Arenabetting – Masa depan Rafael Leao di AC Milan sedang berada dalam situasi tidak menentu. Ruben Amorim dikabarkan ingin winger asal Portugal itu meninggalkan San Siro karena karakter permainannya dianggap kurang cocok dengan sistem yang ingin diterapkan sang pelatih.
Amorim menilai Leao lebih nyaman bergerak melebar di sisi lapangan. Sementara itu, gaya bermain yang ingin dibangun pelatih asal Portugal tersebut menuntut para pemain lebih aktif memanfaatkan ruang sempit dan bergerak lebih dekat ke area tengah.
Masalah Leao ternyata tidak hanya berkaitan dengan taktik. Hubungan di ruang ganti juga menjadi perhatian karena sang pemain beberapa kali menyampaikan keinginan untuk mencari klub baru setelah merasa perjalanan panjangnya bersama Milan sejak 2019 sudah mendekati akhir.
Gaya Bermain Leao Jadi Masalah
Leao dikenal sebagai winger yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan membawa bola dari sisi lapangan. Pergerakannya yang sering melebar menjadi salah satu kekuatan utama dalam permainan, tetapi karakter tersebut justru kurang sesuai dengan sistem yang ingin diterapkan Amorim.
Pelatih asal Portugal itu menginginkan pemain yang mampu memaksimalkan area sempit dan lebih aktif masuk ke ruang tengah. Perbedaan karakter tersebut membuat posisi Leao dalam rencana tim mulai dipertanyakan.
Situasi ini membuat Amorim membuka kemungkinan untuk melepas Leao pada bursa transfer musim panas. Sang pelatih lebih memilih pemain yang dianggap mampu mengikuti tuntutan taktiknya sejak awal.
Hubungan dengan Ruang Ganti Ikut Disorot
Persoalan Leao juga dikabarkan menyentuh kondisi ruang ganti Milan. Amorim menilai pemain berusia 27 tahun itu membawa energi negatif setelah beberapa kali menyampaikan keinginan untuk pindah dari klub.
Leao sendiri telah memperkuat Milan sejak 2019 dan menjadi salah satu pemain penting dalam beberapa musim terakhir. Namun, keinginannya mencari tantangan baru membuat hubungan dengan klub memasuki fase yang lebih rumit.
Pandangan Amorim mengenai masa depan Leao sudah disampaikan kepada pihak yang mewakili sang pemain. Pembicaraan tersebut berlangsung dalam pertemuan yang melibatkan Hendrik Almstadt, salah satu sosok dalam strategi transfer klub.
Leao selanjutnya dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi Milan. Pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan untuk menjelaskan situasi dan menentukan langkah yang akan diambil kedua pihak.
Harga Leao Mulai Diturunkan Milan
Amorim juga kabarnya berhasil meyakinkan Milan untuk menurunkan harga jual Leao. Sebelumnya, winger Portugal itu berada dalam kisaran harga 50 hingga 60 juta euro di bursa transfer.
Kini Milan bersedia membuka pintu negosiasi dengan harga sekitar 40 sampai 45 juta euro. Penurunan tersebut diharapkan bisa membuat lebih banyak klub tertarik mendatangkan Leao.
Galatasaray menjadi salah satu klub yang paling serius mengejar tanda tangan pemain tersebut. Klub Turki itu berpeluang memanfaatkan situasi yang berkembang di Milan untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Milan sendiri harus mempertimbangkan keputusan tersebut dengan matang. Melepas pemain sekelas Leao tentu bisa mengurangi kekuatan lini serang, tetapi hasil penjualan juga dapat membantu klub menyusun kembali skuad sesuai kebutuhan Amorim.
Leao Masih Terikat Kontrak di Milan
Leao sebenarnya masih memiliki kontrak bersama Milan hingga musim panas 2028. Artinya, klub tidak berada dalam kondisi wajib menjual sang winger jika tidak mendapatkan tawaran yang dianggap menguntungkan.
Ia juga menerima gaji sekitar 5 hingga 7 juta euro per musim. Angka tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan Milan apabila transfer Leao benar-benar terjadi.
Kini masa depan Leao bergantung pada hasil pembicaraan dengan jajaran klub dan tawaran yang masuk. Jika kesepakatan tercapai, petualangan panjangnya bersama Rossoneri bisa berakhir lebih cepat dari kontrak yang berlaku.


