Arenabetting – Pierre-Emile Hojbjerg kehilangan ban kapten Marseille setelah menolak tawaran pindah ke Newcastle United. Keputusan tersebut membuat hubungan gelandang asal Denmark itu dengan manajemen klub dikabarkan memanas, terutama karena Marseille membutuhkan pemasukan dari penjualan pemain.
Newcastle sebelumnya menjadikan Hojbjerg sebagai salah satu target untuk memperkuat lini tengah. The Magpies membutuhkan sosok berpengalaman setelah Bruno Guimaraes meninggalkan klub dan bergabung dengan Arsenal.
Marseille dan Newcastle bahkan kabarnya sudah mencapai kesepakatan transfer senilai 15 juta paun. Namun, Hojbjerg memilih menolak kepindahan tersebut dan tidak ingin kembali bermain di Liga Inggris setelah sebelumnya memperkuat Southampton serta Tottenham Hotspur.
Hojbjerg Menolak Tawaran Newcastle
Newcastle melihat Hojbjerg sebagai pemain yang bisa memberikan pengalaman sekaligus kekuatan tambahan di lini tengah. Pengalamannya bermain di Premier League membuat gelandang berusia 31 tahun itu dianggap cocok dengan kebutuhan skuad.
Kesepakatan antara Marseille dan Newcastle kabarnya sudah tercapai dengan nilai transfer sekitar 15 juta paun. Namun, proses tersebut gagal berlanjut karena Hojbjerg tidak memberikan persetujuan untuk pindah.
Keputusan tersebut membuat Marseille kecewa. Klub membutuhkan pemasukan dari penjualan pemain sekaligus ingin mengurangi beban gaji, sehingga kegagalan transfer Hojbjerg menjadi pukulan tersendiri bagi manajemen.
Ban Kapten Dicopot dari Hojbjerg
Situasi tersebut terlihat jelas ketika Marseille menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan uji coba pada Jumat, 14 Agustus 2026. Hojbjerg tetap tampil penuh selama 90 menit, tetapi tidak lagi mengenakan ban kapten.
Ban kapten dalam pertandingan tersebut diberikan kepada Timothy Weah. Pergantian tersebut menjadi tanda bahwa posisi Hojbjerg dalam struktur kepemimpinan Marseille mulai berubah setelah penolakannya terhadap Newcastle.
Laporan dari Prancis mengaitkan keputusan itu dengan manajemen dan pemilik Marseille, Frank McCourt. Mereka ingin menunjukkan bahwa kepentingan klub harus menjadi prioritas dibandingkan kepentingan individu pemain.
Namun, pelatih Bruno Genesio tidak mengambil tanggung jawab atas keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencopotan ban kapten Hojbjerg bukan berasal dari dirinya sebagai pelatih.
Masa Depan Hojbjerg Mulai Dipertanyakan
Masa depan Hojbjerg di Marseille kini menjadi tanda tanya. Penolakan terhadap Newcastle membuat peluang kembali ke Premier League semakin kecil, sementara hubungan dengan manajemen klub juga tidak berada dalam kondisi ideal.
Meski begitu, masih ada klub lain yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya. AC Milan menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan Hojbjerg karena klub Italia tersebut sedang melakukan perubahan dalam komposisi skuad.
Milan bisa membutuhkan gelandang baru jika Youssouf Fofana benar-benar meninggalkan San Siro. Fofana masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dilepas Ruben Amorim pada bursa transfer musim panas.
Jika kepindahan Fofana terjadi, Hojbjerg bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan Milan. Pengalamannya di kompetisi top Eropa membuat sang gelandang masih memiliki daya tarik meski situasinya di Marseille sedang rumit.
AC Milan Bisa Jadi Peluang Baru
Hojbjerg kini harus menentukan langkah berikutnya di tengah ketidakpastian bersama Marseille. Ia masih memiliki pengalaman dan kemampuan yang bisa membuat sejumlah klub tertarik mendapatkan jasanya.
AC Milan dapat menjadi pilihan menarik apabila mereka benar-benar membutuhkan pemain di lini tengah. Kehadiran Hojbjerg juga bisa memberikan keseimbangan dan pengalaman kepada skuad yang sedang dibangun ulang.
Untuk sementara, belum ada keputusan final mengenai masa depannya. Yang jelas, penolakan terhadap Newcastle telah mengubah situasinya di Marseille dan membuat posisi Hojbjerg sebagai kapten tidak lagi aman.


