Arenabetting – Thomas Tuchel ikut merasa prihatin dengan perjalanan karier Raheem Sterling yang belakangan sedang tidak mudah. Pelatih Timnas Inggris itu berharap mantan pemainnya tersebut segera menemukan klub baru dan kembali menikmati permainan sepak bola.
Tuchel memiliki hubungan dengan Sterling sejak menangani Chelsea pada 2022. Saat itu, Tuchel menjadi sosok yang mendorong klub untuk mendatangkan winger asal Inggris tersebut dari Manchester City.
Namun, perjalanan Sterling di Chelsea tidak berjalan sesuai harapan. Setelah Tuchel meninggalkan klub, Sterling juga kesulitan mendapatkan tempat utama hingga akhirnya menjalani masa peminjaman bersama Arsenal sebelum berpisah secara permanen dari Chelsea.
Sterling Kesulitan Setelah Tinggalkan City
Sterling meninggalkan Manchester City ketika berada dalam periode penting dalam kariernya. Kepindahan ke Chelsea diharapkan bisa menjadi langkah baru untuk melanjutkan performa positif yang sebelumnya ia tunjukkan.
Tuchel sangat mendukung transfer tersebut karena menilai Sterling memiliki kualitas untuk memainkan peran penting di tim. Akan tetapi, kondisi yang terjadi kemudian tidak sesuai dengan ekspektasi sang pelatih.
Sterling justru kesulitan menunjukkan pengaruh yang sama seperti ketika masih menjadi bagian penting Manchester City. Situasi tersebut membuat perjalanan kariernya memasuki fase yang cukup rumit.
Chelsea Jadi Periode Sulit
Sterling masih bertahan di Chelsea setelah Tuchel meninggalkan klub. Namun, posisinya di dalam skuad semakin sulit dan kesempatan untuk tampil secara reguler mulai berkurang.
Kondisi tersebut kemudian membuat Sterling menjalani masa peminjaman selama satu musim bersama Arsenal. Setelah kembali dari masa pinjaman, hubungan Sterling dengan Chelsea akhirnya berakhir.
Kontrak Sterling bersama Chelsea diputus pada Januari 2026. Keputusan itu membuat winger tersebut harus kembali mencari tantangan baru setelah periode yang cukup panjang bersama klub London tersebut.
Setelah meninggalkan Chelsea, Sterling sempat bergabung dengan Feyenoord. Namun, kerja sama tersebut berlangsung singkat karena klub asal Belanda itu tidak melanjutkan statusnya secara permanen.
Tuchel Ikut Prihatin
Tuchel mengaku merasa sedih melihat situasi yang dialami Sterling. Menurutnya, sang winger merupakan pribadi yang baik dan sosok ayah yang sangat mementingkan keluarganya.
Pelatih Inggris itu juga menilai tidak semua kesulitan yang dialami Sterling bisa dianggap sebagai kesalahannya sendiri. Dalam perjalanan karier seorang pemain, ada masa ketika keadaan memang tidak berjalan sesuai rencana.
Sterling kini berada dalam fase mencari klub berikutnya. Bagi pemain berusia 31 tahun tersebut, kesempatan untuk mendapatkan lingkungan baru menjadi penting setelah melewati beberapa periode yang kurang menyenangkan.
Tuchel tetap memberikan dukungan kepada mantan pemainnya. Ia percaya Sterling masih memiliki peluang untuk mengubah situasi dan kembali mendapatkan pengalaman positif dalam kariernya.
Tuchel Berharap Sterling Bangkit
Tuchel tidak ingin melihat perjalanan Sterling berakhir dalam kondisi seperti sekarang. Ia berharap pemain tersebut bisa menemukan klub yang tepat untuk kembali mendapatkan kepercayaan dan menikmati sepak bola.
Dukungan dari Tuchel menjadi bentuk perhatian kepada pemain yang pernah ia perjuangkan ketika masih menangani Chelsea. Meski hubungan profesional mereka sudah berakhir, Tuchel tetap mengikuti perkembangan Sterling.
Untuk saat ini, masa depan Sterling masih terbuka. Winger Inggris itu masih mencari klub baru, sementara Tuchel berharap kesempatan berikutnya dapat menjadi awal kebangkitan dalam perjalanan kariernya.


