh menit berselang untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Keunggulan dua gol membuat Roma berada dalam posisi menjanjikan untuk meraih kemenangan pertamanya di Liga Champions musim ini. Namun, situasi berubah drastis ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Madrid mencetak tiga gol pada menit ke-83, 85, dan 90. Carlos Espi, Endrick, serta Antonio Rudiger bergantian menjebol gawang Pierluigi Gollini, seluruhnya melalui situasi sepak pojok.
Gasperini Kecewa dengan Pertahanan Roma
Gasperini menilai timnya kehilangan ketenangan ketika menghadapi ancaman Madrid dari bola mati. Roma dinilai terlalu mudah membiarkan lawan menciptakan peluang berbahaya pada penghujung pertandingan.
Menurut Gasperini, para pemain seolah diliputi rasa takut saat harus mengantisipasi sepak pojok. Kondisi itu membuat Madrid leluasa mencetak gol dan menghancurkan keunggulan yang sudah dibangun Roma.
Pelatih asal Italia tersebut merasa hasil akhir tidak mencerminkan jalannya pertandingan secara keseluruhan. Roma sebenarnya memiliki peluang besar untuk menang, tetapi kesalahan sendiri pada menit-menit krusial membuat semua kerja keras mereka sia-sia.
Gasperini juga mengakui kemampuan Madrid dalam memanfaatkan bola mati. Meski demikian, ia menyayangkan sikap pasif para pemain Roma ketika menghadapi tekanan lawan di akhir laga.
Peluang Bagus Terbuang, Roma Terpuruk di Klasemen
Secara permainan, Roma sempat memberikan perlawanan yang merepotkan Madrid. Thibaut Courtois bahkan harus melakukan sejumlah penyelamatan, sementara tim tamu hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran pada babak pertama yang berujung gol Mbappe.
Kekalahan ini membuat Roma belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan Liga Champions musim ini. Sebelumnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce pada September.
Roma kini mengoleksi satu poin dan menempati posisi ke-25 klasemen sementara, di luar zona playoff. Hasil tersebut menjadi pukulan tambahan karena mereka sempat berada di ambang kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri.
Gasperini meminta timnya segera mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut. Ia menilai Roma harus mempertahankan hal-hal positif yang sudah diperlihatkan sepanjang pertandingan dan tidak mengulangi kesalahan serupa.
Roma Bersiap Hadapi Genoa dan Slovan Bratislava
Roma tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil melawan Madrid. Mereka harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik demi menjaga momentum pada lanjutan musim ini.
I Lupi dijadwalkan menjamu Genoa di Serie A pada Minggu (18/10) pukul 01.45 WIB. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Roma untuk bangkit setelah kehilangan kemenangan yang sudah berada dalam jangkauan.
Setelah itu, Roma kembali beraksi di Liga Champions dengan menghadapi Slovan Bratislava pada Rabu (21/10) pukul 02.00 WIB. Gasperini dan anak asuhnya perlu memperbaiki konsentrasi, terutama ketika menghadapi situasi bola mati, agar hasil pahit di Olimpico tidak terulang.


